Orang Ketiga Jung Jaehyun

Orang Ketiga Jung Jaehyun
22. Lenyap


__ADS_3

Beberapa saat sebelumnya...


Yun Hee sudah sedikit tenang dengan apa yang di katakan Aera. Kini Yun Hee menyadari bahwa Aera memberi tatapan seolah ia ingin mengatakan sesuatu namun ada sedikit ke raguaan di sorot wajah Aera.


"Ada apa eonnie?" Tanya Yun Hee pada intinya.


Aera seperti orang yang gelisah, ia menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. Aera hanya sedang memilih kata yang pas sebelum ucapan itu keluar dari bibirnya.


"Begini, Yun Hee-ya.." Aera mulai membuka suara.


"Eoh? Kenapa eonnie?"


"Sebenarnya.." Aera menggantung ucapannya karena ia ragu mengatakannya.


"Katakan saja eonnie, tidak apa-apa." Ujar Yun Hee meyakinkan.


Sebelum melanjutkan ucapannya yang menggantung itu, Aera berusaha menenangkan dirinya dengan mengatur nafasnya. "Sebenarnya... Beberapa bulan yang lalu aku bertemu Jaehyun.." Akhirnya Aera berhasil mengatakan dan kini ia tengah melihat ekspresi wajah Yun Hee.


"Apa?!" Mata Yun Hee membulat. "Tidak! Bagaimana bisa eonnie bertemu dengannya? Eoh! Eonnie, jangan bohong! Jaehyun beberapa bulan yang lalu pergi keluar negri untuk perjalanan bisnis!" Yun Hee tidak percaya dengan apa yang di katakan eonnienya itu.


"Hei! Untuk apa aku bohong Yun Hee-ya?" Aera memutar badannya menyamping ke arah Yun Hee dan memegang kedua bahu Yun Hee. "Aku tau perasaan mu.. Hm? Tolong dengarkan aku dulu ok?" Untuk ke sekian kalinya Aera berusaha menenangkan Yun Hee. Yun hee pun berhasil tenang dan menatap Aera seolah menagih Aera untuk menceritakannya.


Flashback


Saat itu Aera tengah menunggu pasien yang akan datang ke ruangannya, namun karena terbilang cukup pagi Aera memutuskan untuk pergi keluar ruangannya dan pergi keruangan lain untuk membuat kopi hangat.


Aera terus berjalan sampai ia melewati meja resepsionis yang ada di rumah sakit itu dan tak sengaja pandangannya menangkap sosok lelaki yang ia kenal. Jaehyun, ia berjalan beriringan dengan seorang wanita di sebelahnya. Aera sudah bisa menebak siapa wanita di samping Jaehyun, benar! Hana. Aera berpikir bahwa Jaehyun dan Hana datang ke rumah sakit itu akan mengecek kandungan atau sejenisnya. Aera menggelengkan kepalanya tak peduli, ia pun terus melanjutkan tujuannya untuk membuat kopi guna menghangatkan badan di tengah musim salju ini.


Saat selesai membuat kopi, Aera langsung kembali menuju ruangannya. Namun saat keluar melewati meja resepsionis Aera menghentikan langkah kakinya karena salah satu perawat di sana memanggilnya dan hendak berbicara sesuatu.


"Dokter Jang, pasien pertama sudah menunggu." Ujar salah satu perawat bernama Go Ah Young.


"Ne, Gumawoyo." Ujar Aera lalu langsung bergegas ke ruangannya.


Tidak di sangka, saat Aera membuka pintu dan menyapa "Anyeonghaseyo." dengan ramah. Saat Aera duduk di kursi dan melihat pasiennya adalah Jaehyun dan Hana istrinya, yang saat itu Aera tak tahu nama dari istri Jung Jaehyun.


Kebetulan Aera adalah seorang dokter spesialis kanker (Onkologi) merasa bingung karena mengapa Jaehyun datang kesini dan untuk apa. Pertanyaan mengelilingi kepala Aera, namun ia menyimpannya dan berusaha seramah mungkin pada pasiennya itu.


"Selamat pagi.."Aera melihat catatan nama pasien hari itu. "Ny.kang? Jadi ada keluhan?"


"Ya dokter Jang, akhir akhir ini saya sering sekali merasakan pusing yang luar biasa, dan akhir akhir ini juga saya sering sekali mimisan." Hana menoleh ke arah Jaehyun yang kini menatapnya dengan lembut, kemudian Jaehyun pun menggenggam tangan Hana guna meredakan ketegangan yang tergambar jelas di wajah Hana.


"Berat badan pun semakin hari semakin menurun, puncaknya kemarin saya merasakan sakit kepala hebat sampai saya kehilangan kesadaran, hingga saya harus di latikan kerumah sakit. Dan dokter di sana mengatakan bahwa saya hatus mengecek kesehatan saya ke dokter khusus..." Hana yang tadi menunduk kini menatap Aera dengan tatapan sendu. "Kira kira saya sakit apa ya dok?"

__ADS_1


Aera sedikit menghela nafas, Aera yang sedari tadi mendengarkan pasiennya itu mulai membuka suara. "Ny, Kang silahkan berbaring dulu biar saya priksa."


Hana mengikuti perintah dari Aera, dia pun berbaring dan Aera mulai memeriksa Hana. "Saya tidak yakin, tetapi Ny. Kang harus menjalani beberapa tes."


"Memangnya saya sakit apa dok?"


"Yang saya lihat dari fisik Ny. Kang, Banyak memar di tubuh Ny. Kang dan... Apakah anda punya riwayat penyakit anemia?"


"Ya, penyakit itu sudah setengah tahun dok."


Aera mengangguk paham. "Baik, supaya tidak ada kesalahan saya akan melakukan beberapa tes. Bagaimana?"


Hana dan Jaehyun saling bertukar pandang, Hana sedikit ragu namun lagi Jaehyun meyakinkan. "Tidak apa apa Hana-ya ikuti saja tesnya."


Hana mengangguk. "Baik dok saya akan melakukan tes."


Kini Hana dan Aera pun mulai melakukan tes kesehatan guna mengetahui penyakit yang di derita Hana beberapa bulan kebelakang ini. Jaehyun tidak ikut, karena hanya Hana dan dokter yang berada di sana.


Mulai dari tes darah, tes darah sendiri di perlukan untuk mengetahui jumlaj sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Lalu beralih pada Aspirasi sumsum tulang, Tes pemindaian (USG, CT scan, dan MRI), Lumbal pungsi, tes fungsi hati, dan Biopsi limpa.


Hampir memakan waktu beberapa jam untuk melakukan segala tes tes tersebut, hanya untuk memastikan suatu penyakit yang di derita Hana selama ini.


"Hasilnya akan memakan waktu satu hari, besok silahkan datang untuk mengambil hasilnya." Ujar Aera begitu selesai.


"Baik dok, terimakasih."


"Selamat pagi dok."


"Selamat pagi."


"Bagaimana dok, hasilnya sudah keluar?"


Dengan ragu Aera mengangguk. "sudah." Kemudian menyodorkan amplop coklat besar pada Hana.


Hana menerima amplop coklat itu dan mulai membukanya. Dengan perlahan dan ragu ia mengeluarkan selembar kertas dan mulai membacanya secara perlaha. Hana dan Jaehyun nampak tidak percaya dengan apa yang tertera di sana.


Chronic lymphocytic leukemia


"Chronic lymphocytic leukemia (CLL) atau leukemia limfonsitik kronis terjadi ketika sumsum tulang anda terlalu banyak memproduksi limfosit yang tidak normal dan secara perlahan menyebabkan kanker." Aera berhenti sejenak. "Dari gejala Ny. Kang seperti Anemia, pusing yang luar biasa, mimisan, dan banyaknya lebam itu adalah gejala dari penyakit leukemia tersebut. Jadi saya sarankan Ny. Kang menjalani perawat seperti kemotrapi.."


Flashback off


Dengan wajah tak percaya dan mata yang berkaca kaca Yun Hee menatap Aera. "Hana? Istri Jaehyun mempunyai penyakit itu?"

__ADS_1


Aera hanya mengangguk kecil hampir tak terlihat seperti anggukan.


Yun Hee berdiri dari duduknya dan kemudia berjalan keluar dari tempat itu tanpa mengatakan sepatah kata pun pada Aera. Aera hendak mengejar Yun Hee, namun setelah berpikir biarkan Yun Hee bergelut dengan kesendiriannya sekarang. Ia hanya butuh menenangkan diri.


Langkah gontai Yun Hee terus membawanya pergi entah kemana, tanpa lelah Yun Hee berjalan menelusuri kota seoul saat itu. Sesekali ia duduk di halte bus tanpa berniat untuk menaikinya. Sampai berjam jam pun sudah berlalu, dengan tatapan kosong lurus kedepan Yun Hee persis seperti mayat hidup sekarang.


Entah bagimana kini Yun Hee mulai berjalan kembali dan sampai lah ia di jembatan Seogang. Haripun sudah mulai gelap, namun Yun Hee terlihat menatap keindahan di sana. Tidak lama ia mengambil benda persegi dan memanggil seseorang dari ponselnya itu.


Halo Yun Hee-ssi?" Sapa orang di sebrang sana begitu sambungan telponnya tersambung.


"Yun Hee-ssi."


Yun Hee tidak menyaut, sembari memegang ponselnya kini Yun Hee berada di jembatan sungai Han dan menatap lurus sungai itu. Wajah Yun Hee memerah karena mabuk, entah mengapa hari ini tubuh Yun Hee tidak toleran terhadap alkohol.


"Yun-"


"Jaehyun-ssi.." Yun Hee mulai membuka suaranya.


"Jaehyun-ssi kau tahu?" Seolah mengerti Jaehyun hanya diam mendengarkan Yun Hee berbicara.


"Aku sangat mencintai mu! Sangat sangat sangat mencinta mu!"


"Tetapi kau tahu? Mencintai mu membuat ku senang... Sedih... Bimbang secara bersamaan."


"Jaehyun-ssi... Kau benar benar mencintai ku?"


"Yun Hee-ya? Kau mabuk? Kau sedang di mana sekarang aku akan menjemput mu." Jaehyun sudah bersiap mengambil kunci mobil dan juga jasnya.


Namun Yun Hee tak menjawab.


"Katakan kau di mana sekarang Bae Yun Hee!" Jaehyun menekankan setiap kata.


"Jaehyun-ssi. Uri geumanhajja. (Kita sudahi saja)"


"Ya! Bae Yun Hee!" Namun sayang sambungan telpon sudah terputus.


"Aish!" Jaehyun berlari keluar dari kantornya, sesungguhnya ia tidak tahu Yun Hee berada di mana tetapi Jaehyun akan mencari di setiap sudut kota seoul untuk bertemu dengan Yun Hee.


Sedangkan Yun Hee yang masih setia dengan posisinya yang tadi menangis terisak tanpa suara di sana. Orang yang lewat berlalu lalang melihat Yun Hee yang takut sewaktu waktu akan menjatuhkan dirinya ke dalam sungai Han itu dari jembatan.


Tetapi Yun Hee tak bisa berpikir apapun. Semoga cara ini benar adanya, walaupun Yun Hee berposisi mabuk tetapi ia sangat sadar dengan apa yang ia katakan tadi pada Jaehyun. Mungkin dengan begini, ia dan juga istri Jaehyun akan merasakan tenang karena tidak lagi saling menyakiti perasaan satu sama lain. Yun Hee mengetahui fakta lain di balik sosok Kang Hana istri Jaehyun, dan sekarang Yun Hee paham apa yang membuat Jaehyun masih bertahan hingga kini bersama Hana.


Selamat tinggal Jaehyun...

__ADS_1


"YUN HEE-SSI!!" Dengan sigap Jaehyun memeluk Yun Hee yang terlihat seperti ingin bunuh diri. Dugaan Jaehyun tidak salah, Yun Hee memang berpikir seperti itu tadi mengakhiri semuanya begitu juga dengan hidupnya. Sudah tidak ada lagi yang bisa ia pertahankan begitu juga hidupnya, ia tidak memiliki keluarga bahkan seorang kekasih pun bukan miliknya seutuhnya sungguh Yun Hee sangat ingin sekali lenyap dari bumi ini.


ps: mohon maaf jika ada penjelasan yang salah


__ADS_2