
Tidur ku terusik, saat indra penciuman ku mencium bau dari luar kamar. Aku meregangkan otot otot ku yang terasa kaku, lalu perlahan membuka mata ku dan di sambut oleh cerahnya matahari pagi.
Sungguh menenangkan.
Saat menoleh ke arah sebelah, sudah tidak ada siapa-siapa di sana. Aku menyimpulkan mungkin Jaehyun sudah pulang? Bukan kah sudah biasa seperti itu, ia akan menginap di sini dan paginya ia akan pulang menemui keluarganya yang ia sayangi itu.
Lupakan. Aku menyibak selimut dari tubuh ku sebelum aku benar benar bangun dari tempat tidur. Aku berjalan keluar kamar dengan sesekali menguap kebiasaanku setelah bangun tidur.
Oh apa ini? Jung Jaehyun sedang sibuk menyiapkan sarapan, aku pikir mungkin dia sudah pulang dan menyuruh orang untuk memasak sarapan untuk ku. Aku hanya menatapnnya yang kini tengah sibu dengan urusannya tanpa mengatakan satu patah katapun, biarkan aku menonton momen yang sangat langka ini.
Jaehyun berbalik ke arah ku, ia sempat terkejut kemudia senyuman terulas di wajah tampannya itu. Aku pun membalas senyuman itu, Jaehyun seperti benar benar milikku saat sedang seperti ini.
"Selamat pagi sayang?" Sapanya, yang kulihat Jaehyun kembali seperti Jaehyun yang pertama kali aku kenal. Tepatnya 3 tahun yang lalu?
Aku tersenyum tipis. "Pagi Jaehyun-ssi." Lalu aku berjalan menuju meja makan dan duduk.
"Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, semoga kau suka.." Ujarnya lalu menyusulku duduk di hadapanku.
Aku hanya mengangguk, lalu aku mengambil sendok dan mencoba kuah samgyetang yang Jaehyun buat pagi itu. Baru kali ini aku merasakan rasanya di masaki oleh priaku. Oh tolong untuk hari ini saja biarkan aku menganggapnya milikku seutuhnya.
Slrupp!
"Woah! Ini sangat enak Jaehyun-ssi." Ujarku lalu memulai memakan sarapan yang Jaehyun buat dengan lahap, aku tidak bohong! Ini memang enak, enak sekali! Kebetulan aku juga tahu bumbu rahasia yang bisa membuat makanan terasa enak.
Senyuman Jaehyun. Hehe
Sangat menyenangkan bisa makan seperti ini berdua dengannya, bukan tidak pernah. Hanya saja kita lebih banyak menghabiskan waktu saat kita makan itu di restoran mahal. Ini momen langka! Jadi aku akan makan dengan tenang dan melupakan sejenak siapa aku dan siapa lelaki yang ada di hadapanku kini.
"Kau mendapatkan semua bahan ini dari mana?" Tanyaku.
"Tidak mungkin kan dari kulkasmu atau lemarimu?" Jaehyun mengejek membuatnya mendapatkan tatapan sisnis dariku, tetapi dia hanya tertawa. Lucu! "Aku menyuruh sekertaris pribadiku membelikan semua bahan, dan tentu saja mengisi penuh kulkasmu. Dan satu lagi! Mi instan koleksimu itu sudah ku ganti dengan makanan lain." Jelasnya.
Mataku membulat. "Kau kemana kan mi instan kesayanganku Jung Jaehyun?" Oh ayolah, saat aku sedang stress tingkat laparku naik dan hanya mi instan lah teman setiaku saat lapar. Apa ini? Di buang!
__ADS_1
"Aku buang." Ujarnya enteng.
Aku mengerucutkan bibirku. "Ahh! Itu teman laparku Jaehyun-ssi..." Rengekku. Tunggu! Apa baru saja aku mengeluarkan sisi kekanak kanakkanku di hadapan Jaehyun?
Tidak! Terus terang saja, sudah 3 tahun menjalani hubungan bersama Jaehyun baru kali ini aku benar benar menunjukan sisiku yang seperti ini. Apakah Jaehyun akan jijik melihat kelakuan anehku?
Jaehyun membelai rambutku sebentat sembari terkekeh membuat jantungku berdegup tidak beraturan. "Makanan seperti itu tidak baik untuk kesehatan Yun Hee-ssi, kau harus makan makanan yang sehat mulai sekarang.."
Diam, hanya itu yang bisa aku lakukan. Aku menatap perlakuan Jaehyun yang bisa berubah hanya semalam. Kau tau Jaehyun? Kau lagi lagi membuatku terperangkap di penjara cintamu. Aku semakin tidak bisa menemukan jalan keluar lagi di hatimu, selain kau yang meminta aku untuk keluar dari sana.
"Kau.. Apa kau sakit Jaehyun-ssi?" Tanyaku, hanya memastikan.
"Tidak. Kenapa?" -Jaehyun.
"Kepalamu.." Aku memegang kepalaku. ".. tidak terbenturkan semalam?" Lanjutku.
Ia malah terkekeh dengan pertanyaan ku yang konyol. "Kau lupa?" Kini ia malah bertanya balik padaku.
Aku memiringkan kepalaku tak yakin. "Ya? Lupa apa?" Tanyaku bingung.
Ah benar! Aku baru ingat dari omongan konyolku semalam. Aku meminta Jaehyun untuk tinggal lebih lama di sini. Tetapi sikap Jaehyun yang seperti ini, aku ragu jika hanya itu alasannya melakukan hal hal manis seperti ini. Ia melakukan hal ini seolah ia akan pergi meninggalkan ku.
Jika benar, apa kau siap Bae Yun Hee?
Apapun itu, jika memang yang terbaik untuk Jaehyun dan untuk ku juga, aku akan dengan ikhlas melepas Jaehyun, dan membiarkan ia bahagia bersama keluarga kecilnya. Sampai saat itu tiba, akan ku simpan dari memori ku bahwa aku pernah mencintai lelaki yang seharusnya tidak aku cintai bahkan berharap menjadi milikku.
"Lupakan itu. Kau bisa pulang Jaehyun-ssi.." Aku merasa bersalah sungguh!
Jaehyun menggelengkan kepalanya sembari tersenyum. "Tidak! Kau tidak perlu khawatir Yun Hee-ssi aku sudah mengatur semuanya supaya aku bisa tinggal lebih lama di sini." Ujarnya meyakinkan ku.
Aku hanya mengangguk mengerti, dan melakukan semuanya seperti orang bodoh yang tidak tahu apa apa. Maaf aku pinjam suamimu hari ini, maafkan aku..
*****
__ADS_1
"Kau yakin akan keluar Jaehyun-ssi?" Tanyaku. Bagaimana aku tidak bertanya tanya, secara mendadak Jaehyun mengajak ku begitu saja untuk pergi keluar bahkan tanpa rencana atau diskusi padaku terlebih dahulu.
"Memangnya kenapa?" -Jaehyun.
"Di luar sana mungkin banyak orang yang mengenal mu, bagaimana nanti jika ada orang yang kau kenal lalu menanyakan aku ini siapa. Kau mau jawan apa?" Jelasku.
"Ck! Kau terlalu bawel Yun Hee-ssi..!" Jaehyun malah mencubit hidungku, apa aku menggemaskan? Hehe.
"Sudah ayo kita harus pergi sekarang." Ujarnya lalu meraih tanganku dan menggandengnya.
Aku hanya diam saja mengikuti perintah Jaehyun, bahkan aku memang tidak bisa menolak bukan? Selama Jaehyun mengajakku untuk jalan jalan akan aku ikuti, asal ia tidak bertindak bodoh saja. Aku hanya takut jika dia melakukan di luar nalarku.
Akhirnya aku dan Jaehyunpun kini sudah berada di dalam mobil, suasana dalam mobil sangat tenang. Baru kali ini juga aku merasakan naik mobil pribadi Jaehyun, biasanya Jaehyun selalu membawa mobilkku yang memang sengaja ia beli untukku.
Mau bagaimanapun aku melihat Jaehyun, tidak ada yang bisa aku tebak dari perlakuan Jaehyun yang sekarang. Ia memang terlalu sulit untuk di tebak, terkadang ia bersikap sangat acuh tetapi sekarang ia bersikap seolah ia memang mempunyai aku dalam hidupnya.
Mungkin ia menyadari saat aku menatapnya dengan sendu, bukan maksudku untuk terlihat sedih, hanya bingung dengan sikap Jaehyun yang bisa berubah ubah.
"Kenapa kau menatap ku begitu, hm?" Tanyanya, entah kenapa ku rasa suara ini sangat lembut dan nyaman sekali aku mendengarnya.
Aku kembali menatap lurus. "Ah tidak ada!" Ujarku.
Secara tiba tiba saja tangan Jaehyun meraih tanganku dan menggenggamnya cukup erat, sampai aku berharap genggaman tangan ini tak pernah terlepas. Aku menggenggam balik tangan Jaehyun, entah mengapa ini sangat menenangkan seolah Jaehyun memberi pelukan hangat padaku yang pada nyatanya hanya sebuah genggaman yang sangat jarang sekali kami lakukan.
Jung Jaehyun kau ini kenapa?
"Terima kasih..." Tiba tiba saja kata kata itu di lontarkan oleh Jaehyun membuatku secara otomatis menoleh ke arahnya.
"Untuk apa?" Tanyaku yang memang tak paham apa maksudnya.
Dia tersenyum ke arahku. "Menemaniku selama tiga tahun.."
Aku mengerutkan dahiku, sungguh aku tidak mengerti apa maksud dari lelaki jangkung ini. "Maksudmu...?" Aku bertanya tak yakin pada Jaehyun.
__ADS_1
"Pokoknya kita nikmati saja hari ini.." Ia tersenyum lagi, jelas sekali ada maksud dari senyuman yang Jaehyun lakukan. Tetapi aku tidak tahu pasti apa itu! Apa kah aku akan benar benar di tinggalkan olehnya? Atau apa? Jaehyun benar benar membuatku tidak tahu harus berbuat apa karena sikapnya seperti ini.
Manis namun membingungkan