
Hari ini hujan tidak kunjung berhenti seolah menggambarkan suasana hatiku yang tengah gaduh karena suara gemuruh. Hujan juga mewakilkan air mataku yang tidak lagi bisa turun menetes bebas yang membuat dadaku menjadi sesak. Aku tengah terduduk di jendela apartemen melihat rintik-rintik hujan yang mengalir bebas tanpa memikirkan siapa yang ia basahi.
Hujan benar-benar mewakilkan perasaanku karena dinginnya hujan membuatku nyaman atas kesendirian, insiden ku kemarin dengan jaehyun tidak semulus yang aku pikirkan. Jaehyun dengan eh gois nya tidak menjawab perkataanku dan pergi meninggalkanku begitu saja. Bahkan ia mengetahui bahwa sebenarnya aku akan pergi ke luar negeri hari itu dan sengaja menahanku supaya aku tertinggal pesawat.
Apakah lelaki seegois itu? Aku hanya ingin mengakhiri semuanya biarkan aku saja yang terluka aku tidak ingin orang disekitar jaehyun merasakan hal yang sama seperti ku terluka, bingung, tetapi masih ingin bertahan di situasi itu semua.
Selain aku memikirkan kangen yang sakit aku juga memikirkan anaknya Jung Yu bin, iya terlalu kecil untuk merasakan sakit hati dan melihat ibu dan ayahnya harus berpisah di usianya yang terbilang masih kecil. Tidak ada lagi hal yang bisa aku lakukan selama jaehyun mengetahui rencana-rencana ku. Aku tidak meminta jaehyun untuk memilih antara aku dan Hana karena aku tahu itu tidak mudah dan aku juga tidak mau menjadi seorang perusak aku sudah cukup merusak kebahagiaan mereka lebih tepatnya kebahagiaan Hana ia seharusnya sudah dicintai oleh jaehyun tetapi karena kehadiranku aku malah menjadi penghalang antara cinta jaehyun untuk Hana.
Jika aku bisa menghilang dari sini aku mungkin sudah menghilang dari lama aku tidak ingin terus-terusan terjebak dengan cinta yang begitu Tabu ini. Dimana sebuah hubungan dengan cinta tetapi tidak tahu memiliki masa depan atau tidak.
Yang selalu menenangkanku hanya Taeyong teman-temanku yang lain aku tidak menceritakan secara detail hanya satu temanku saja yang tahu masalah ini, karena menurutku ini adalah sebuah aib yang tidak seharusnya semua orang tahu.
Tiba-tiba saja aku berfikir untuk menemui seseorang supaya jaehyun berhenti melarang ku untuk pergi darinya. Aku fikir ini adalah jalan satu-satunya nya yang mampu membuat jaehyun benar-benar tidak bisa berkutik lagi.
Tetapi aku masih ragu karena ini juga beresiko untuk diriku, tetapi aku sudah menerima semua konsekuensinya karena dari awal aku yang salah. Lagi dan lagi aku terpikirkan tentang Hana yang sedang sakit Hana memang terlihat baik-baik saja tetapi temanku Aera eonni mengatakan bahwa sebenarnya penyakit Hana semakin hari semakin memburuk tetapi hanya tidak pernah menunjukkannya kepada jaehyun tetapi dia selalu mengeluh pada Aera selaku dokter yang menangani penyakitnya.
Aku melirik kearah ponselku yang terletak di atas meja nakas samping sofa akupun beranjak dari tempatku dan menuju di mana tempat ponsel ku berada. Aku meraih ponselku dan langsung melihat jam menunjukkan pukul 12 siang dimana waktu yang seharusnya terik tergantikan dengan gelapnya karena hujan.
Karena aku tidak mau lagi menunda-nunda perpisahan dengan jaehyun karena aku berfikir jika aku terus-terusan menunda-nunda aku yang akan tersiksa dan semua orang akan sakit karena keegoisanku. Aku pun mulai bergegas berganti pakaian menuju tempat dimana orang yang akan aku tuju.
Secepat kilat aku berganti pakaian mengambil kunci mobil dan kini aku berjalan agak tergesa-gesa menuju parkiran, sesampainya aku di tempat di mana mobilku terparkir aku langsung melajukan mobilku dengan kecepatan sedang dan aku langsung menuju ke tempat orang yang akan aku temui sekarang.
__ADS_1
______
Di lain tempat ada Hana yang kini sedang berbincang dengan dokternya yaitu Aera. Wajah anak terlihat sangat sangat pucat hari ini karena ia tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya akibat kanker yang ia derita, Aera selaku dokter yang menangani penyakitnya menganjurkan Hana untuk pergi ke Singapura berobat karena alat medis dan pengobatan di sini ini tidak selengkap di Singapura. Namun dengan tegas Hana menolak karena ada satu hal yang belum ia selesaikan di sini, Aera hanya terdiam karena ia tahu apa yang Hana maksud.
"Bisakah aku menunda pengobatan selama 1 bulan ini?" Tanya Hana dengan suara yang lemah karena menahan sakit.
"Aku tidak tahu, sepertinya itu tidak akan mungkin karena waktu sebulan bukan waktu yang sebentar. Penyakit anda sudah semakin ganas jika tidak cepat ditangani itu akan berbahaya untuk Anda juga." Ujar Aera.
"Tolong berikan apapun berikan saya resep obat supaya saya bisa menahan sakit ini sampai 1 bulan ini saja! Hanya satu bulan aku hanya minta waktu 1 bulan!" Desak Hana.
"Saya tidak yakin nyonya kang karena penyakit nyonya kang sudah semakin parah tapi saya akan usahakan memberikan obat pereda dan saya mohon 1 bulan itu nyonya kan harus langsung pergi ke Singapura untuk pengobatan yang lebih lanjut.." Jelas Aera.
Hana mengangguk dengan lemas.
Aera hanya mengangguk dan Hana pun keluar dari ruangan itu iya pergi dan hendak langsung menuju rumahnya. Kebetulan Hana ke sana sendirian dan membawa kendaraan sendiri tetapi tiba-tiba rasa pusing luar biasa menyerang Hana secara mendadak membuat Hana tidak mampu menahan yang lagi dan akhirnya Hana pun pingsan.
Selama 30 menit lebih Hana pingsan tak sadarkan diri masih di daerah rumah sakit itu setelah membuka mata Hana melihat sekeliling dan ternyata ia sedang berada di ruang IGD, Hana tidak mendapati satu orang pun yang berada di dekatnya dia hanya berbaring sendirian tanpa melihat ada satu orang pun termasuk jaehyun suaminya.
Hana pun mulai bangkit dan terduduk di atas ranjang rumah sakit sembari memegang kepalanya yang terasa pusing. "Hana?" Panggil seseorang dari arah sebelah kanan, Hana pun menoleh dan mendapati Taeyong yang sepertinya nya yang menemaninya di sana.
"Taeyong-ssi?"
__ADS_1
"Kamu seharusnya di rawat Hana-ssi.." ujar Taeyong begitu ia mendekat kearah Hana.
Hana hanya terdiam memandangi Taeyong karena ia terkejut bahwa Taeyong tahu tentang penyakit yang diderita ini.
Sepersekian detik kemudian Hana mengibas selimutnya dan hendak pergi dari sana namun Taeyong yang menahan nya. "Kamu mau ke mana?" Taeyong masih memegangi pergelangan Hana tanpa berniat untuk melepaskannya.
Hana melepaskan genggaman tangan Taeyong yang begitu kuat. "Yubin menungguku di rumah lepaskan!" Taeyeon pun melepaskan tangannya yang menggenggam pergelangan tangan Hana dan membiarkan Hana pergi namun ia teringat bahwa Hana sedang sakit dan ia pun mengejar Hana.
"Biarkan aku yang mengantarmu pulang Hana-ssi.." ujar Taeyong sembari menyamakan tubuh Hana yang berjalan tergesa-gesa.
"Tidak perlu! Aku bisa pulang sendiri karena aku juga membawa mobil.
Taeyong yang geram pun menahan Hana pergi dengan sedikit kasar, membuat langkah Hana terhenti Hana menatap Taeyong tidak suka dan marah karena telah memaksanya.
"Bisa tidak satu hari saja kamu jangan jadi seorang yang egois Hana-ssi!" Taeyong sedikit membentak. "Jika Jung Yu Bin sedang menunggumu bukankah berarti yubin ingin ibunya dengan keadaan sehat dan juga utuh?!"
Perkataan Taeyong sungguh menampar Hana hari itu akhirnya Hana dan Taeyong pun pulang bersama Hana mengantar Hana pulang ke rumahnya lebih tepatnya ke kediaman orang tua kang.
Hana pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun pada Taeyong, Taeyong bisa memaklumi maksud Hana seperti itu karena yang hanya tahu Taeyong adalah laki-laki brengsek yang menidurinya dan setelah itu pergi tanpa mempertanggungjawabkan anak yang dikandung Hana.
Hana dengan langkah sedikit gontai memasuki kediaman orangtuanya dan dia melihat ada mobil yang tidak asing terparkir tepat di depan rumahnya. Dan begitu Hana masuk dan sudah memasuki ruang keluarga di mana ruang tamu juga hanya melihat satu orang yang tidak asing menurutnya.
__ADS_1
"Yun Hee-ssi?"