Orang Ketiga Jung Jaehyun

Orang Ketiga Jung Jaehyun
7. Flashback (Jaehyun ver) Part 1


__ADS_3

Author POV


Kembali ke masa lalu tepatnya saat Jung Jaehyun masih menginjak masa remaja. Masa remaja seorang Jung Jaehyun yang terlahir dari seorang yang kaya raya tidak membuatnya menjadikan anak yang sombong dan arogan. Ia cukup di kenal sebagai siswa baik dan berprestasi di sekolahnya.


Jaehyun adalah salah satu orang yang sangat tampan sejak SMA, ia banyak di gemari wanita wanita di sekolahnya karena ketampanan dan juga prestasi prestasi yang ia raih saat sekolah. Namun menurut Jaehyun tidak ada satu wanita pun yang memikat hatinya saat itu, melihat wanita cantik sudah biasa menurut Jaehyun. Sampai ia bosan dan memilih untuk bersekolah di sekolah khusus anak laki laki.


Saat itu, hari pertama ia masuk ke sekolah yang ia inginkan. Tidak ada yang spesial dari sekolah itu, hanya saja ia lebih tenang karena tidak dapat ganguan dari wanita wanita yang mengejarnya. Banyak orang yang ingin berteman dengan Jaehyun di sekolah barunya itu. Dengan sikap Jaehyun yang sangat humble dengan mudah Jaehyun dapat berteman dengan mereka.


Sempurna, mungkin itu kata yang pas menggambarkan seorang Jung Jaehyun dari dulu hingga kini. Sampai akhirnya percakapan yang mengganggu tidur Jaehyun di mulai dari sang ayah yang tiba tiba memanggilnya ke ruang kerja ayahnya yang memang ada di rumah.


"Ayah memanggil ku?" Tanya Jaehyun dengan berdiri di hadapan ayahnya yang sedang duduk di meja kerjanya.


"Ah iya nak. Ayo duduk!" Jaehyun dan ayahnya pun duduk berhadapan di sofa yang memang di sediakan di sana.


"Entah kenapa akhir akhir ini ayah sering merasa risau dan cemas." Ayah Jaehyun melepaskan kaca mata yang ia kenakan lalu mengusap pelan kelopak matanya, lalu kembali memasang kaca mata itu tadi dan mulai menatap Jaehyun. "Kau harus belajar bisnis Jaehyun-ah.." Lanjutnya.


Jaehyun menatap aneh sang ayah. "Kenapa tiba tiba ayah?"


Ayah Jaehyun atau Tuan Jung menghela nafas pelan. "Tidak tau! Hanya saja naluri ayah mengatakan kau harus segera belajar berbisnis.."


"Ayah.. Diriku masih sekolah bagaimana caranya aku belajar berbisnis? Kau harus tunggu aku setidaknya sampai aku lulus S1." Ujar Jaehyun.


"Ah.. Kau benar nak! Mungkin ayah memang hanya menghkawatirkan sesuatu dengan berlebihan membuat ayah cemas sendiri." -Ayah Jaehyun.


*****


"Jaehyun-ssi!" Panggil seorang gadis dari balik tubuh Jaehyun.


Saat itu Jaehyun tengah berada di kamarnya karena Jaehyun tengah belajar, ia sedikit mencari tentang dasar berbisnis. Ucapan ayahnya semalam membuat Jaehyun terganggu. Namun karena datangnya tamu tak di undang yang datang ke rumah kediaman Jung membuat konsen Jaehyun hilang.


Jaehyun menoleh ke arah pintu. "Kang Hana?" Ujarnya lalu di sambut oleh senyuman manis dari gadis bernama Hana itu.


"Jaehyun-ssi, kau sedang apa?" Tanyanya dengan nada manis.


"Tidak ada. Ada apa kau ke sini?" Jaehyun mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Tidak tau! Aku secara tiba tiba saja ingin mengunjungi mu.. Jadi ku ajak saja ayahku. " -Hana.


Tidak aneh jika keluarga Kang menyapa kediaman keluarga Jung. Dua marga itu memang saling bersahabat di kehidupan pribadi mereka maupun di dalam perusahaan mereka.


Keluarga Kang dan juga Jung memang sudah seperti saudara. Keluarga dari ayah Kang Hana selalu hadir di setiap perayaan atau acara yang di buat oleh keluarga Jung Jaehyun.


"Kau mau menemani ku keluar Jaehyun-ssi?" Tanya Hana.


"Tidak bisa Hana-ssi aku sedang sibuk."


Hana memasang wajah manja di hadapan Jaehyun. "Ayolah Jung Jaehyun aku janji tidak lama.." Hana mengoyang goyangkan lengan Jaehyun.


Jaehyun menatap Hana sebentar lalu kemudian menghela nafas pasrah. "Baik! Hanya sebentar oke?"


Akhirnya mereka pun berjalan jalan di pinggir sungai Han. Saat itu karena musim sedang memasuki musim dingin membuat tempat itu tak banyak orang yang ada.


"Terima kasih sudah menuruti ku Jaehyun-ssi.." Ujar Hana. Hana yang lebih pendek dari Jaehyun pun mendongak dan tersenyum ke arah Jaehyun yang kini tengah melihat ke arahnya.


Jaehyun mengacak rambut Hana dengan gemas. "Sama sama. Lain kali cari orang lain saja sana untuk di repotkan!"


"Loh, memangnya kau sudah tidak mau lagi aku repotkan?" -Hana.


"Tidak mau!" Hana menghentikan langkah kakinya membuat Jaehyun pun ikut berhenti. "Aku hanya mau Jung Jaehyun tidak mau yang lain!" Ujarnya lagi.


Jaehyun tersenyum menampakan lesung pipinya. "Cih dasar! Yasudah tetapi ada satu syaratnya!"


"Apa itu?" Tanya Hana dengan nada antusias.


"Kau tidak boleh memaksaku jika aku sedang tidak bisa menuruti kemauan mu itu." Jaehyun mencubit pipi Hana.


Hana menampakan ibu jarinya di hadapan Jaehyun. "Setuju!"


*****


"Apa? Ayah kecelakaan!" Jaehyun yang mendengar kabar bahwa ayahnya kecelakaan pun sangat syok, saat itu Jaehyun di sekolah dan guru memanggilnya untuk memberi tahunya kabar kurang baik ini padanya.

__ADS_1


Dengan secepat kilat Jaehyun berlari ke arah kelasnya kembali mengambil tasnya dan berlarian ke arah luar sekolah dan nampak sebuah mobil yang di bawa oleh sekertaris ayahnya untuk menjemput Jaehyun saat itu.


Di perjalanan tak henti henti Jaehyun menangis karena tak percaya dengan kabar ini. Dan akhirnya Jaehyun pun sampai di rumah sakit, namun naas belum sempat ayah Jaehyun berpamitan dengan anak semata wayangnya itu sang ayah sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Jaehyun sangat sangat terpukul dengan yang ia alami sekarang.


Yang Jaehyun sesali adalah, saat sang ayah memintanya untuk belajar berbisnis itu adalah karena sang ayah yang memang sudah memprediksi kematiannya.


*****


Waktu berjalan begitu cepat, Jaehyun yang dulu adalah hanya seorang remaja SMA kini sudah terganti dengan Jaehyun yang siap naik menjadi presiden direktur di perusahaan yang ayahnya pimpin selama puluhan tahun itu.


Namun, sebelum sampai di tahap sekarang banyak yang harus Jaehyun lalui. Hingga sampai lah di mana Jaehyun menemukan orang yang ia cintai.


"Jaehyun-ah kau mau kemana?" Tanya Hana.


"Aku ingin ke perpustakaan."


"Kenapa ke sana? Mau aku temani?" Ujar Hana menawarkan diri.


Jaehyun menggelengkan kepalanya. "Tidak usah, aku sendiri saja."


Jaehyun pun melajukan mobilnya untuk menuju perpustakaan yang lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Entah mengapa hari ini Jaehyun sangat ingin kesana. Mungkin karena suasana di sana sudah jelas akan tenang dari bisingnya mulut mulut orang yang berbicara.


Sekita 25 menit Jaehyun melajukan mobilnya sampai akhirnya ia sampau di tempat tujuan, ia memarkirkan mobilnya dan berjalan memasuki perpustakaan terbesar di sana.


Jaehyun mencari cari buku yang tidak tahu apa yang ia cari. Karena alasan ia ke sana pun tidak Jelas hanya ingin karena dorongan hati yang berkata seperti itu. jaehyun mengambil asal sebuah novel yang cukup tebal, dan membawanya untuk membaca di tempat duduk yang sudah di siapkan di perpustakaan itu.


Di tengah tengah asiknya Jaehyun membaca Jaehyun merasa ada seorang yang tengah melihat ke arahnya membuat Jaehyun secara otomatis melihat ke arah depan dan benar saja ada seorang gadis yang melihat ke arahnya kemudian tak lama berbalik badan.


Tanpa di sadari. "Menarik!" Dalam hati Jaehyun berkata demikian.


"Kau mau duduk di sini?" Tanya Jaehyun. "Tapi sayang sekali tempat duduk ini sudah aku tempati.." Entah setan mana yang merasuki Jaehyun membuat dirinya terlihat menyebalkan di hadapan gadi itu.


Gadis itu tidak menghiraukan perkataan Jaehyun dan pergi begitu saja dari hadapan Jaehyun. Jaehyun tersenyum, mungkin ini alasannya tububnya membawanya kesini.


Jatuh cinta pada pandangan pertama, mungkin bisa di katakan seperti itu. Baru kali ini Jaehyun merasakan aneh di dadanya terasa jantungnya berdetak lebih kencang tidak normal.

__ADS_1


"Aku harus mendapatkannya.."


Soon part 2...


__ADS_2