
Apakah kalian pernah mendengar kabar dari ibu Jaehyun? Ibu Jaehyun sebenarnya sudah meninggal lebih awal dari sang ayah, sang ibu meninggal saat Jaehyun baru saja di lahirkan. Yup! Katakan saja ibu Jaehyun meninggal beberapa saat setelah Jaehyun lahir ke dunia.
Tidak ada kenangan tentang ibu Jaehyun dan juga Jaehyun tentunya, karena itu di saat seperti ini ia sangat berharap sekali bahwa ada sosok wanita yang merangkulnya dan menenangkannya di saat saat terburuk seperti ini.
Jaehyun sudah tidak pernah lagi ke perpustakaan itu, ia sangat merindukan sosok Bae Yun Hee namun apa daya. Pernikahan yang akan di gelar sebulan lagi itu sangat membuat Jaehyun repot. Sebenarnya, Jaehyun menentang perjodohan ini namun karena keluarga Kang yang sudah seperti saudara dan juga investor terbesar di perusahaan yang di bangun sang ayah, membuat Jaehyun mau tak mau harus menerima perjodohan ini.
"Jaehyun-ssi.." Dari balik tubuh Jaehyun ada seseoranh memanggil. Jaehyun pun berbalik dan mendapati Kang Hana yang sedang berdiri dengan tetesan air mata yang terus mengalir dari matanya.
Jaehyun mendekat ke arah calon istrinya itu. "Kau kenapa Hana-ssi?" Jaehyun terlihat khawatir.
"Ikut aku!" Hana menarik Jaehyun menjauh dari tempat yang lumayan banyak orang itu dan membawa Jaehyun ke tempat aman yaitu kamar.
"Ada apa Hana-ssi?" Sekali lagi Jaehyun bertanya.
Bukan langsung menjawab, Hana malah memeluk Jaehyun dengan erat. Karena perbedaan tinggi badan Hana menjengke untuk meraih tengkuk Jaehyun. Hana menangis sejadi jadinya di pelukan Jaehyun namun Jaehyun belum membalas pelulan Hana.
"Jaehyun-ssi aku minta maaf..." Ujar Hana di sela sela tangisannya.
Jaehyun melepaskan pelukan Hana dan menatapnya. "Apa maksud mu meminta maaf Hana-ssi?"
Hana menunduk ia mengusap perutnya yang rata, Jaehyun mengikuti arah yang Hana maksud dan Jaehyun belum juga mengerti apa makasud Hana.
"Hana-ssi, bisa kau jelaskan kau kenapa?" Jaehyun memegang kedua bahu Hana.
Hana mendongak, ia mentap Jaehyun penuh dengan luka. "Aku hamil.."
Jaehyun melepaskan tangannya dari bahu Hana sedikit kasar yang sukses membuat sedikit badan Hana terdorong. "Apa? Aku tidak pernah melakukan itu dengan mu, bagaimana bisa kau.. Hamil?" Jaehyun tertawa tak percaya.
"Memang bukan kau Jaehyun-ssi... Ini kecelakaan, ini salah ku!" Hana kembali menangis.
Sedangkan Jaehyun masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan. "Katakan ini hanya lelucon Hana-ssi!" Jaehyun berkata sedikit berteriak.
"Maafkan aku Jaehyun-ssi!" Tangis Hana semakin menjadi membuat Jaehyun tersadar bahwa ini bukan sekedar lelucon yang di buat oleh seorang Kang Hana.
"Siapa ayah anak ini?"
"Aku tidak bisa menghubunginya, aku tidak tahu dia di mana Jaehyun-ssi.."
__ADS_1
Nafas Jaehyun semakin berat, ia memgacak rambutnya dan berbalik hendak menjauh dari Hana. Ia akan menenangkan sejenak pikirannya yang sedang penuh ini, Jaehyun tak bisa berpikir jernih sekarang benar benar tidak bisa!
"Kau tidak akan membatalkan pernikahan ini kan Jaehyun-ssi?" Ucapan Hana mampu membuat Jaehyun berhenti, namun tidak ada jawaban apapun dari Jaehyun.
Hana mendekat ke arah Jaehyun dan memegang telapak tangan Jaehyun yang terasa dingin. "Ku mohon jangan batalkan ini Jaehyun-ssi.. Aku mencintaimu.. Ini! Aku akan gugurkan kandungan ku ini!" Namun Jaehyun masih tidak mau membuka mulutnya untuk berkomentar.
Hana berlutut di hadapan Jung Jaehyun. "Ku mohon Jaehyun-ssi.. Ku mohon jangan batalkan pernikahan ini.." Hana menangis tak henti henti, Jaehyun juga tak berkomentar apa apa ia melirik Hana sebentar lalu pergi melalui Hana begitu saja yang masih dengan keadaan berlutut.
*****
"Ini yang kau minta Jung Jaehyun." Doyoung sahabat sekaligus sekretaris pribadi Jaehyun memberikan amplop coklat kepada Jaehyun.
Jaehyun menerima amplop coklat itu. "Terima kasih."
"Kau apa apaan Jaehyun-ah, kau sebentar lagi akan menikahi keluarga Kang." Doyoung sebagai sahabat ia memberi nasihat kepada Jaehyun.
Jaehyun yang tak suka dengan ocehan Doyoung menatap tajam ke arah sahabatnya itu. "Aku sedang tidak terima ocehan mu Kim Doyoung!" Jaehyun kembali membuka amplop yang berisi kertas dan catatan data diri dari Bae Yun Hee.
"Kau begitu mencintai dia?" Tanya Doyoung.
"Ku mohon jangan membuat masalah di akhir akhir usaha kau ingin menjadi presiden direktur Jaehyun-ah!" Ujar Doyoung lagi.
"Aku sedang buru buru, jika ada yang bertanya bilang saja aku sedang tidak ingin di ganggu!" Ujar Jaehyun sembari menepuk pundak Doyoung kemudian pergi.
Kali ini Jaehyun akan mendatangi ke diaman Yun Hee, setelah menggali informasi Jaehyun akan mengatakan yang sebenarnya pada Yun Hee bahwa selama ini Jaehyun sudah menyukainya dan juga mencintainya.
Jaehyun membaca bahwa Yun Hee adalah seorang yatim piatu, tinggal sendiri dan tidak mempunyai pekerjaan yang tetap. Melihat latar belakang Yun Hee mampu membuat Jaehyun teringat pada dirinya sendiri. Hidup sendirian tanpa kedua orang tua, kesepian namun setidaknya Jaehyun masih memiliki harta yang bergelimang sedangkan Yun Hee hidup pas pasan.
Singkat cerita, Jaehyun sampai di sebuah apartemen. Apartemen yang menjulang tinggi, ini adalah kediaman Yun Hee, namun sampai di unit apartemen Yun Hee sepertinya tidak ada siapapun di sana.
Sampai akhirnya.
"Siapa..?" Ujar dengan suara tak asing dari balik tubuh Jaehyun.
Jaehyun berbalik dan mendapati Yun Hee yang tengah kebingungan karena kehadiran Jaehyun di tempat tinggalnya. Jaehyub tersenyum dan memeluk tubuh mungil Yun Hee dengan erat.
"Aku merindukan mu." Dengan masih keadaan memeluk Yun Hee Jaehyun mengatakan itu.
__ADS_1
Yun Hee tidak mengatakan apa apa, ia hanya terdiam bahkan tidak membalas pelukan dari Jaehyun. Akhirnya Jaehyun melepaskan pelukannya dan menatap Yun Hee dengan lekat, Yun Hee terlihat sangat kebingungan. Ia sangat polos begitulah yang membuat Jaehyun menyukainya.
"Kau tidak menyuruhku masuk?" Tanya Jaehyun membuat pemecah keheningan.
"Ah yah silahkan masuk." Yun Hee mempersilahkan namun Yun Hee belum membuka pintu apartemennya yang masih terkunci karena kata sandi kunci apartemennya belum ia masukan.
Jaehyun mengisyaratkan dengan gerakan matanya dan Yun Hee langsung mengerti fengan apa yang di maksud Jaehyun. "Ah iya! Aku harus membuka pintunya dulu hahahaa." Yun Hee tertawa canggung. "Sebentar!" Kemudian barulah ia membuka pintu dan mempersilahkan Jaehyun masuk.
Jaehyun yang melihat tingkah konyol dari Yun Hee hanya terkekeh. Lalu Jaehyun pun masuk dan duduk di sofa dengan sedikit kecanggungan.
"Kau mau minum apa?" Tanya Yun Hee tiba tiba.
Jaehyun seperti memikirkan sesuatu. "Ah aku teh saja."
"Baik aku buatkan teh untuk mu sebentar!"
Jaehyun memandangi setiap pergerakan Yun Hee, Yun Hee juga bisa merasakan bahwa ada sepasang mata yang tengah mengawasinya. Tetapi setiap Yun Hee melirik ke arah Jaehyun, Jaehyun dengan sigap mengarahkan pandangannya ke arah lain seolah ia tidak sedang memperhatikan Yun Hee.
Sampai akhirnya Yun Hee datang membawa nampan berisi dua teh yang ia siapkan untuk Jaehyun dan juga untuk dirinya.
"Silahkan di minum Jaehyun-ssi.." Ujar Yun Hee lalu duduk di sebalah Jaehyun namun jaraknya sedikit berjauhan.
"Terima kasih." Ujar Jaehyun kemudian meminum teh buatan Yun Hee
"Omong omong, kau ada apa ke sini? Dan.. Kau tau dari mana aku tinggal di sini?" Tanya Yun Hee pada intinya.
Jaehyun tersenyum. "Bukan kah sudah ku katakan di depan tadi?"
Yun Hee tersenyum canggung. "Lalu kau tau dari mana aku tinggal?" Tanyanya lagi.
"Apapun tentang mu akan ku cari tau Yun Hee-ssi." Jaehyun berkata tanpa ragu sedikit pun.
Yun Hee sedikit tersentak dengan pernyataan Jaehyun. "Mak-maksud mu..?"
"Aku menyukaimu Bae Yun Hee.."
Soon part 4...
__ADS_1