Orang Ketiga Jung Jaehyun

Orang Ketiga Jung Jaehyun
27. Pilihan Akhir


__ADS_3

Entah bagaimana ceritanya aku bisa dekat dengan Taeyong. Taeyong adalah sosok orang yang bisa kuandalkan di saat aku membutuhkannya. Aku sudah menganggap Taeyong seperti kakakku sendiri, selain orangnya yang ramah Taeyeon juga adalah sosok lelaki yang tak pernah kutemui sebelumnya. Itulah mengapa apa aku merasa begitu mempercayai Taeyong sekarang karena aku yakin Taeyong dapat diandalkan.


Hari ini adalah hari keberangkatan ku menuju jauh dari kota dan negara kelahiranku memikirkan hal itu bahwa aku akan pergi dari sini bukanlah perkara mudah sedih sangat sedih tapi ini demi kebaikan semua. Aku jaehyun dan juga istrinya Hana semua harus hidup bahagia di sini aku juga harus hidup bahagia walaupun tanpa jaehyun disampingku. Biarkanlah jaehyun bersama istri dan anaknya bahagia melewati susah senangnya kehidupan. Perkara soal aku akan bahagia nanti atau tidak aku akan pikirkan lagi aku yakin Tuhan akan memberikan sosok laki-laki yang baik untukku walaupun bukan jaehyun. Setiap hari aku selalu berdoa kepada Tuhan bahwa senantiasa memberikan ku kebahagiaan tanpa harus melukai kebahagiaan orang lain atau merebut darinya, selain itu aku pikir di dunia ini masih banyak lagi lelaki selain jaehyun aku percaya ya tuhan sudah memberikan ku jodoh yang terbaik menurutnya.


Kini aku sedang bersiap-siap memasukkan baju satu demi satu kedalam koperku, bukan hanya itu aku juga membawa seluruh perlengkapan ku yang menurutku aku bisa bawa. aku juga akan mengembalikan barang-barang yang diberikan oleh jaehyun untukku. Seperti tas mewah, mobil, dan tentu saja apartemen yang selama ini aku tinggali aku merasa tidak pantas mendapatkan itu semua karena mengingat aku hanyalah wanita simpanan yang seharusnya aku sudah mengakhiri hubungan ini dari jauh-jauh hari atau mungkin saat aku aku mengetahui bahwa jaehyun mempunyai seorang istri dan seorang anak seharusnya aku sudah mengakhiri saat itu juga tetapi karena cintaku begitu besar dan begitu dalam pada jaehyun aku sampai lupa apa bahwa aku sudah gelap mata dan tamak menginginkan yang harusnya tidak aku miliki, karena jaehyun bukan milikku seutuhnya.


Selama proses packing barang-barangku aku merasa berat hati dan begitu sesak di dada bagaimanapun juga di sini di apartemen ini di tempat di mana aku tinggal sudah banyak sekali kenanganku bersama jaehyun. Dari kita bercanda, bermesraan, tertawa bersama , bahkan sampai kita bertengkar hebat pun di apartemen yang kutinggalkan sekarang ini.


Ting..dong..


Suara bel apartemenku berbunyi aku segera menghapus air mataku dan bergegas membukakan pintu.


"Sebentar..." Tri aku sembari berlarian menuju pintu.


Cklek!


Aku membuka pintu apartemen dan memperlihatkan sosok yang tidak asing bagiku, wajahku yang semula senyum untuk menyambut kedatangan tamu yang datang luntur begitu aku tahu siapa apa yang sedang berada tepat di hadapanku sekarang, aku yakin kalian juga akan berpikir hal yang sama sepertiku.....


Jaehyun! Jung jaehyun!


Aku sempat terkejut dan terdiam beberapa saat sampai akhirnya aku kembali menutup pintu apartemenku dengan kasar.


"Untuk apa kamu kesini?!" Ujarku dari dalam dengan sedikit nada berteriak. "Aku sedang tidak enak badan Jung jaehyun tolong kamu pergi saja!" Aku mulai beralasan karena aku aku dan jaehyun sedang baik-baik saja tetapi ini rencanaku untuk meninggalkan jaehyun.

__ADS_1


"Kenapa kamu terlihat begitu terkejut Yun Hee?" Nada datar khas seorang Jung jaehyun bertanya kepadaku.


"Aku... Aku terkejut karena aku belum mandi hari ini jaehyun-ssi.." alasanku kepada jaehyun.


"Bukankah aku sudah tahu semuanya tentangmu bahkan wajah tanpa make-up mu dan wajah saat kamu baru saja bangun dari tidur, kenapa kamu harus begitu terkejut sedangkan aku sudah mengetahui mu luar dan dalam."sungguh kata-kata jaehyun itu membuatku sedikit malu dan bercampur bingung.


"Jung jaehyun? Ada keperluan apa kamu datang kesini pagi-pagi?" Aku mendengar suara orang lain yang bertanya kepada jaehyun.


"Yun Hee-ssi aku sudah membawakanmu sarapan." Dan ternyata suara itu adalah milik Taeyong. Aku memang tidak memesan apa-apa dan aku juga tidak meminta tolong untuk membawakan ku sarapan pagi. Mungkin yang memiliki firasat maka dari itu ia datang ke kediaman ku pagi ini.


Aku langsung membukakan pintu begitu aku mendengar kata-kata Taeyong, keong pun masuk dan aku mendapatkan tatapan sinis dari jaehyun. Aku tidak mempedulikan tatapan sinis itu yang menusuk tajam untukku aku hanya menutup pintu namun sayangnya tangan jaehyun sudah lebih dulu menahan pintu itu supaya tidak kembali terkunci.


Aku memang baru saja mengganti password pintu apartemenku karena jaehyun tahu password pintu yang lama. Karena aku tahu sekali jika jaehyun masih mengetahui kata sandi atau password apartemenku ia akan dengan seenak hati nya masuk kedalam apartemenku tanpa permisi ralat apartemennya.


Jaehyun pun masuk kedalam apartemenku disusul aku yang berjalan tepat persis di belakangnya, jaehyun melihat-lihat dimana semuanya sudah tertata rapi bersih karena sudah aku packing sebagian di dalam kardus dan sebagian lagi di dalam koper hanya tinggal pakaian-pakaian ku yang masih berantakan karena aku belum sempat menyelesaikan packing bajuku.


"Kenapa di sini sangat rapi kamu mau kemana Yun Hee-ssi?" Pertanyaannya jaehyun yang pada intinya.


"Dia akan pindah ke tempatku" ujar Taeyong begitu saja.


Aku yang mendengar ucapan Taeyong benar-benar shock dan terkejut karena ini benar-benar di luar kendaliku. Aku tidak pernah berpikir bahwa jaehyun akan datang hari ini pagi ini ke apartemenku.


Jaehyun menoleh ke arah Taeyeon dan menatap terong tak suka sambil menaikkan satu alisnya jaehyun bertanya pada Taeyeon "atas dasar apa kau menyuruh Yun Hee untuk pindah ke tempatmu? Kamu tahu kan Yun Hee  itu siapaku?"

__ADS_1


"Apa aku perlu perjelas Jung jaehyun siapa Yun Hee  untukmu?!" Tegas Taeyong masih diam di tempatnya.


Seketika jaehyun hanya diam dan menatap Taeyong dengan tatapan penuh amarah dan tak suka, Taeyong menoleh kearah jaehyun berdiri menampilkan wajahnya yang sengak dan menjengkelkan dihadapan jaehyun.


"Kurasa kamu perlu pergi dari sini sekarang Taeyong-ssi.." ujar jaehyun penuh dengan penekanan.


"Mengapa aku harus pergi dari sini Jung jaehyun?"


"Karena ini adalah tempatku bukan tempatmu." Ujar jaehyun sarkas.


Aku yang melihat suasana semakin panas dan menegang menghampiri terong dan membujuknya untuk pergi dari sini.


"Baiklah aku akan pergi Jung jaehyun tapi ingat kamu juga tidak boleh datang ke tempatku!" Ujar terong sembari berdiri. "Nanti! Sampai jumpa..." Keong pun berjalan keluar dari apartemenku dan menyesalkan aku dan jaehyun tengah berdiri canggung aku maupun jaehyun sama-sama terdiam tanpa mengatakan satu sepatah kata pun.


Sampai akhirnya jaehyun membuka pembicaraan. "Yun Hee-ssi..." Kini tatapannya berubah tatapannya begitu lembut dan hangat dia memanggilku sembari kedua tangannya berada tepat di atas pundakku. "Kau yakin akan pergi dari sini?" Ujar jahim dengan suara yang sangat lembut.


Aku mengangguk dengan lantak. "Aku yakin!"


"Tapi kenapa kenapa kamu pergi dari sini?" Jaehyun menatapku lekat. "Apa sudah tidak ada cinta lagi untukku..?" Entah kenapa di saat jaehyun berbicara seperti itu kepadaku aku merasa sangat perih, aku tidak ingin ini semua terjadi meninggalkan seorang yang selama ini menemaniku atas suka duka manis pahit kehidupan tetapi tetap jaehyun bukan milikku aku hanya wanita simpanan aku hanya orang ketiga yang hadir diantara kedua orang yang seharusnya saling mencintai satu sama lain.


"Masih... Karena aku masih mencintaimu aku memilih untuk pergi dari kamu jaehyun. Jika aku terus bersamamu kita akan seperti apa? Kamu mempunyai keluarga kamu mempunyai istri dan juga anak kamu harus menjaga mereka karena anakmu butuh seorang ayah dan Hana membutuhkan sosok suami, apa kamu tega membiarkan dua orang itu tersakiti sekaligus?" Aku menangkup wajah jaehyun. "Jaehyun-ssi cinta kita ini salah hadirnya aku di tengah-tengah keluargamu itu salah, aku terlalu bodoh karena masih bertahan bersamamu selama beberapa tahun ini maafkan aku yang selalu egois yang selalu menginginkanmu terus bersamaku dan terus meminta lebih darimu." Aku melepaskan kedua tanganku di pipi jaehyun dan menunduk.


"Ayo kita putus jaehyun-ssi.."

__ADS_1


Kalo ada kalimat ngaco maklum karena bukan proses ketik, tapi pakai suara biar cepet😂


__ADS_2