Orang Ketiga Jung Jaehyun

Orang Ketiga Jung Jaehyun
25. BUAH SIMALAKAMA


__ADS_3

"Kau lebih cantik dari yang ku bayangkan Bae Yun Hee-ssi.." Ujar Hana pada Yun Hee.


Benar, kalian tidak sedang salah membaca nama. Entah bagaimana akhirnya mereka di pertemukan. Tidak! Sebenarnya Hana yang menghubungi Yun Hee lebih dulu dan mengajaknya untuk bertemu. Kalian pasti sudah tau bagaimana ekspresi Yun Hee ketika ia tahu bahwa yang menghubungi nya adalah istri dari Jung Jaehyun.


"Terima kasih." Hanya itu yang mampu Yun Hee jawab.


Hana hari ini terlihat lebih tenang, tatapannya begitu tenang seperti sungai tanpa arus. Begitupun dengan Yun Hee ia diam tak berbicara apapun lagi setelahnya. Yun Hee lebih memilih untuk menunggu kata kata dan cacian cacian yang akan keluar dari mulut Hana.


Hana menghela nafas. "Aku tidak suka menjatuhkan harga diriku!"


Perkataan Hana itu sontak membuat Yun Hee mengerutkan dahinya bingung.


"Aku kesini tidak untuk mengajakmu bernegosiasi atau memperebutkan Jung Jaehyun. Aku hanya ingin bertanya satu hal padamu." Kini tatapan serius menusuk Yun Hee.


Yun Hee tidak mengatakan apapun, ia hanya menatap Hana dengan tatapan bertanya. "Kau mencintai Jung Jaehyun?" Sontak pertanyaan itu membuat Yun Hee kaget bukan main. Ini serangan bukan pertanyaan dalam hati Yun Hee.


Yun Hee tidak menjawab, ia tertunduk tak tahu harus menjawab apa. Apakah pertanyaan sesimple itu Yun Hee bisa menjawab. Mau bagaimana pun Yun Hee mencintai Jaehyun ia tidak mau sampai Jaehyun kehilangan segalanya hanya karena dirinya. Ia tidak setamak itu, namun kini Yun Hee hanya sedang di kuasai oleh kuatnya cinta. Bahkan ia tak tahu mana yang benar mana yang salah.


"Yun Hee-ssi kau tidak akan menjawab ku?" Hana menuntut jawaban.


"Benar! Aku mencintai Jaehyun.." Kepala Yun Hee tertunduk dari sekian lama akhirnya ia berani menjawab pertanyaan Hana.


Hana mengangguk mengerti. "Kau tahu Jaehyun sudah mempunyai istri dan anak?"


Yun Hee mengangguk. "Awalnya aku tidak tahu.. sampai akhirnya aku mengetahui semuanya."


"Tapi kau masih tetap bertahan?"


Yun Hee mengangguk lagi.


"Begitu besar cintamu pada Jaehyun, membuatmu buta? Kau cantik, seharusnya kau bisa mendapatkan lelaki lain yang masih sendiri."

__ADS_1


Yun Hee hanya diam.


"Aku mengerti! Kalian berdua saling mencintai. Tidak ada pembelaan darimu dan juga sangkalan. Jaehyunpun seperti itu. Sebenarnya aku sudah tau perselingkuhan kalian, tetapi aku hanya melihat sampai kapan kisah cinta terlarang kalian. Ternyata selama itu! Aku tidak menyangka." Hana tersenyum pahit. "Akan aku pastikan Jaehyun menjadi milikmu seutuhnya." Hana hendak berdiri dan pergi dari hadapan Yun Hee tetapi kata kata Yun Hee membuat Hana mengurungkan niatnya.


"Kau ingin menyerah?" Hana menatap Yun Hee dengan heran.


Yun Hee menatap Hana. "Sedari awal aku yang menjadi serangga kecil di rumah tangga kalian. Kau tidak boleh segampang itu meninggalkan rumah itu dan menjadikan serangga ini penguasa rumah mu."


Hana kembali duduk.


"Aku tahu semua tentangmu Hana-ssi, semua.. kau tak perlu mengalah untukku, karena dari awalpun ini bukan tempatku." Yun Hee menggigit bibir bawahnya. "Jika kau tak keberatan, aku ingin meminjam Jaehyun hari ini. Hanya satu hari ini, selepas itu aku akan pergi menghilang dari kalian berdua."


"Yun Hee-ssi..."


Yun Hee tersenyum. "Aku akan ke Kanada besok pagi pagi sekali. Aku sudah memberitahu sekertaris Jaehyun untuk tidak mencari tahu apapun tentang ku, ku mohon kau pun begitu. Setelah kepergian ku, kau harus baik baik bersama Jaehyun. Kata kata ku ini mungkin menyinggung mu." Yun Hee menghela nafas. "Tetapi sebenarnya Jaehyun bukan lelaki seberengsek itu. Ia masih menyayangi Yu Bin, selalu mendahului mu di bandin denganku, sebenarnya Jaehyun menyayangi kalian, namun dengan adanya diriku di sampingnya membuatnya bingung."


Yun Hee memegang tangan Hana. "Aku titip dia." Yun Hee tersenyum dan melepaskan genggamannya lalu pergi berlalu begitu saja dari hadapan Hana.


"Eoh?"


"Bisa kita bertemu?"


"Tentu! Aku akan ke rumahmu sekarang."


Singkat cerita kini Jaehyunpun sudah datang ke kediaman Yun Hee. Yun Hee yang antusias sudah menunggu di depan pintu menyambut Jaehyun datang, begitu orang yang ia tunggu datang. Yun Hee langsung memeluk Jaehyun dengan erat, dan berprilaku manja sekali pada Jaehyun.


"Kau merindukanku?" Tanya Jaehyun.


Yun Hee hanya mengangguk sembari masih memeluk tubuh kekar milik Jaehyun.


"Aku sudah memasakkan makanan kesukaan mu!" Dengan wajah bangga Yun Hee memberi tahu Jaehyun.

__ADS_1


"Benarkah? Kalo begitu bagaimana kalo kita makan, aku lapar." Ujar Jaehyun


Yun Hee tertawa. "Ayo! Ayo!"


Kini mereka berduapun sudah duduk berhadapan di meja yang sama. Menikmati hidangan yang di siapkan untuk Jaehyun khusus hanya untuknya. Jaehyun tidak menyadari bahwa ini adalah kali terakhir nya bisa bersama duduk berdua, berbincang, bercanda, dan melihat tawa dan senyum manis dari Yun Here.


Yun Hee memandang Jaehyun penuh makna, ia sedih harus menerima kenyataan bahwa hubungan yang ia rajut bersama dengan Jaehyun adalah hubungan semu belaka. Pandangan Jaehyun dan Yun Hee bertemu, Yun Hee refleks memberikan senyum terbaik di hadapan Jaehyun. Jaehyun pun melakukan hal yang sama, ia tersenyum dan mengelus puncak kepala Yun Hee.


Seketika di pikiran Yun Hee terbesit satu kenyataan pahit. "Jika aku bersama terlau lama dengan Jaehyun hari ini, mungkin Hana yang sedang menunggunya di rumah akan sangat terluka batinnya..! Aku akan mempersingkat permintaan ku dan jauhi lelaki ini secepat mungkin." Gumam Yun Hee dalam hatinya.


Selepas mereka berdua selesai menghabiskan hidangan makan malam itu, kini Jaehyun dan Yun Hee tengah terduduk di sofa berdua. Yun Hee kini tengah bersandar di bahu Jaehyun dengan rasa nyaman.


"Yun Hee-ya.." Panggil Jaehyun dengan lembut.


"Eum?" Sahut Yun Hee.


"Apa kau berencana untuk meninggalkan ku?" Satu kalimat pertanyaan yang sontak membuat mata Yun Hee membulat. Tetapi Yun Hee tidak yakin bahwa Jaehyun tau ia akan meninggalkan Jaehyun dan pergi sejauh mungkin darinya.


"Tidak." Yun Hee berusaha terlihat natural supaya Jaehyun yakin bahwa Yun Hee tidak berbohong.


Jaehyun tertawa.


Yun Hee membenarkan posisinya dan duduk menghadap Jaehyun. "Kenapa kau tertawa?"


"Kau sangat tidak pandai berbohong." Ujar Jaehyun tanpa ekspresi.


"Jaehyun-ah..."


"Akan ku pastikan kau tidak akan bisa pergi kemanapun!" Setelah mengatakan itu, Jaehyun beranjak dari sofa dan pergi dari sana. Ia tak perduli dengan Yun Hee yang kini hanya duduk terdiam tak percaya bahwa Jaehyun mengetahui rencananya.


Tanpa sadar, satu buliran air mata terjatuh tanpa izinnya. Yun Hee menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan mungilnya, ia menangis sejadinya. Tak tahu harus bagaimana, yang jelas kini Yun Hee seperti makan buah simalakama.

__ADS_1


Yun Hee terisak, perih di dadanya tidak bisa ia pendam lagi. Tidak mengerti dengan perasaannya yang begitu labil. Di satu sisi Yun Hee sangat ingin bersama Jaehyun namun ke adaan di antara mereka berdua tidak memungkinkan hal itu bisa terjadi, di sisi lain Yun Hee tidak bisa membawa dirinya ketempat di mana ia akan terbebas dari sosok Jaehyun dan rasa sakit yang ia hadapi sekarang. Hanya ada satu penyebabnya yaitu cinta yang sudah terlanjur dalam yang kini bermekaran menjadi mawar yang penuh duri. Indah namun berdarah..


__ADS_2