
Hana POV
Mendungnya langit kini seolah menggambarkan perasaan Hana yah tengah hancur lebur tak beraturan. Kini Hana sedang berada di sebuah restoran mewah tempat di mana biasa Hana dan Jaehyun makan bersama. Hana hanya seorang diri tanpa di temani anaknya, karena kini anaknya tengah ia titipkan di kediaman ayahnya.
Makanan yang sudah tertata rapi di atas meja tidak menarik sama sekali untuk Hana. Ia hanya menatap kosong makanan-makanan tersebut tanpa ada keinginan untuk menyantapnya. Entah sudah berapa lama Hana duduk terdiam di sana sembari melihat ke arah luar jendela dan sesekali menghela nafas berat karena kini dadanya terasa sesak.
Hana mengingat kejadian di mana ia bertemu dengan Yun Hee, tidak bisa di pungkiri saat Hana menatap kedua mata Yun Hee bahwa ia sangat mencintai Jaehyun, namun ia harus menahannya karena Jaehyun memiliki istri. Hana marah pada dirinya sendiri, karena di saat saat seperti ini seharusnya ia merasa kasihan pada diri sendiri bukan malah merasa kasihan pada orang yang telah merenggut kebahagiannya.
Tetapi setelah di pikir pikir, Hana tidak sekalipun merasa benar benar bahagia sekalipun ia sudah memiliki Jaehyun sepenuhnya, karena pada nyatanya ia yang memiliki hak paling kuat di atas segalanya saja bisa selemah ini di karenakan pihak lain tidak menolak dengan kehadiran tamu yang mengancam hubungan mereka.
Satu tetes air mata Hana mengalir, ia mencintai Jaehyun namun tidak dengan Jaehyun, ia memang memenangkan gelar sebagai istri sahnya, namun tidak dengan hatinya. Hana sangat sangat sedih namun ia tak bisa berbuat apa apa. Mau seberapa kuatpun ia mempertahankan, jika hanya ia yang berjuang itu tidak akan seimbang.
Apalagi yang Hana tahu bahwa dari awal pernikahan ini hanya karena ayah Jaehyun yang banyak berhutang Budi pada ayahnya sehingga membuat Jaehyun mau tidak mau menuruti semua perintah ayahnya. Itu semua membuat dada Hana semakin sakit.
"Hana-ssi?"
Panggil seseorang dari balik tubuh Hana, Hanya tidak langsung menoleh mengingat ia kenal dengan suara ini.
"Hana-ssi?" Panggil orang itu lagi, kali ini Hana menoleh dan mendapati Taeyong tengah berdiri di belakang tubuhnya.
Setelah mengetahui bahwa orang yang memangilnya adalah Taeyong, Hana langsung bergegas untuk pergi dari sana namun pergerakan Taeyong lebih cepat menahan langkah Hana dan kembali terduduk di tempat semula.
"Bisakah kamu mendengarkan ku sekali saja?" Ujar Taeyong dengan nada tegas.
"Untuk apa lagi!" Bentak Hana, membuat seluruh pengunjung di sana menoleh ke arah mereka.
Taeyong yang melihat sekitar yang terlalu ramai, Taeyong menarik tangan Hana dengan sedikit paksaan tak lupa Taeyong memberi uang pada kasir untuk makanan yang Hana pesan tadi.
Sampailah mereka berdua pada besment di mana mobil Taeyong parkir, namun Hana berhasil melepaskan genggaman Taeyong dan dengan langkah cepat Hana menjauh dari sana, tentu Taeyong tidak tinggal diam ia berlari kecil menyusul Hana dan kembali menariknya namun Hana dengan sekuat tenaga lagi melepaskan Taeyong.
"Lepas!" Tangan Hana sudah lepas dari genggaman Taeyong.
"BISAKAH KAU DENGARKAN AKU DULU!" Taeyong berteriak, membuat Hana terdiam kaku tak bergerak dan tak berkata apapun, kini Hana tidak melawan.
__ADS_1
Taeyong sedikit mendekat pada Hana. Taeyong mendekap wajah Hana dengan lembut supaya Hana mau menatapnya. Hana hanya pasrah, nafas yang sudah tidak beraturan terdengar gaduh di sana.
"Hana-ssi... Maafkan aku." Kini lembut suara Taeyong kembali terdengar.
Hana tak menjawab.
"Aku tau kesalahan ku beberapa tahun yang lalu, kini aku menyesal.." Taeyong terus menatap mata Hana begitupun dengan Hana. "Aku kala itu pergi, karena suatu alasan. Akupun di sana tak tinggal diam, aku mencarimu mencari latar belakangmu. Namun ternyata kamu menikah dengan orang lain. Membuat keputusanku untuk mencarimu kala itu musnah, tetapi kini aku sadari bahwa apa yang aku lakukan salah pikiranku salah! Seharusnya saat aku mengetahui kamu sudah menikah pun aku harus tetap meminta maaf."
Ada sedikit jeda dalam percakapan ini.
"Sudah sebesar apa anakku Hana-ssi?" Pertanyaan yang di lontarkan Taeyong membuat Hana sedikit terkejut.
"Aku tidak pernah hamil anakmu!" Sangkal Hana.
"Kau pikir aku percaya Kang Hana? Aku memeriksa semua latar belakangmu, sampai pernikahan mu saja aku tahu. Dan aku juga tahu bahwa suamimu kini tengah berselingkuh bukan?"
Seperti tersambar petir, Hana kembali mengingat bahwa benar Jaehyun berselingkuh darinya.
"Benar ataupun tidak itu bukan urusanmu brengsek!" Hana berlalu pergi dari sana meninggalkan Taeyong yang hanya diam menatap tubuh Hana yang semakin lama semakin lenyap dari pandangannya
Drrrttt!!
Ponsel Taeyong bergetar, melihat ada telpon masuk di sana menampilkan nama Bae Yun Hee di ponsel pintar itu. Tanpa pikir panjang Taeyong kemudian mengangkat telpon dari Yun Hee.
"Halo. Ada apa Yun Hee-ssi?"
"Kau bisa kesini sekarang?"
"Eoh, aku kesana sekarang."
Panggilan pun berakhir, Taeyong pergi dari sana dengan mobilnya untuk menuju kerumah Yun Hee. Butuh waktu sekitar 30 menit dari tempat Taeyong sekarang untuk menuju ke kediaman Yun Hee.
Singkat cerita kini Taeyong sudah sampai di rumah Yun Hee atau lebih tepatnya adalah sebuah apartemen. Taeyong memakirkan mobilnya dan berjalan menuju unit Yun Hee, namun di perjalanan ia berpapasan dengan Jaehyun yang terlihat begitu emosional dan sebelumnya ia melihat Jaehyun yang tengah terduduk menunggu di depan unit Yun Hee.
__ADS_1
Tetapi Jaehyun tidak sadar bahwa ada Taeyong di sana, karena saking fokusnya Jaehyun pada pandangan ke depan. Taeyong kembali berjalan tanpa menghiraukan Jaehyun, ia sedikit bergegas karena mendengar Yun Hee yang sepertinya membutuhkannya.
Sampailah Taeyong di sana, ia memencet bell dan tidak lama Yun Hee membukakan pintu. Taeyong melangkah masuk dan ia sedikit terkejut karena Yun Hee memeluknya dengan erat begitu saja. Taeyong hanya diam terpaku tak menolak namun tidak juga membalas pelukan Yun Hee.
Yun Hee yang tersadar langsung meminta maaf pada Taeyong.
"Maaf." Ujar Yun Hee sedikit membungkukkan tubuhnya.
"Kau kenapa?" Tanya Taeyong langsung pada intinya.
"Ah duduk dulu Taeyong-ssi biarkan aku membuatkan mu minuman."
Taeyong menahan Yun Hee. "Tidak perlu! Kamu bisa mengatakan apa masalahnya."
Yun Hee menatap Taeyeon. "Tolong aku.."
"Apa yang bisa aku bantuin Yun Hee-ssi?"
Yun Hee menghela nafas. "Besok aku akan pergi keluar negri.."
Taeyong mengangkat sebelah alisnya. "Keluar negri?"
Yun Hee hanya mengangguk.
"Lalu?"
"Aku ingin kamu menghalangi Jaehyun bagaimanapun caranya, ia sudah tau bahwa aku akan pergi.."
"Aku tidak yakin.."
"Kumohon Taeyong-ssi.."
Taeyong memegang kedua bahu Yun Hee. "Kau yakin dengan keputusan mu ini Yun Hee-ssi? Kau yakin tidak akan menyesal suatu saat nanti?"
__ADS_1
Lagi lagi Yun Hee mengangguk dengan lemah. "Aku tidak ingin terus menerus bersama dengan Jaehyun, itu berarti aku akan terus menerus menyakiti hati istrinya.."
Taeyong memeluk Yun Hee. "Baiklah akan aku bantu.."