
Beberapa bulan kemudian...
Sudah beberapa bulan berlalu, Jaehyun belum juga mengabari Yun Hee. Rasa gundah terus menghantui Yun Hee akhir akhir ini, Yun Hee tidak berselera makan bahkan pihak penerbit sudah bolak-balik menelpon Yun Hee menunggu kabar rampunya novel yang sedang di buat oleh Yun Hee. Sudah jelas bahwa Yun Hee tidak memiliki ide apapun di otaknya, karena yang ia ingat saat ini hanya Jaehyun, kepalanya hanya berisi Jaehyun tidak ada yang lain.
Seperti hari hari sebelumnya, Yun Hee hanya duduk di sofa sembari menonton televisi lebih tepatnya televisi yang menonton dirinya. Yun Hee hanya menatap kosong ke arah tv besar itu. Acara tv itu pun bukan acara yang di sukai oleh Yun Hee, chanel sport Yun Hee sangat benci sekali namun anehnya Yun Hee tidak berniat sekali pun mengganti saluran tvnya.
Yun Hee mendesah, entah sudah berapa kalo Yun Hee seperti ini. Perutnya sudah perih karena lapar, namun ia sangat malas untuk menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Intinya, apapu ia sangat malas! Namun rasanya jika soal perut paling sulit untuk di ajak berkompromi. Yun Hee pun mau tidak mau berjalan menuju dapurnya karena perutnya sudah sangat berisik minta di penuhi karena lapar.
"Astaga! Aku bahkan lupa terakhir kali aku berbelanja..." Kulkas sangat kosong hanya tersisa beberapa air mineral, soju dan bir di dalamnya. Tidak ada sayuran atau makanan beku lainnya yang bisa Yun Hee makan untuk sekarang. Bahkan Yun Hee membuka salah satu rak tempatnya biasa membeli mie instan nampaknya sangat bersih tidak ada yang tersisa. Ia baru ingat bahwa ia tidak pernah membeli mie instan lagi karena Jaehyun melarang keras aku memakannya.
"Astaga Jaehyun aku merindukan mu!" Gumam Yun Hee. Di tinggalkan tanpa kata seperti ini membuat ia benar benar gila.
Karena keperluan dapur yang sudah sangat kosong, Yun Hee memutuskan untuk pergi ke supermarket untuk membeli keperluan dapur dan keperluan lainnya yang ia rasa perlu ia beli. Tidak biasanya Yun Hee sampai benar benar kehabisan keperluan pokoknya di rumah, selalu ada Jaehyun yang mengingatkannya atau menyuruh Doyoung sih sekretaris pribadi Jaehyun untuk membelikan keperluan keperluan yang di butuhkan untuk Yun Hee.
Yun Hee pun bersiap dan langsung menuju mobilnya yang terparkir di parkiran bawah tanah di apartemennya. Yun Hee memakai pakaian tidak terlalu rapih, ia hanya memakai kaos oblong berwarna hitam di balut dengan hoodie berwarma pastel kebesaran di tubuh Yun Hee tak lupa memakai Jeans berwarna biru denim dengan memakai sneakers berwarna putih terkesan santai namun tetap tampil modis.
Kini Yun Hee sudah berada di jalanan, membelah kota seoul yang saat itu tengah padat karena waktu sudah menujukan makan siang. Cafe cafe atau restoran yang dekat dengan gedung perkantoran sudah di penuhi dengan pegawai yang memanfaatkan jatah jam makan siang untuk mengisi energi mereka. Yun Hee jadi teringat lagi dengan Jaehyun, biasanya ia sangat sering sekali mampir ke apartemen Yun Hee untuk sekedar merehatkan badannya yang terasa lelah. Yun Hee kembali menghela nafas pelan, ingatan dan memori yang ada di dalam otak Yun Hee sudah terlalu penuh tentang Jaehyun sampai sampai ia tak mampu memikirkan hal lain selain Jung Jaehyun.
Sampai!
Kini Yun Hee tengah berjalan mengelilingi supermarket itu dengan troli, mengajak keliling keranjang belanja itu memenuhi keperluan yang harus Yun Hee beli. Sampai akhirnya ia rasa semua keperluannya sudah ia beli semua, ia tinggal mengantre untuk membayar.
__ADS_1
"Yun Hee-ssi?" Ada seseorang yang memanggul Yun Hee dari arah berlawanan, namun ia rasa suara ini tidak asing ia dengar.
Yun Hee pun berbalik dan mendapati Jaehyun di sana tengah berdiri di antara rak rak. Yun Hee sebenarnya terkejut, namun Yun Hee berusaha semampunya menahan ekspresinya. Ia hanya menatap lurus Jaehyun dengan wajah datar dan tidak mengatakan apapun. Melihat itu, Jaehyun mendekat ke arah Yun Hee sedang berdiri. Sampai Jaehyun berada tepat di hadapannya pun Yun Hee masih bersikap sama.
"Kau sedang apa?" Tanya Jaehyun.
Yun Hee tertawa, lebih tepatnya tertawa garing. "Kau tidak liat keranjang belanja itu berisi apa?"
Jaehyun melirik ke arah troli yang Yun Hee maksud. "Tunggu sebentar!" Jaehyun mengeluarkan benda pipih itu dari saku celananya dan sedikit menjauh dari Yun Hee.
Yun Hee hanya memutar bola matanya malas, namun yang aneh Yun Hee menuruti perintah Jaehyun untuk tetap menunggunya di sana, Jaehyun pun tidak terlalu menjauh dari dirinya bahkan tubuh tegas Jaehyun masih bisa Yun Hee lihat hanya saja ia tidak tahu Jaehyun berbicara dengan siapa.
Hanya terhitung 3 menit Jaehyun berbicara dengan entah siapa di telponnya, yang jelas Jaehyun kembalu lagi ke hadapan Yun Hee dan menarik tangannya.
"Ikut aku." Ujar Jaehyun dengan nada dingin dan meraih troli itu mendorongnya sampai akhirnya bertemu dengan pegawai di sana. "Permisi, saya titip ini semua teman saya akan datang (menunjukan foto doyoung) dia yang akan mengambil ini semua." Jelas Jaehyun dan dapat anggukan dari pegawai itu.
*****
Sesampainya di parkiran, Yun Hee menepis tangan Jaehyun yang memegang erat pergelangan tangannya. Merah akibat ulah Jaehyun membuat Yun Hee sedikit merasakan perih di lengannya.
"Kau tidak bisa seenaknya seperti ini Jaehyun-ssi!!" Bentak Yun Hee ia sudah tidak tahan lagi dengan sikap Jaehyun yang seenaknya seperti ini.
__ADS_1
Jaehyun menghela nafas. "Baik aku minta maaf.. Aku mohon ikut dengan ku sekarang.." Suara Jaehyun mulai melembut.
"Aku membawa mobil, aku akan membawa mobil ku sendiri!" Ujar Yun Hee setelah itu meninggalkan Jaehyun dan berjalan menuju mobilnya. Mobil yang ia parkir ternyata cukup jauh dengan mobil Jaehyun, terlihat Jaehyun pun sudah mulai menghidupi mesin mobilnya dan pergi lebih dulu dari Yun Hee.
Sebenarnya wajah Jaehyun terlihat ada sedikit ke khawatiran namun karena gengsi, Yun Hee bersikap seolah tidak mengerti apapun. Yun Hee tak henti henti mengoceh sendiri dan sesekali melihat pergelangan tangannya yang memerah akibat ulah Jaehyun. Memang terkadang Jaehyun menunjukan tempramennya yang buruk itu.
Dugh!
Yun Hee menabrak seseorang, orang yang Yun Hee tak sengaja tabrak dengan tubuh mungilnya itu jatuh dan sedikit meringis benda benda yang ia pegang terlihat jatuh berserakan.
"Astaga maaf kan aku!" Yun Hee berusaha membantu wanita itu.
"Terimakasih.." Wajah wanita itu berada tepat di wajah Yun Hee dan Yun Hee sempat terdiam karena orang yang ia tabrak itu wanita yang sangat ia tahu. Sampai akhirnya Yun Hee tersadar dan kembali membantu wanita itu berdiri.
Wanita yang memakai pakaian branded itu tersenyum ke arah Yun Hee dan sedikit membungkuk ke arah Yun Hee dan Yun Hee pun melakukan hal yang sama. "Terimakasih." Ujar wanita itu lagi sembari sedikit membungkuk.
"Ah tidak seharusnya aku yang meminta maaf karena telah menabrak mu! Maafkan saya.." Yun Hee berkali kali membungkuk ke arah wanita itu.
Wanita itu tersenyum ke arah Yun Hee tulus. "Tidak apa-apa." Ujarnya lalu pergi begitu saja meninggalkan Yun Hee yang masih mematung di sana.
Yun Hee melihat pergerakan wanita yang tak sengaja ia tabrak itu, wajahnya terlihat pucat dan berkali kali membuat pergerakan seperti orang yang berusaha menelpon seseorang namun sepertinya tidak ada sautan dari sebrang sana. Sampai akhirnya Yun Hee tersadar akan sesuatu dan bergegas sedikit berlari ke arah mobilnya.
__ADS_1
Kang Hana, adalah wanita yang tadi tak sengaja bertabrakan dengan Yun Hee. Seperti yang kalian tahu Kang Hana adalah istri dari Jung Jaehyun. Itu lah yang membuat Yun Hee bergegas karena melihat Hana yang sepertinya berusaha menelpon sang suami namun tidak kunjung bisa.
Rasa bersalah kini lagi menyelimuti Yun Hee..