
Cklek!
Aku membuka pintu apartemen ku dan tak sengaja mengingat momen ku dengan Taeyong siang tadi. Walaupun akibatnya aku jadi tidak fokus membuat novel setidaknya sedikit beban berkurang dengan tertawa tadi.
Aku hanya bisa tersenyum mengingat ternyata ada di luar sana lelaki yang menyenangkan dan tentu saja dia single. Oh! Apakah Taeyong single? Ku rasa aku tidak cukup kenal karena aku tidak mungkin bertanya hal seperti itu pada Taeyong mengingat kita baru saja bertemu.
Lupakan.
Aku membuka sepatu yang ku kenakan menggantinya dengan sendal dalam rumah dan berjalan menuju kamar ku. Namun seperti biasa aku akan mampir dulu ke lemari es kesayanganku untuk mengambil air untuk meredakan dahaga. Aku mengambil air minum dan ku tuangkan ke gelas kecil dan berbalik badan hendak meminum namun aku melihat Jaehyun yang tengah duduk di sofa dengan wajah datar.
Aku hampir saja menyemburkan air.
"Jaehyun-ssi?" Kata ku hanya memastikan.
"Bagaimana kencan buta mu? Berjalan dengan lancar nona Bae?" Ujarnya tanpa menoleh ke arah ku dan jangan lupakan wajah datarnya.
Aku tidak menghiraukan Jaehyun, dan berjalan menuju kamar ku. Aku ingin mandi dan tidur, karena kurasa tubuhku butuh istirahat. Tetapi kurasa sekarang bukan waktu yang tepat. Saat aku berjalan tatapan menusuk dari balik punggungku sangat mengganggu.
Aku berbalik badan dan melihat ke arah Jaehyun yang juga tengah melihat ke arah ku. "Kau.. Untuk apa kau kesini?" Tanyaku tanpa ekspresi.
Setelah mendengar perkataanku Jaehyun kini melihat ke arah lain. "Aku hanya memastikan, Bae Yun Hee dengan kencan butanya lancar atau tidak."
Aku terkekeh membuatnya menoleh. "Kau cemburu Jung Jaehyun?"
"Kau mempertanyakan yang sudah jelas nona Bae!" -Jaehyun.
Aku tertawa remeh. "Masih pantas kah kau cemburu padaku tuan Jung?"
Jaehyun mengerutkan dahinya dan menatapku menuntut jawaban. "Apa maksudmu?"
__ADS_1
"Kau kemana saja? Ku pikir kau sudah tidak ingin melakukan hubungan konyol ini!" Ujar ku asal.
Jaehyun berdiri, ia terlihat marah pada ku. Ia berjalan menghampiri ku dan menatapku tajam tepat di depan wajah ku. Aku tidak menyangkan, perkataan ku mampu membuat Jaehyun marah.
"Apa yang kau maksud dengan hubungan konyol?" Jaehyun terlihat menahan amarahnya.
"Bukan kah sudah jelas Jung Jaehyun! Hubungan kita ini konyol! Hubungan semu yang tidak akan ada ending yang bahagia!" Aku membentak Jaehyun, bermaksud bahwa aku sudah muak dengan keadaan yang seperti ini.
"Kau yang konyol Bae Yun Hee! Tidak ada yang semu selama kau dan aku saling mencintai!" Amarah Jaehyun memuncak, ia membentak ku membuat air mata ku lolos tanpa permisi.
Aku menatap Jaehyun lekat. "Apa yang kau harapkan dari hubungan kita yang seperti ini Jae? Apa?!" Aku berhenti berbicara sejenak untuk meluapkan semuanya. "Kau enak Jae! Di sana kau bersama istri dan anakmu, sedangkan aku?! Aku seperti orang bodoh menunggu kabar mu yang tidak pasti itu!" Aku memukul mukul dada Jaehyun, namun Jaehyun menerima tanpa mengatakan apa apa. "Aku sudah lelah dengan hubungan ini Jae.. Tiga tahun.. Tiga tahun aku harus merasakan ini! Sakit, cemburu, marah tanpa bisa berbuat apa apa.." Aku menangis sejadi jadinya sembari meluapkan keluh kesahku selama ini.
"Aku ingin kita sudahi saja semuanya.." Ujarku begitu aku merasa sedikit tenang dari emosiku.
Jaehyun meraih kedua bahuku. "Apa kau sudah tidak mencintai ku Yun Hee-ya?" Ada keputusasaan yang tergambar di wajah Jaehyun.
Aku bersandar pada pintu, namun semakin lama kaki ku tidak mampu lagi menopang. Aku tumbang di dalam kamarku, aku duduk dan menangis terisak. Entah apa yang ku lakukan ini benar atau tidak yang jelas Jaehyun harus tahu bahwa diriku sangat tersiksa di sini. Sangat sangat tersiksa.
Oh tuhan sunggu aku bingung dengan jalan apa yang harus aku pilih. Aku sangat mencintainya, langkah kaki pun begitu berat untuk meninggalkannya. Tetapi jika aku terus menerus berada dalam hubungan ini, mungkin saja akan lebih membuat aku tersiksa ke depannya nanti. Lalu apa yang harus aku lakukan? Kedua jalan itu membuatku sakit sehingga aku benar benar bimbang harus memilih alur cerita apa sekarang.
*****
Sudah tengah malam, aku yang tertidur di kamar ku terbangun karena ingin buang air kecil. Akhirnya aku pun bangun dari tempat tidur ku memakai sendal dalam rumahku lalu berjalan gontai menuju kamar mandi karena aku masih setengah sadar.
Dengan secepat kilat aku menuju kamar mandi karena tiba tiba saja aku sangat ingin buang air kecil malam itu
Cklek!
Aku membuka pintu kamar ku. Sejenak pikiranku kembaki pada Jaehyun, aku pun memutar tubuhku ke arah sofa, ternyata Jaehyun masih ada di apartemen ku, bahkan aku menyangka Jaehyun akan pulang kerumahnya karena aku anggap hubungan ku dengannya sudah selesai. Saat aku menghampiri Jaehyun, aku melihat ia tengah tertidur pulas di atas sofa. Melihat wajahnya yang tenang saat tidur membuatku ingin memeluk dan menciumnya rasanya. Akhirnya aku hanya membelai rambut Jaehyun dan mencium dahinya layaknya seorang ibu pada anaknya dan tak lupa membenarkan selimut yang Jaehyun kenakan.
__ADS_1
Oh tuhan sungguh aku sangat mencintai Jung Jaehyun!
Saat ku ingin kembali ke kamar ku Jaehyun menarik tanganku. "Ku mohon jangan tinggalkan aku Yun Hee!" Entah mengigau atau hanya di buat buat, Jaehyun mengatakan itu.
Aku melepaskan tangan Jaehyun dari tangan ku tetapi Jaehyun malah menarikku dalam pelukannya, membuatku terkejut dan refleks menjauhkan tubuhku yang membuat Jaehyun terbangun.
"Yun Hee?" panggil Jaehyun memastikan.
Bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa apa, itu yang aku lakukan saat ini. Tidak berbuat apa apa selain diam menatap Jaehyun yang masih setengah sadar. Walaupun di ruang tamu itu gelap karena lampu yang di biarkan padam, aku masih bisa melihat bahwa Jaehyun kini tengah mendongakkan kepalanya melihat padaku.
Ku mohon Jung Jaehyun jangan berkata apapun lagi!
Sepersekian detik kami diam saja, entah apa yang di pikirkan oleh Jaehyun hingga kini membuatnya berdiri dan perlahan menghampiriku, dia memeluku. Sangat nyaman, sampai aku hampir terbuai oleh alibi Jaehyun memeluku guna menenangkan ku. Memang benar ini menenangkan, tetapi akan lebih tenang lagi jika aku sudahi semuanya di sini bukan? Yang aku lakukan saat itupun hanya diam tanpa membalas pelukan Jaehyun.
"Maafkan aku Yun Hee-ya..." Itu saja yang keluar dari bibir manis Jaehyun, kata maaf yang selalu berkali kali ia ucapkan di kala hubungan kita sudah di ujung tanduk.
Lagi dan lagi aku diam, respon apa yang harus aku lakukan pada Jaehyun supaya ia mengerti bahwa bukan hanya aku di sini yang tersakiti, tetapi juga ada istrinya yang akan lebih lebih tersakiti jika ia tahu bahwa suaminya mempunyai wanita lain di luar sana.
Tetapi harus bagaimana? Jalan hidup ku yang aku jalani sejak awal memang salah, tidak ada yang memaksakan ku untuk sampai ke titik ini, ini memang hanya kebodohan ku yang benar benar sudah di level akut!
Dahulu, tidak semudah itu menolak cinta Jaehyun. Terus terang aku tidak tahu bahwa ia mempunyai istri awalnya, namun setelah aku tahu aku termakan oleh manisnya Jaehyun dan tetap memilih bersamanya sampai saat ini. Mantra apa yang Jaehyun berikan sampai membuat ku seperti ini?
Secara tiba tiba saja memoriku terputar dari masa lalu, sial! Aku malah mengingat masa masa indah saat aku baru saja bersama dengan Jaehyun. Jaehyun sangat manis dan manja saat itu, walaupun sekarang pun masih. Tetapi tetap saja beda, masa ku dan Jaehyun memang sangat menyenangkan tetapi itu dulu sebelum ku akhirnya mengetahui bahwa Jaehyun mempunyai keluarga kecil.
Lagi, aku luluh pada Jaehyun aku membalas pelukannya dan dengan bodohnya berkata. "Ku mohon tetap di sini lebih lama..." Aku sadar mengatakan itu, tetapi logika dan hatiku benar benar sudah tidak sejalan.
Saat logika ku berkata untuk sudahi saja sampai di sini, ini akan menyakitkan. Tetapi hati ku meronta seolah mengatakan bahwa aku masih mencintai Jaehyun, aku membutuhkan lelaki seperti Jaehyun, maafkan saja untuk kali ini. Aku bisa bisa gila jika terus menerus seperti ini.
Hidup memang sebercanda ini.
__ADS_1