Orang Ketiga Jung Jaehyun

Orang Ketiga Jung Jaehyun
20. Saling menyakiti


__ADS_3

Author POV


Hana sudah memasuki kantor besar milik sang suami. Ia berjalan dan sesekali di beri tatapan aneh oleh pekerja di sana, karena ini kali pertamanya Kang Hana istri dari presiden direktur di perusahaan Jung Jaehyun datang mengunjungi suaminya di kantor. Banyak yang tidak tahu wajah asli dari istri Jung Jaehyun hanya sekedar mengetahui bahwa atasan atau bos besar mereka memang sudah memiliki istri.


Hana menyempatkan untuk menghampiri meja resepsionis di sana, ia juga tidak begitu mengetahui kesibukan suaminya ketika di kantor. Hana juga hanya takut bahwa hari itu Jaehyun sedang keluar karena sedang meeting bersama clientnya.


"Permisi." Sapa Hana.


"Iya ada yang bisa saya bantu?" Ujar salah satu wanita berparas menarik yang tak lain adalah resepsionis di sana.


"Ah.. Saya ingin bertemu presiden direktur Jung."


"Sebelumnya sudah membuat janji?" Tidak heran, sedikit di ulang bahwa tak banya yang mengetahui wajah dari istri Jung Jaehyun.


"Belum. Tapi bisa kau beri tahu saja bahwa Kang Hana ingin bertemu dengannya." Ujar Hana dengan senyuman.


"Baik, tunggu sebentar." Ujar si resepsionis itu dengan ramah, kemudian mulai memanggil seseorang dari telepon kantor hanya hitungan detik, ia sudah selesai berbicara dan mulai membuka suaranya pada Hana.


"Beliau sedang ada tamu penting, ibu Hana bisa kesana setelah 10 menit."


Hana mengangguk. "Terimakasih."


"Ibu Hana silahkan tunggu di sana." Si resepsionis itu menunjuk pada kursi tunggu di sana, dan Hana pun menurut dan duduk di sana.


Setelah Hana duduk, ia sesekali melihat jam yang melingkar di tangan kurusnya dan beralih pada tangan sebelahnya yang sedang memegang makan siang yang ia siapkam sendiri untuk sang suami tercintanya. Sepuluh menit berlalu, Hana beranjak dan mulai berjalan menuju lift yang di mana beberapa pegawai tengah menunggu lift juga.


Ting~


Lift terbuka, Hana membiarkan orang orang yang ada di dalam lift itu melangkah keliar terlebih dahulu sampai seorang wanita melawatinya dengan pakaian casual dengan wajah yang tak asing dan juga bau parfum yang terasa tidak asing juga. Namun Hana tidak berpikir apa apa yang ia pikirkan sekarang adalah mengantar makan siang untuk Jaehyun. Hana pun melangkah masuk ke dalam lift dan menekan tombol di mana lantai itu adalah ruangan Jaehyun.


Sampai! Hana dengan perasaan senang berjalan menghampiri ruangan Jaehyun. Ia di sapa oleh sekretaris pribadinya yaitu Doyoung yang membungkuk sedikit badannya dan tersenyum ramah pada Hana.


"Doyoung-ssi." Sapa Hana.


"Selamat datang, nyonya." Doyoung menyapa balik Hana dengan sopan. Doyoung memang kenal dekat dengan Jaehyun dan juga Hana, tetapi jika mereka sedang berada di kantor Doyoung sebisa mungkin bersikap profesional antara atasan dan juga bawahan sepertinya.


"Bagaimana kabar mu? Akhir akhir ini aku jarang melihat mu.." Tanya Hana.


"Baik. Ah Presdir Jung sudah menunggu di dalam." Doyoung mempersilahkan Hana dan membukakan pintu ruangan Jaehyun untuk Hana.


"Terimakasih Doyoung-ssi." Ujar Hana dan dapat anggukan kecil dari Doyoung. Tanpa basa basi lagi, Hana masuk kedalam ruangan Jaehyun dan mendapati suaminya itu tengah membaca beberapa berkas dengan kaca mata, dan juga jas yang ia gantungkan menyisakan kemeja yang ikut membentuk dengan tubuh kekar Jaehyun.


"Eoh? Kau datang?" Jaehyun berdiri dan melepaskan kaca mata yang ia pakai dan menghampiri Hana.

__ADS_1


"Eoh." Balas Hana, kemudian Jaehyun memeluk Hana sebentar.


"Silahkan duduk." Jaehyun dan Hana pun duduk di sofa yang berada di kantor Jaehyun.


"Maaf aku memgganggu mu Jaehyun-ah." Ujar Hana setelah mereka berhasil duduk. "Ah! Aku membawakan makan siang untuk mu." Hana menyodorkan bekal makan siang yang ia buat sendiri di rumah tadi.


Jaehyun tersenyum. "Kebetulan sekali aku belum makan siang. Terimakasih Hana-ya."


Senyuman tergambar jelas dari wajah Hana karena senang. "Sama sama. Kau cuci tangan dulu sana, aku akan menyiapkan makan siang untuk mu."


Jaehyun menurut dan segera keluar untuk menuju toilet. Saat ia membuka pintu dan keluar dari ruangannya ia menghampiri Doyoung. "Bagaimana, dia sudah pulang?" Tanyanya dengan raut wajah cemas.


Doyoung mengangguk, namun wajahnya nampaknya tidak suka pada Jaehyun. "Cepat selesaikan lah Jung Jaehyun! Aku muak terlibat dengan masalah percintaanmu!" Ujar Doyoung ketus.


"Gaji mu akan ku naikan bulan ini."


Setelah mendengar perkataan itu wajah Doyoung berubah menjadi cerah dan kembali tersenyum. "Baik pak presdir Jung. Dia sudah pulang, tetapi tidak ke apartemennya." Jelas Doyoung.


Dahi Jaehyun mengerut."Kemana?"


"Ia bertemu dengan temannya yang bernama Aera."


"Baiklah terimakasih."


*****


"Hai eonnie!" Sapa Yun Hee dengan lambaian tangan.


"Hei! Kenapa kau kesini tiba tiba?"


Bukan menjawab Yun Hee malah tersenyum dan mengaihkan pembicaraan. "Kau sudah makan siang eonnie?"


"Belum. Kenapa?"


"Kau ingin makan siang bersama ku?"


Akhirnya Yun Hee dan Aera pun makan siang bersama di restoran makanan korea sederhana. Bertemankan soju yang kini berada di hadapan mereka.


Yun Hee meraih botol soju hendak menuangkan untuk Aera namun Aera menolak. "Aku harus bertemu pasien Yun Hee-ya..."


"Ah benar aku lupa!"


Aera mengambil alih botol soju itu dan kini ia yang menuangkan soju pada gelas Yun Hee. "Kau ada apa? Tidak biasanya kau datang mengganggu ku di rumah sakit."

__ADS_1


Yun Hee menghela nafas, bahunya terasa berat.


"Apa ini karena Jaehyun itu?" Tebak Aera.


Yun Hee menatap Aera dan sedikit mengangguk ragu.


"Yun Hee-ya, jika kau sudah lelah dan tidak sanggup. Berhenti saja hm?"


Yun Hee menyesap soju sekali tenggak. "Tidak tahu."


"Sudah cukup kau menyakiti diri mu Yun Hee..."


Yun Hee menatap Aera. "Eonnie?"


"Hm?"


"Jika kau jadi aku, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Yun Hee dengan wajah serius dan penasaran.


"Jika aku jadi kau, aku tidak akan meneruskan hubungan yang membuat diri ku sakit hati dan tersiksa. Lelaki yang mencintai ku mungkin banyak di luar sana, jika memang tidak ada. Aku akan lebih memilih untuk sendiri dan menikmati hidup." Aera beranjak dan duduk di sebelah Yun Hee merangkul dan mengelus pundak Yun Hee lembut. "Tetapi ini hidup mu. Lain dengan ku, kau juga punya hak untuk memilih jalan hidup mu sendiri. Jika kau rasa memang masih kuat untuk menjalani hubungan ini, lanjutkan! Tetapi jika kau sudah rasa lelah dan muak dengan hubungan ini, berhenti! Walau pun kedua jawaban ini sama sama menyakitkan, tetapi jika kau merasa pilihan mu salah masih ada pilihan yang lain." Aera memberi jeda. "Jika kau memilih untuk bertahan, namun di tengah jalan kau rasa kau mengambil keputusan yang salah. Kau bisa memilih cara satunya. Jika sebaliknya, kau hanya perlu menerima dan yakinkam bahwa lelaki yang mencintai mu tidak hanya Jaehyun. Mengerti?"


Lembut dan menenangkan perkataan Aera, mampu membuat Yun Hee kini berpikir keras dengan pilihan yang ia akan ambil nanti. Semua yang di katakan Aera memang benar! Dua pilihan itu memang sama sama mengandung unsur penyesalan yang di mana nanti banyak di lewati dengan rasa sesak.


*****


"Bagaimana?" Tanya Hana menunggu respon dari Jaehyun.


"Enak, seperti biasa."


"Besok ingin ku antarkan lagi?" Tanya Hana.


"Tidak perlu, Yun Bin pasti kesepian menunggu mu pulang sekarang."


"Yun Bin sudah cukup besar kok. Dia bisa ku tinggal tinggal sekarang."


"Tetapi ini bukan hal yang perlu kau lakukan Hana-ya."


Hana mengerutkan dahinya. "Mengapa kau terdengar seolah keberatan aku melakukan ini?"


Jaehyun berhenti makan dan menatap Hana. "Bukan seperti itu Hana-ya.. Yun Bin pasti akan merasakan kesepian jika kau melakukan ini untuk ku. Aku juga kan bukan anak kecil, aku bisa pergi sendiri untuk makan siang."


Hana meraih tasnya kasar dan berdiri menatap Jaehyun dengan tatapan kecewa. Ia langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun pada Jaehyun. Sedangkan Jaehyun menghela nafas kasar dan menyandarkan tubuhnya di sofa single yang ia duduki.


"Aku harus bagaimana." Gumam Jaehyun

__ADS_1


__ADS_2