Orang Ketiga Jung Jaehyun

Orang Ketiga Jung Jaehyun
8. Flashback (Jaehyun ver) Part 2


__ADS_3

"Ini minuman yang kau pesan." Itu Doyoung sahabat Jaehyun, memberikan sebuah minuman kaleng tak lupa dengan catatan kecil dan juga pulpen untuk Jaehyun.


"Terima kasih." Jaehyun pun mengabil semua itu dari Doyoung.


"Ini semua untuk apa?" Tanya Doyoung.


"Rahasia! Sudah sana pergi." Titahnya membuat Doyoung memutar bola matanya malas.


Jaehyun mulai menulis catatan kecil itu dengan pulpen yang kini berada di tanganya. Senyuman terukir di bibir Jaehyun yang entah mengapa ia merasa bahagia dengan berplilaku mengesalkan seperti ini.


Jaehyun melihat kesekeliling guna mencari keberadaan gadis tadi. Sampai akhirnya indra penglihatan Jaehyun menangkap sosok gadis bertubuh mungil yang tadi Jaehyun lihat. Jaehyun tersenyum lagi, kemudian ia menempelkan catatan kecil itu pada minuman kaleng dan berdiri mendekat pada gadis itu. Jaehyun sedikit mengontrol ekspresi wajahnya supaya ia terlihat datar dan biasa saja, karena saat itu entah mengapa Jaehyun rasanya hanya ingin tersenyum seperti orang bodoh.


Tuk


Ia pun menaruh minuman kaleng itu sesuai rencananya, dari jauh ia bisa melihat gadis itu membaca catatan kecilnya dan melihat raut wajahnya yang terlihat sebal. Jaehyun terkekeh melihat itu. Baru kali ini Jaehyun terlihat sebahagia itu setelah kepergian sang ayah.


Berjalan menjauh dari perpustakaan itu, kini Jaehyun berjalan menuju parkiran mobil yang sudah ada Doyoung di sana membuat Jaehyun mengerutkan dahinya.


"Kau masih ada di sini?" Tanyanya sembari perlahan mulai masuk kedalam mobilnya.


Doyoung mengangguk.


"Hei! Memangnya kau tidak membawa mobil tadi?" Tanya Jaehyun dengan nada tak suka.


Doyoung menggelengkan kepalanya.


"Ck! Membuat mood ku buruk lagi saja kau ini!"


Doyoung yang sedari tadi hanya menatap lurus ke depan, kini menoleh ke arah Jaehyun. "Kau... Tidak gila bukan?" Pertanyaan yang di lontarkan Doyoung sukses membuat Jaehyun terkejut.


"Hei apa maksudmu?!"


"Tidak.. Hanya saja akhir akhir ini kau terlihat murung, tetapi aku perhatikan kau tersenyum." -Jelas Doyoung.


"Kau yang gila!"


"Mengapa jadi aku yang gila?!"


"Sudah jalankan saja mobilnya. Berdebat dengan mu mulut ku tidak akan pernah menang." Uajrnya kemudian memakai seat belt.


"Jaehyun-ah kau menyukainya?" Alih alih menuruti Jaehyun, Doyoung justru bertanya untuk memecahkan rasa penasarannya.


Jaehyun kembali menoleh ke arah Doyoung. "Tidak tahu, aku sedang memastikan."

__ADS_1


*****


"Jaehyun-ssi kau hari mau kemana?" Tanya Kang Hana yang sudah beberapa hari ini menginap di sana.


Jaehyun yang tengah menyantap sarapan paginya berhenti lalu menatap Hana. "Kau kapan akan pulang?" Jaehyub bertanya yang sontak membuat Hana kebingungan, karena tidak biasanya Jaehyun bersikap seperti ini.


Dingin.


"A-aku.. Mungkin esok atau lusa.." Jawabnya ragu.


"Cepat pulang lah, tidak baik anak gadis menginap di tempat lelaki." Kemudian Jaehyun kembali menyuapkan sarapannya kedalam mulutnya.


Hana hanya terdiam melihat ke anehan seorang Jung Jaehyun. Jaehyun yang ia kenal adalah sosok yang hangat dan penuh perhatian, tidak seperti sekarang dingin dan terlihat menakutkan. Hana yang juga sedang sarapan, terus menatap ke arah Jaehyun dengan sendu. Apakah karena kehilangan sang ayah membuatnya sedikit sensitif? Atau Hana mengganggunya dan membuat Jaehyun tidak nyaman? Atau mungkin ini hanya perasaan Hana saja?


Entahlah..


Hana kemudia menunduk seraya tersenyum dan kembali melihat ke arah Jaehyun. "Jaehyun-ah?"


Hana memanggil nama Jaehyun dengan informal, tidak biasanya Hana menyebut nama Jaehyun seperti itu membuat Jaehyun langsung menatapnya dengan tatapan dingin.


"Boleh aku memanggil mu seperti itu?" Tanya Hana dan tidak ada jawaban dari sang empu. "Eumm.. Ayolah kita sudah lama saling mengenal.." Ujar Hana lagi.


"Boleh." Jawaban singkat Jaehyun.


"Kau mau pergi?" Tanya Hana.


"Iya."


"Boleh aku ikut?"


"Tidak." Jaehyun tak menghiraukan Hana dan melangkah pergi menjauh dari sana, sampai akhirnya ucapan Hana membuat langkah kaki Jaehyun terhenti.


"Pernikahan!"


Jaehyun berhenti dan berbalik ke arah Hana. "Apa maksudmu?"


"Jangan lupakan kita yang sebentar lagi akan menikah Jung Jaehyun.." Setelah mengatakan itu Hana pergi dan melewati Jaehyun yang masih diam membek di tempat.


*****


Kembali lagi ke tempat kemarin, Jaehyun melangkah kan kakinya sedikit gontai karena ucapan Hana yang membuatnya lemas. Menikah dengan wanita yang ia cintai? Oh ayolah, Jaehyun bahkan hanya menganggap Hana sebagai gadis yang selalu memanfaatkannya.


Jaehyun melangkahkan kakinya ke dalam perpustakaan itu, sebenarnya ia sudah sedari tadi ingin kesana hanya saja sedikit drama membuatnya telat ke sana. Jaehyun berharap ia bertemu lagi dengan gadis bertubuh mungil yang sebelumnya bertemu dengannya.

__ADS_1


Dapat.


Tatapan mata Jaehyun menangkap sosok gadis yang ia harapkan, sedang duduk di tempat favoritnya? Mungkin, karena Jaehyun sering melihat ia duduk di sana. Gadis itu sangat cantik dan imut, Jaehyun terus menatap gadis itu yang tengah asik bergulat dengan kesibukannya dan juga memasang headset di telinga kiri dan kanannya, sesekali menggoyangkan kepalanya mungkin karena efek musik yang ia sedang dengar.


Jaehyun tersenyum lalu berjalan menuju gadis yang sampai saat ini ia tak tahu namanya. Gadis itu tidak menyadari ke hadiran Jaehyun lalu Jaehyun pun duduk di hadapannya dan mengambil sebelah headset itu dan di pakaikan di sebelah telinganya Gadis itu menatap Jaehyun dengan sebal, lain halnya dengan Jaehyun yang menatapnya dengan sendu.


Gadis itu berdiri tak lupa mengambil sebelah headsetnya dan ingin berjalan menjauh tetapi berhasil di tahan oleh Jaehyun. Jaehyun menatap gadis itu seolah mengisyaratkan untuk tetap tinggal lebih lama di sana. Seolah di sihir oleh tatapan Jaehyun, gadis itu kemudian kembali duduk di hadapan Jaehyun.


"Maaf, tetapi bisakah kau menemaniku di sini?" Ujarnya, kini raut wajahnya berubah menjadi sendu.


Wanita itu hanya diam sembari masih menatap lekat Jaehyun.


"Kau mau dengar ceritaku?" Ujar Jaehyun.


"Boleh."


Tetapi Jaehyun hanya diam tak berbicara sepatah katapun karena ia menimbang-nimbang apakah boleh ia bercerita tentang masalah pribadinya pada orang yang baru dua hari ini ia temui?


"Mengapa kau diam?" Tanya Gadis itu.


"Karena tidak ada yang harus ku ceritakan." Jaehyun mendapatkan tatapan aneh dari orang di hadapannya itu, tetapi raut wajahnya berubah menjadi seperti orang yang mengerti Jaehyun.


"Tidak apa apa jika sulit." Ujar gadis itu.


Jaehyun hanya tersenyum di hadapan gadis itu entah mengapa gadis itu membuat Jaehyun menjadi tenang padahal hanya menemaninya dan menatap matanya saja sudah membuat Jaehyun sangat nyaman di dekatnya.


"Boleh ku tau namamu?" Tanya gadis itu pada Jaehyun.


Jaehyun tersenyum lagi. "Jung Jaehyun." Jaehyun langsung memperkenalkan namanya pada gadis itu.


"Oh.." Gadis itu hanya bor oh ria sembari mengangguk paham.


"Kau tidak mau memperkenalkan diri mu?"


Gadis itu terlihat salah tingkah dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal membuat Jaehyun terkekeh namun gadis itu tidak menyadari karena saking gugupnya. "Bae Yun Hee... "


Jaehyun mengangguk. "Nama yang cantik.."


"Terima kasih." Gadis itu kemudian melihat jam yang melingkar sempurna di pergelangan tangannya dan terlihat kaget. "Aku harus pergi!" Tanpa basa basi gadis yang di ketahui bernama Bae Yun Hee itu meninggalkan Jaehyun yang belum sempat mengatakan apa apa lagi.


Tanpa sadar, Jaehyun melupakan masalah berkat Yun Hee. Tak henti hentinya Jaehyun tersenyum saat bersama dengan Yun Hee.


"Akan aku pastikan, aku akan mendapatkan mu Bae Yun Hee.."

__ADS_1


Soon part 3...


__ADS_2