
Hari itu Hana dan Jaehyun tengah berbelanja di supermarket itu berdua, hanya berdua karena Yun Bin tengah berada di kediaman kakeknya karena sang kakek sangat ingin sekali bermain dengan cucu semata wayangnya itu. Jadi momen ini Hana manfaatkan supaya bisa berduaan dengan sang suami Jung Jaehyun.
"Tumben sekali kau ingin turun tangan sendiri dengan keperluan dapur?" Tanya Jaehyun yang kini sedang berjalan beriringan dengan Hana sembari Jaehyun mendorong troli yang masih kosong.
Hana tersenyum manis ke arah Jaehyun. "Kita kan jarang sekali bisa seperti ini.." Kemudian Hana merangkul lengan kekar Jaehyun yang terasa nyaman. "Memangnya kau tidak senang? Hm." Hana mendongak ke arah Jaehyun.
Jaehyun menggelengkan kepalanya. "Tidak juga." Ujarnya lalu kembali fokus menghadap depan. Tak sengaja indra penglihatannya menangkap sosok yang tidak asing baginya, siapa lagi kalau bukan Bae Yun Hee wanita pujaan Jaehyun yang sudah beberapa bulan ini Jaehyun belum temuai. Jaehyun melirik Hana yang entah sejak kapan sudah berdiri mendahului Jaehyun tengah memilih milih produk yang akan Hana beli.
Jaehyun sedang mencari momen untuk bisa menghampiri Yun Hee, bukan semata mata karena rasa rindu Jaehyun namun juga karena menurut Jaehyun jika Yun Hee melihat dirinya sedang bersama Hana Yun Hee pasti akan lebih terluka lagi hatinya. Sudah cukup Jaehyun tidak memberinya kabar beberapa bulan kebelakang ini, ia tidak mau memberi double rasa sakit untuk wanita yanh sangat ia cintai itu.
"Hana-ya, aku ingin ke toilet sebentar." Ujar Jaehyun dan mendapat anggukan dari Hana.
Begitu Jaehyun pergi, tersisalah Hana sendirian di sana. Hana memutuskan untuk meneruskan berbelanja sendiri karena Jaehyun tak kunjung kembali lagi. Karena sudah terlanjur di sini, tak mungkin ia kembali dengan tangan kosong tanpa membeli apapun, Hana akhirnya membeli separuh dari yang ia rencanakan akan ia beli dan bergegas ke parkiran mobil di basment. Berkali kali Hana menelpon Jaehyun namun tak kunjing mendapat jawaban dari sana.
Bugh!
Ada seseorang yang menabrak tubuh Hana. Sebenarnya tidak terlalu kencang, namun karena tubuh Hana sedikit lemah, jadi senggolan kecil itu pun membuat tubuh Hana tersungkur. Beberapa kali wanita yang menabrak itu meminta maaf pada Hana. Seperti yang kalian tahu yang menabrak adalah Bae Yun Hee, namun tidak seperti Yun Hee yang mengetahui siapa Kang Hana, justru Hana tidak tahu siapa sosok Bae Yun Hee ini.
"Astaga maafkan aku!" Pekik orang yang menabrak tubuh Hana.
Yun Hee pun membantu Hana untuk bangun dan melihat jelas orang yang tadi menabraknya. Wajah yang kecil dan mulus dengan mata yang sipit dan tajam, hidung ramping yang mancung dan bibir ceri yang tipis. Cantik sekali, Hana sangat menyukai wanita cantik karena menurutnya sangat enak untuk di pandang.
"Terimakasih." Ujar Hana begitu tubuhnya berhasil berdiri di bantu oleh Yun Hee dan sedikit membungkuk.
__ADS_1
"Ah tidak seharusnya aku yang meminta maaf karena telah menabrak mu! Maafkan saya.." Yun Hee berkali kali membungkuk ke arah Kang Hana.
Hana tersenyum ke arah Yun Hee tulus. "Tidak apa-apa." Ujarnya lalu pergi begitu saja meninggalkan Yun Hee yang masih mematung di sana.
Hana mencoba lagi untuk menelpon Jaehyun, namun sepertinya Jaehyun tidak berniat untuk menjawab telpon dari dirinya. Hana pun memutuskan untuk pulang menggunakan taxi dengan perasaan yang sedikit kecewa karena Jaehyun.
Sebenarnya Hana tahu bahwa Jaehyun tidak sepenuhnya mencintainya, namun ada alasan yang Hana sangat tahu mengapa Jaehyun masih bertahan dengannya sampai saat ini.
Hana tersenyum miris, meratapi kenyataan yang begitu pahit.
*****
"Jung Jaehyun!" Pekik Yun Hee begitu sampai ke apartemennya. Yun Hee sudah bisa menebak bahwa Jaehyun pasti akan pergi ke rumahnya. Sedangkan sang empu yang di panggil namanya dengan nada penuh penekanan hanya melirik sedikit ke arah Yun Hee.
"Sebaikanya sekarang kau keluar Jung Jaehyun! Ku anggap hubungan kita sudah berakhir!" Ucapan Yun Hee sukses membuat emosi Jaehyun terpancing, ia berdiri dan menatap Yun Hee tak suka.
"Apa maksud mu?!" Jaehyun melirik ke arah pergelangan tangan Yun Hee yang memerah akibat ulahnya. "Apa karena ini?" Jaehyun meraih tangan Yun Hee. "Aku minta maaf. Aku punya alasan kenapa aku seperti itu.."
Yun Hee menepis lengan Jaehyun. "Karena Kang Hana, istrimu ada di sana?" Tebak Yun Hee dan terlihat jelas wajah Jaehyun yang terkejut.
"Bagaimana kau tau?"
"Aku bertemu dengannya tadi."
__ADS_1
Jaehyun memejamkan matanya dan mengacak rambutnya. "Bagaimana bisa?"
"Tidak ada yang tidak bisa Jung Jaehyun!" Nada bicara Yun Hee naik. "Ia sedang berusaha menelpon mu kan?" Yun Hee menunjuk ke arah pintu. "Pergi dan temui istrimu sekarang!" Setelah mengatakan itu Yun Hee pergi menuju kamarnya dan menutup keras pintu dan menguncinya.
Yun Hee menangis terisak tanpa suara, perasaan sedih, kecewa, dan rasa bersalah bercampur aduk tak karuan. Dadanya terasa sesak karena tidak bisa melampiaskan dengan leluasa, ia tidak mau Jaehyun mendengar tangisannya yang membuat Jaehyun akan terus merasa simpati padanya. Sudah saatnya Jaehyun kembali pada pelukan hangat keluarga kecilnya karena tempat Jaehyun bukan di sini bersamanya, namun bersama keluarga kecil yang menunggunya di rumah.
Suara ketukan pintu berkali kali dari luar sana, Jaehyun yang berusaha membujuk Yun Hee agar tidak mengakhirinya begitu saja. Untuk kali ini Jaehyun menyadari bahwa ia sangat mencintai Yun Hee, berkali kali lipat lebih mencintai Yun Hee di bandingkan dengan wanita yang sudah mendapat gelar sebagai istrinya di sana.
"Yun Hee-ssi tolong jangan seperti ini.... Kita bisa membicarakan ini baik baik. Kau keluar sekarang ya.. Aku sangat merindukan mu Yun Hee-ya."
Mendengar itu, tangis Yun Hee semakin menjadi. Ia benar juga merasakan hal yang sama seperti Jaehyun rasakan. Rindu, yang membuatnya tersiksa. Entah apa itu, namun sepertinya Jaehyun mempunyai alasan tersendiri kenapa ia tidak bisa mengabarinya beberapa bulan ini. Entah karena terlalu cinta atau bodoh, Yun Hee ingin sekali berlari ke arah Jaehyun dan memelukanya erat den mengatakan bahwa ia juga sangat merindukan Jaehyun. Beberapa bulan tanpa kehadiran Jaehyun membuatnya hilang arah, malas melakukan apa apa, bahkan saat itu yang Yun Hee ingin hanya memeluk Jaehyun. Tetapi sayangnya dunia semakin bercanda, ia malah membuat setumpuk rasa bersalah menyelimuti Yun Hee.
"Yun Hee-ya tolong buka pintunya..." Lagi Jaehyun memohon di balik pintu itu, menambah sesak karena dilema yang terus menerus mendesak.
Ceklek!
Akhirnya Yun Hee membuka pintu kamarnya di sambut wajah sendu Jaehyun. Jaehyun langsung memluk tubuh Yun Hee yang lebih kecil darinya, sangat hangat Jaehyun merindukan kehangatan ini. Yun Hee tak membalas pelukan Jaehyun biarkan seperti ini saja sudah membuatnya terasa nyaman dan menyalurkan rasa rindu yang sudah memuncak. Tak lama kemudian Jaehyun melepas pelukannya dan menangkup wajah Yun Hee.
"Aku tidak akan pernah melepaskan mu Yun Hee, jadi seberapa keras pun kau menyuruh ku pergi aku akan tetap tinggal." Kemudian Jaehyun mengecup dahi Yun Hee.
Yun Hee hanya terdiam menatap Jaehyun tanpa ekspresi, Jaehyun memakluminya lelaki berengsek sepertinya memang sepantasnya mendapatkan ini tetapi Jaehyun lebih berharap bahwa Yun Hee akan menamparnya atau ungkapan kekecewaan lainnya. Namun tidak dengan Yun Hee, ia terlalu lembut bahkan untuk menampar Jaehyun saja tidak mampu membuat rasa bersalah Jaehyun meningkat dua kali karena wanita yang di hadapannya kini terlalu baik.
"Aku mencintaimu! Sangat sangat sangat mencintaimu Bae Yun Hee! Sekeras apapun kau mendorong ku menjauh, aku akan tetap tinggal. Tetapi jika memang kau benar benar sudah tidak mencintaiku, aku akan berjalan mundur dan menjauh."
__ADS_1