
Jung Jaehyun dan Kang Hana resmi menikah hari ini. Pernikahan yang sangat mewah yang di selenggarakan di vila dengan pemandangan pantai. Pernikahan yang di selenggarakan satu hari full itu sukses membuat media media saat itu bungkam dan di gantikan dengan kabar bahagia dari keluarga Jung dan juga Kang.
Kang Hana yang sudah resmi menjadi istri seorang Jung Jaehyun tak henti hentinya mengulas senyuman kebahagiaan di wajahnya. Jaehyun? Jaehyun merasa perasaannya kini tengah bimbang. Di sisi lain ia berhasil mencapai tujuannya, namun di sisi lain ia tidak benar benar mencintai Hana wanita yang kini Berstatus menjadi istrinya.
Secara tiba tiba saja Jaehyun teringat dengan sosok wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Bae Yun Hee wanita yang akhir akhir ini membuat pikiran Jaehyun kacau. Ia benar benar merasa bersalah pada Yun Hee, namun ia tidak juga bisa meninggalkan apa yang harusnya ia dapat.
Pikiran Jaehyun benar benar tidak karuan saat itu, ia frustrasi namun ia menutupinya dengan senyuman ke pada setiap tamu undangan tidak terkecuali ayah mertuanya dan jiga istrinya.
Kini Jaehyun tengah terduduk di sofa yang mengarah langsung pada keindahan pantai di sana, ia hanya sendirian kebetulan saat itu sang istri di bawa pergi berjalan jalan dengan ayahnya guna melepas anak tunggalnya itu.
"Dia baik baik saja." Secara tiba tiba suara yang tak asing di telinga Jaehyun menyadarkannya dari lamunan.
"Eoh?" Jaehyun hanya ingin memperjelas.
"Dia baik baik saja." Doyoung memberikan tablet dari tangannya dan memperlihatkan foto seorang wanita tengah bercanda dan terlihat tertawa bahagia dengan teman gadis lainnya. Yup! Itu Bae Yun Hee, wanita yang saat ini tengah mengobrak abrik isi kepala Jaehyun dengan bayangan bayangan dirinya.
"Bagus lah..." Jaehyun menghela nafas lega.
"Sepertinya dia tidak tau siapa kau." Ujar Doyoung berasumsi.
Jaehyun mengangguk setuju. "Ya.. Sepertinya.."
"Bagaimana jika ia tau Jaehyun-ah?" Tanya Doyoung.
Jaehyun termenung sebentar. "Mungkin aku harus menjelaskannya." Ujar Jaehyun dengan nada tak yakin.
"Jaehyun-ah kau tidak boleh menyakitinya.. Atau pun Hana yang sekarang ini menjadi istrimu." Doyoung berkata dengan tatapan sendu pada Jaehyun.
Jaehyun menepuk pundak Doyoung. "Kau percayakan saja pada ku."
Flashback off
*****
__ADS_1
Sejak saat itu, Jaehyun bersikap sangat manis kepadaku seperti Jaehyun yang pertama kali aku kenal. Jujur aku sangat bahagia melihatnya seperti ini, namun ada sedikit ketakutan jika nanti Jaehyun akan meninggalkan ku dengan alasan apapun. Aku memang sudah menerima memang jika itu yang terbaik, tetapi tetap saja perasaanku tidak bisa ku bohongi. Maksud ku! Jika memang ingin meninggalkan ku lebih baik dari sekarang! Tidak lucu bukan ia meninggalkan ku dengan sikap sikap manisnya dengan di jadikan tanda perpisahan.
Aku senang namun bingung, tetapi tetap saja. Cinta memang membutakan ku, aku benar benar tidak bisa melihat yang aku lakukan ini benar atau salah. Memang jelas jika di mata orang lain aku salah, tetapi jika ada yang di posisiku mungkin akan berkata dan merasakan hal yang sama seperti sekarang aku rasakan. Perasaan yang bercampur aduk menjadi satu, menerbangkan ku ke angkasa lalu menjatuhkan ku ke jurang penuh duri. Ku akui memang melelahkan, tetapi karena adanya kekuatan cinta membuat ku tidak sadar diri.
Aku memang bodoh.
Kini aku tengah bersama Jaehyun, duduk berdamlingan sembari menonton televisi acara kesukaan kami. Jaehyun tidak pernah tidak mengabari ku, walau jarak waktunya lama namun satu hari ia tidak pernah melewati untuk sekedar mengirim pesan atau menelponku.
"Kau haus?" Tanya ku.
Jaehyun mengangguk.
"Yasudah aku ambilkan minum untuk mu." Aku pun berdiri dan berjalan menuju kulkas, aku mengambil gelas berukuran sedang dan menuangkan air putih pada gelas. Setelah selesai aku kembali berjalan ke arah Jaehyun berada dan menyodorkan gelas berisi air putih padanya.
"Terima kasih sayang." Ujarnya dengan senyuman.
Jaehyun pun meminum air yang tadi aku berikan pada dirinya. "Kamu hari ini mau keluar tidak?" Tanyanya tiba tiba.
"Hm? Memangnya kenapa?" Tanya ku.
Aku menggelengkan kepala ku pelan. "Tidak usah Jaehyun-ah, aku akan keluar berasama sahabat ku. Mereka sudah mengoceh saja karena aku tidak ada waktu dengan mereka akhir akhir ini." Aku sedikit terkekeh karena tiba tiba aku mengingat racauan teman teman ku saat di telpon kemarin.
"Kau kan bisa mengenalkan ku pada sahabat mu Yun Hee.." Ujar Jaehyun membuat ku membulatkan mata.
"Hei! Bisa ****** jika mereka tau kau.. Suami orang.." Ujar ku dan saat berkata 'suami orang' aku memelankan suar ku.
Jaehyun mendekap ku ke dalam pelukannya. "Iya iya sayang.."
Jaehyun melepaskan pelukannya dan menatap ku dengan wajah serius. "Tetapi sebelum kau pergi.." Jaehyun menggantung ucapannya.
"Eoh kenapa?"
"Buatkan aku makan dulu dong... Aku lapar hehe." Jaehyun berkata sembari menyengir memperlihatkan baris gigi putihnyaa, lucu sekali!
__ADS_1
"Astaga ku kira ada apa..." Ujarku di akhiri tawa. "Kau mau makan apa hm? Baby Jaehyun?" Aku memasang wajah manis namun aku tidak bisa menahan tawa kara merasa geli dengan diri ku sendiri.
Tidak ku sangka, Jaehyun pun mengikuti ku memasang wajah menggemaskan. Aku suka sekali! "Aku.... Akan memakan apapun yang kau buatkan untuk ku." Ujarnya kemudian.
"Yasudah aku akan membuatkan mu semur kayu dan batu." Ujar ku dengan wajah datar dan hendak bangun untuk menuju ke dapur.
Jaehyun menahan ku. "Tidak seperti itu juga hahaha." Jaehyun tertawa lepas sekali begitu juga dengan aku.
Hari itu bahagia sekali, tertawa lepas seperti awal aku mengenal Jaehyun sungguh aku senang sekali bisa seperti ini dengan Jaehyun. Bisakah waktu berputar lebih lambat dari biasanya. Aku ingin seperti ini dengan Jaehyun lebih lama, tertawa, bercanda, dan saling menyalurkan rasa sayang dan cinta kami. Aku benar benar lupa diri, sangat lupa diri.
"Yasudah Kimchi Bokeumbap saja, aku sangat mengidam itu tetapi belum kesampaian." Ujar Jaehyun.
Aku memasang pose hormat pada Jaehyun. "Siap pak direktur Jung! Silahkan tunggu sebentar.." Gurau ku dan Jaehyun pun tertawa.
Aku pun berjalan menuju dapur dan mulai mengeluarkan bahan bahan untuk membuat Kimchi Bokeumbap (Nasi goreng kimchi) yang Jaehyun suruh pada ku. Aku melirik sedikit ke arah Jaehyun, ia masih setia menonton acara di tv sampai akhirnya ia menyadari bahwa aku melihatnya dan ia pun melirik ke arahku dan tersenyum.
"Apa serindu itu?" Tanyanya.
"Em? Apa maksudmu?" Tanyaku sembari melanjutkan aktivitas ku.
"Hanya jauh beberapa meter saja kau melihat ku seperti itu." Jaehyun mematikan televisi dan beranjak menghampiriku dan duduk di meja makan lalu menatap ku yang tengah sibuk menyiapkan makanan.
"Ngaco! Aku hanya melirik." ujar ku sok acuh.
"Yasudah aku akan duduk di sini dan memperhatikan wanita cantik yang sedang masak ini." Jaehyun menggodaku.
"Sudah sana tonton saja tvnya."
Jaehyun menggeleng. "Tidak mau, pemandangan yang sekarang lebih menarik dari tv itu."
Aku yang tadi sedang sibuk menghentikan aktivitas ku dan bertolak pinggang di hadapan Jaehyun. "Kau benar benar nakal Jaehyun-ssi, senang sekali sekarang ya kau menggodaku." Ujarku dan Jaehyun pun tertawa.
Jaehyun beranjak dari meja makan dan menghampiriku, memeluk tubuhku dari belakang menyandarkan dagunya di pundak ku, aku bisa merasakan hembusan nafas dari Jaehyun. Aku pun memegang tangan Jaehyun yang melingkar di perut ku. "Sudah sana duduk. Kau mengganggu ku!"
__ADS_1
"I love you too."
Dasar lelaki tampan aneh, hehe.