Orang Ketiga Jung Jaehyun

Orang Ketiga Jung Jaehyun
2. Hadirnya


__ADS_3

Drrrrrrt


Drrrrrrt


Drrrrrrt


Suara getaran yang berasal dari ponsel Jaehyun mengusik tidur ku dan juga Jaehyun. Aku dan dia yang masih setengah sadar memerjapkan mata yang masih terasa berat itu, tubuh kami pun masih sama sama ***** yang di perhangat oleh tubuh Jaehyun dan juga selimut yang menutupi separuh badan aku dan jaehyun. Jaehyun yang sadar bahwa itu ponselnya yang bergetar bergegas meraih ponselnya dan sesekali berdehem untuk menyamarkan suara khas seorang yang bangun tidur.


"Halo?" Sapa Jaehyun pada seorang di sebrang sana.


"Halo papah?" Terdengar sapaan anak kecil yang aku bisa tebak adalah Jung Yun Bin anak Jaehyun.


Jaehyun melirik ke arah ku sebentar lalu bangun dan duduk di bibir kasur sebelum melanjutkan pembicaraannya.


"Halo sayang, ada apa?"


Seketika pertahanan hidup ku hancur di terpa badai kenyataan bahwa lelaki itu bukan milikku sepenuhnya. Aku memutuskan untuk beranjak dari tempat tidur dan mandi. Aku tidak mau mendengar lebih banyak lagi, manisnya Jaehyun dengan keluarga kecilnya.


Air mata yang tak terbendung mengalir bebas tanla ijin. Aku yang sedang menatap diri ku di pantulan kaca hanya bisa miris dengan nasib yang aku terima. Setiap hari aku bertanya-tanya mengapa harus dia? Mengapa harus seorang pria memiliki istri dan anak. Mengapa?


Aku menyalahkan keran air di wastafle aku menangis terisak dan berharap tidak siapapun mendengar begitupun dengan Jaehyun.


Tok!


Tok!


"Yun Hee-sii?" Panggilnya dari balik pintu, aku masih bisa mendengar.


"Ada apa Jaehyun-sii?" Tanya ku setelah ku mematikan keran air itu.


"Aku harus pulang, Yun Bin menunggu ku." Bak di sambar petir, aku menahan segala rasa sakit yang aku rasa. Membayangkannya saja membuat ku lemah tak tahu harus bagaimana.


"Iya." Jawab ku kemudian.


"Kau tidak apa apa kan sayang?" Tanya nya lagi. Sunggu aku benar benar sakit Jung Jaehyun!


"Tidak! Pergilah." Kataku.


"Saranghae Yun Hes-ssi!"


"Eoh." Hanya itu yang aku mampu katakan pada Jaehyun.


Aku mendengar suara pintu tertutup, tiba-tiba kaki ku lemas tak mampu lagi menopang bobot badan ku. Aku benar-benar bodoh mencintai dia! Padahal setiap harinya aku hanya menerima rasa sakit, tetapi mengapa aku belum juga bisa sepenuhnya merelakan rasa sayang ku ini untuk dia. Aku dan Jaehyun benar-benar tidak akan bisa bersama, tidak akan! Wanita mana yang rela suaminya menikah dengan wanita simpanan.

__ADS_1


Terkadang aku bertanya pada diri ku sendiri, untuk apa menjalani hubungan yang tidak sehat seperti ini? Di saat ia sedang bersenang-senang dengan istri dan anaknya di rumah, aku di sini hanya bisa menunggu kabarnya yang tak pasti. Selalu menjadi nomor dua di kehidupannya, dan tidak akan pernah menjadi yang pertama selama aku masih menjadi simpanannya.


Tolong sadarkan dirimu Bae Yun Hee, cinta ini perlahan membuatmu hancur!


*****


Hari ini aku sedang sibuk membuat novel, novel tentang percintaan yang begitu rumit. Sama halnya dengan persoalaan percintaanku saat ini, benar benar rumit seperti benang kusut.


Aku mencari inspirasi di ruang terbuka seperti cafe, aku sengaja menjadikan cafe tempatku berpikir untuk menghilangkan stress jika aku menulisnya di tempat sepi seperti rumahku.


Cafe saat itu tidak sedang ramai pengunjung namun tidak juga sepi pengunjung, cukup ramai tapi suasana tetap tenang cocok sekali untuk ku yang tengah mencari inspirasi untuk novel yang akan aku tulis.


Aku memang bukan penulis novel terkenal, namun popularitas ku cukup untuk membuat novel yang aku buat laku di pasaran. Aku menandatangani kontrak dengan penerbit, jadi itu lah aku tidak bisa seenaknya membuat novel dengan plot yang asal asalan dan terkesan tidak nyambung.


Sudah dua hari berlalu, tetapi Jaehyun belum juga memberi kabar untuk ku. Namun, aku berusaha sebisa mungkin untuk bersikal biasa saja. Dengan perlakuannya yang seperti ini, setidaknya mampu melatihku terbiasa tanpa dirinya di hidup ku.


Tring!


Bunyi lonceng yang di pasang di pintu cafe itu, sesekali aku menoleh ke arah pintu karena refleks mendengar bunyi itu. Tidak ada yang menarik, sampai akhirnya saat seorang masuk ke dalam Cafe, pandangan mataku dan juga mata lelaki yang baru saja datang itu bertemu. Aku langsung kembali mengalihkan pandanganku ke laptop yang sedari tadi setia berada di hadapanku.


Tok!


Tok!


Bodoh.


"Boleh aku duduk di sini?" Tanya nya. Aku spontan melirik di sekitar dan mendapati masih banyak kursi yang kosong yang tentu saja siapapun bisa tempati, kenapa orang ini malah memilih untuk duduk bersama ku? Apakah ini orang jahat? Banyak sekali orang tampan di luar sana bertindak kriminal. Tetapi aku tidak boleh berburuk sangka, aku pun dengan senyum canggung mengangguk mengiyakan pertanyaan lelaki tadi.


Ia pun duduk, lalu tersenyum.


"Perkenalkan nama ku Lee Taeyong." Sembari mengulurkan tangannya lelaki bernama Taeyong ini memperkenalkan namanya.


Aku dengan senyum canggungku membalas uluran tangannya. "Aku Bae Yun Hee."


"Senang berkenalan dengan mu Yun Hee-ssi." Ia tersenyum, manis sekali.


Mungkin Taeyong ini melihat ke canggungan ku dengan adanya ia duduk di depan ku. Wajahnya pun terlihat merasa bersalah, dan sesekali ia menggaruk tengkuknya.


"Apa kau tidak nyaman Yun Hee-ssi?" Tanya nya kemudian.


Aku menggoyang goyangkan kedua telapak tangan ku. "Tidak! Tidak! Aku hanya canggung karena ini tiba-tiba." Ujar ku lalu tersenyum, kali ini tulus.


"Ah.. Jika kau tidak nyaman aku akan pindah." -Taeyong.

__ADS_1


Saat Taeyong mengatakan itu, pandangan ku dengan seorang yang sudah dua hari itu tidak memberi ku kabar bertemu. Kami saling menatap dengan tatapan dingin, kemudian pandangan ia beralih pada lelaki yang ada di hadapan ku. Saat kukira Jaehyun hanya seorang diri, ternyata seorang wanita masuk dengan mengendong anak di tubuhnya membuat hatiku kembali sepaerti di sayat sayat.


Lihat lah Bae Yun Hee, ia bahagia tanpa adanya dirimu.


Aku kembali melihat ke arah Taeyong, sebisa mungkin aku terlihat bahagia di hadapan Jaehyun, dengan mengajak ngobrol dan bercanda Taeyong yang ternyata ia sangat asik dan juga sopan.


Terima kasih Taeyong.


Entah kenapa saat aku lihat Jaehyun dan keluarga kecilnya sudah tidak ada lagi di sana. Asumsiku, mungkin Jaehyun takut kalau aku akan menghampirinya menanyakan prihal kabar yang tak kunjung ada.


Lupakan Jaehyun!


"Kau tampan sekali." Ups! Persetan dengan bibirku yang tak bisa di tahan.


Melihat Taeyong yang kaget dengan ucapanku aku langsung meminta maaf karena berbicara lancang. Aku tidak mau di anggap pelecehan seksual terhadapnya, padahal ini kali pertamanya aku bertemu dia. Dan aku juga baru kali ini bisa membuka diri ku untuk lelaki lain selain Jaehyun.


Yatuhan Jaehyun lagi.


"Maafkan aku! Maaf! Maaf! Maaf! Aku tidak bermaksud seperti itu.." Kataku dengan wajah memelas.


Lalu Taeyong tertawa. "Hahaha! Tidak apa apa. Kau lucu sekali ya.."


Aku hanya bisa tersenyum canggung lagi di hadapan Taeyong.


"Kau sedang mengerjakan tugas kuliah?" Tanya Taeyong kemudian mencairkan suasana.


"Tidak, aku sedang menulis novel." Jelasku. "Memangnya aku terlihat seperti seorang mahasiswa?" Ujarku lalu memegang kedua pipiku sendiri.


"Oh ya? Aku pikir kau seorang mahasiswa, wajah mu terlihat lebih muda." -Taeyong


Aku tertawa. "Hahaha kau bisa saja, umurku sudah tua tau!"


"Oh ya? Memangnya umur mu berapa?" Tanya nya. "Ah.. Atau aku lancang menanyakan umur mu?" Ujarnya dengan nada tak yakin.


"Tidak apa apa! Umurku 26 tahun. Bagaimana dengan mu?" Aku bertanya balik pada Taeyong supaya terus ada pembicaraan saat itu.


"Umur ku baru saja kemarin menginjak 27 tahun hehe." -Taeyong.


"Wah kau satu tahun lebih tua dari ku." -Aku


"Mau ku panggil oppa?" Kata ku dengan nada bercanda.


Siang itu Taeyong membuat hari ku terasa begitu cepat. Aku mengobrol dengannya, sampai sore kami benar benar lupa waktu saat itu. Banyak hal yang kami bicarakan padahal saat itu aku dan juga Taeyong baru saja kenal. Dari wajah Taeyong memang terlihat bahwa ia terkesan dingin dan cuek, namun setelah aku mengenalnya lebih dekat, Taeyong adalah sosok yang humoris dan hangat. Aku sangat yakin siapapun yang dekat dengannya akan merasakan sensasi mempunyai sahabat dan juga kekasih secara bersamaan. Oh atau hanya perasaanku saja karena aku sedang kesepian? Apapun pokoknya aku sangat berterima kasih padaq Taeyong membuat hari ku di hiasi senyuman dan tawa walau hanya beberapa jam.

__ADS_1


Terima kasih Lee Taeyong.


__ADS_2