Orang Ketiga Jung Jaehyun

Orang Ketiga Jung Jaehyun
5. Tempat bertemu


__ADS_3

Akhirnya aku dan Jaehyun sampai! Kalian tahu Jaehyun membawa ku kemana? Ke tempat yang mungkin tidak kalian bisa dengan mudah tebak.


Perpustakaan.


Memang kedengarannya aneh, namun aku mengerti kenapa Jaehyun memilih membawaku ke sini. Selain perpustakaan suasananya sangat tenang dan tidak terlalu ramai, ini juga tempat aku dan Jaehyun pertama kali bertemu tepatnya tiga tahun yang lalu. Aku akan sedikit bercerita tentang pertemuanku yang tidak sengaja itu dengan Jaehyun.


Flashback!


Siang itu aku dari rumah ku tengah bersiap untuk menuju perpustakaan, tujuanku tentu saja saat itu membuat novel karyaku dan mendalami tentang cara menulis novel yang baik. Tenty saja itu sebelum aku akhirnya di rekrut oleh perusahaan penerbit.


Aku ingat sekali siang itu terik matahari menusuk nusuk seluruh tubuhku karena sinarnya yang terlalu cerah. Bahkan aku juga ingat bahwa aku menaik bus menuju keperpustakaan itu padahal jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahku, salahkan panas matahari membuatku enggan berjalan!


Singkat cerita aku pun sampai di perpustakaan itu dan mulai memasukinya. Perpustakaan saat itu sedang sangat sepi entah kenapa. Padahal biasanya di sana ramai sekali yang datang. Aku pun terus menelusuri semua rak rak buku di sana sampai aku menemukan buku buku yang aku cari.


Sampai akhirnya aku mendapatkan semua yang aku inginkan, aku pun bergegas mencari tempat duduk yang posisinya pas dengan ke inginan ku. Namun sayang sekali tempat yang biasa aku tempati nyatanya sudah di tempati oleh orang lain. Akhirnya akupun mengalah dan hendak mencari tempat duduk yang lain, sampai suara itu menghentikan langkahku.


"Kau mau duduk di sini?" Tanya orang itu membuatku kembali berbalik ke arahnya dan mengangguk seraya dengan senyumanku.


Jangan terlalu heran mengapa ia bisa berbicara di sana, selain dia berbicara dengan nada pelan di sana juga memang sedang sepi. Kalian tidak lupa bukan?


"Tapi sayang sekali tempat duduk ini sudah aku tempati.." Ujarnya dengan nada mengejek dan senyuman yang kala itu aku tidak suka.


Mengesalkan! Batinku.


Akhirnya aku memutuskan untuk mencari tempat duduk yang lain dan aku mencari yang jauh dari orang aneh tadi. Di dalam hatiku sudah meracau tak jelas karena kesal melihat manusia seperti itu, yang ku kira ia akan mengalah ternyata ia hanya ingin mengejekku. Dasat aneh!


Akupun duduk dan mulai membaca dan memperaktekan dasar dasar membuat novel, sangat rumit sih. Namun karena besarnya tekat ku dan juga keingginanku yang kuat, aku akhirnya menyelesaikannya dengan semangat.


Memang belajar apapun harus mempunyai bekal niat dan kemauan.


Tuk!

__ADS_1


Ada yang memberikan minuman untukku, tetapi begitu ia menaruhnya ia langsung pergi. Tetapi dari postur tubuh dan juga pakaian sepertinya tidak asing, tapi.. Ah! Aku baru ingat. Orang yang tadi mengejekku tiba tiba memberiku satu buah minuman kaleng yang juga berisi catatan kecil yang menempel di sana.


"Silahkan tempati aku sudah bosan."


Isi catatan itu. Yang membuatku bingung adalah, untuk apa ia harus sulit sulit memberi tahuku bahwa ia sudah tidak lagi menempati tempat duduk itu? Dan juga kalimat yang di tulis olehnya sangat mengesalkan. Mungkin kepribadiannya memang seperti itu, menyebalkan.


Keesokannya aku kembali lagi ke sana. Tidak ada pikiran apa apa lagi tentang orang aneh yang kemarin, lagi pula ia seorang lelaki. Tidak mungkin bukan dia akan setiap hari datang ke sana, apa lagi dia juga tidak terlihat tipe yang kutu buku.


Lagi lagi di sana sepi, aku pikir mungkin hari itu sepi karena ini jam jam anak sekolah dan kuliah. Lupakan saja! Aku kembali menyelesaikan rutinitasku seperti kemarin, dan benar saja lelaki aneh itu tidak ada. Jadi aku dengan leluasa duduk di tempatku biasanya.


Ahh.. Disana sangat nyaman.


Singkatnya, saat aku tengah asik dengan kesibukanku seseorang duduk di hadapanku membuat aku otomatis melihat ke arahnya. Orang itu lagi! Aku tidak menghiraukannya untung saja aku menggunakan headset di telingaku jadi keberadaannya pun tidak mengusik kenyamanan dan ketentraman ku.


Namun secara tiba tiba ia mengambil sebelah headsetku dan memakainya di sebelah telinga dia. Dia sungguh benar benar aneh, padahal sudah mendapat tatapan tajam dariku ia masih saja memasang wajah tersenyum yang mengesalkan.


Tetapi berkat itu, aku dapat melihat jelas ketampanan lelaki itu di hadapanku. Iya Jaehyun kala itu sangat polos dan segar. Aku tidak yakin, tetapi aku melihatnya seperti itu saat itu. Aku terpana sejenak dengan ke tampanannya hingga akhirnya aku sadar dan mengambil kembali sebelah headsetku yang ia kenakan dan berdiri meninggalkannya dengan tatapan tak suka.


Ia mengisyaratkan aku untuk kembali duduk, dan aku seperti tersihir membuatku mengikuti perintahnya dan kembali duduk. Aku menatapnya gugup saat itu aku taku Jaehyun adalah orang jahat.


"Maaf, tetapi bisakah kau menemaniku di sini?" Ujarnya, kini raut wajahnya berubah menjadi sendu.


Aku terhipnotis dengan kemenawanannya wajah Jaehyun, aku menurutinya. Seperti orang bodoh, tetapi saat kami mengobrol Jaehyun ternyata sangat asik juga. Pandanganku yang buruk terhadapnya lenyap hanya dengan mengobrol dengannya. Kami saling berkenalan dan menceritakan hal hal random di sana.


"Kau mau dengar ceritaku?" Ujar Jaehyun.


"Boleh."


Tetapi ia malah diam tak berbicara sepatah katapun.


"Mengapa kau diam?" Tanyaku.

__ADS_1


"Karena tidak ada yang harus ku ceritakan." Aneh, tetapi aku merasa Jaehyun seperti ada hal yang ingin ia sampaikan namun ia terlihat bimbang.


"Tidak apa apa jika sulit." Ujarku.


Ia hanya tersenyum, namun di balik senyuman itu seperti banyak luka. Apa ini yang di sebut, senyum sedih?


Hari berlalu, sudah beberapa hari ini saat aku pergi ke perpustakaan itu Jaehyun tidak terlihat. Jujur, aku kehilangan dia saat ia tidak ada seperti ini. Aku rindu saat dia menjailiku, kemana sebenarnya dia?


Satu bulan kemudian, aku kembali lagi kesana seperti biasa. Namun, sosok dirinya yang sekarang tidak pernah muncul lagi membuatku sedikit berharap hari ini aku akan bertemu dengannya, tak masalah di manapun intinya aku ingin bertemu dia.


Ternyata Jaehyun tidak datang juga saat itu. Tak lama aku di perpustakaan itu hanya hitungan jam, aku memilih pulang karena lelah juga semalaman bergadang menonton acara kesukaanku. Kali ini aku berjalan kaki, karena musim sudah berganti sedikit lebih mendung dari biasanya.


Sebelum aku pulang, aku mampir dulu ke tempat cake. Karena stress aku ingin memakan makanan manis membuat stresku hilang walau tidak sepenuhnya.


Akupun kembali pulang.


Saat aku berada tak jauh dari tempat tinggalku, ada seorang membelakangiku berdiri tepat di depan pintu tempat tinggal ku. Aku curiga, tetapi aku tetap melangkahkan kakiku mendekat ke sana.


Sampai akhirnya. "Siapa..?" Ujarku, ia berbalik dan ternyata itu Jaehyun. Ia memelukku erat sekali aku yang bingung hanya terdiam dengan perlakuan Jaehyun padaku.


"Aku merindukan mu!" Ujarnya masih dengan memelukku.


Aku terdiam tak bisa berkata apa apa, tetapi saat itu lah Jaehyun menyatakan cintanya padaku. Tentu saja aku tidak langsung menerimanya, butuh waktu dua minggu aku mengenal sosok jung Jaehyun. Sampai aku menerima cintanya, dan tidak terasa sudah tiga tahun kami berhubungan semu ini.


Flashback berakhir!


Kami melanhkahkan kaki memasuki perpustakaan itu, aku berjalan di belakang Jaehyun lebih jauh. Tidak ada yang menyuruhku, hanya saja aku tahu diri dengan menempatkan posisi siapa aku.


"Yun Hee-ssi!" Panggil seseorang dari balik tubuhku, membuat aku dan Jaehyun menoleh.


Sial! Itu Taeyong!

__ADS_1


__ADS_2