
Aku dan Taeyong sudah selesai makan malam dan kini kami sudah di dalam mobil dan melanjutkan tujuan awal kami, yaitu pulang ke rumah. Efek tadi aku minum alkohol baru terasa sekarang. Kepala ku pusing dan mual secara bersamaan, tetapi aku harus menahan itu semua karena aku tidak mau menyusahkan Taeyong.
Jangan sampai kau muntah di mobil mahal ini Bae Yun Hee!
Aku melirik sedikit ke arah Taeyong, ia terlihat tampan jika di lihat dari samping seperti ini. Wajahnya yang mungil dengan pipi yang tirus dan tulang rahangnya yang tegas, bisa aku tebak ia pasti banyak di incar gadis gadis di luar sana. Rambut hitam tertata rapih menambah kesan manly Taeyong saat ini. Mungkin kalau aku tidak mempunyai kekasih aku yakin aku juga pasti akan menyukai Taeyong. Selain tampan dan kaya ia juga baik.
"Kenapa menatap ku seperti itu hm?" Tanyanya begitu lembut.
Aku menggeleng cepat. "Tidak!"
Taeyong terkekeh. "Lucu sekali."
Suasana kembali hening, Taeyong yang sibuk dengan tugasnya aku yang sibuk bergelut dengan pikiran ku sendiri. Masih sempat sempatnya aku memikirkan jaehyun. Sedang apa ya dia sekarang? Hari ini ia belum juga memngirim ku pesan, mungkin perjalanan bisnis kali ini membuat ia sangat sibuk jadi tidak bisa mengabari ku. Aku tidak mau terlalu menuntut Jaehyun untuk mengirim ku sebuah pesan singkat, jika memang ia ingat dan merindukan ku. Aku yakin sekali ia akan melakukan hal kecil itu tanpa aku pinta atau suruh. Aku sangat mengerti sekali Jaehyun adalah orang penting, beda dengan diri ku yang selalu bebas 24 jam.
"Yun Hee-ssi dari sini lurus atau belok kiri?" Pertanyaan Taeyong mampu membuayarkan pikiran ku.
"Belok kiri."
Menurut! Taeyong belok ke arah kiri arah yang ku sebut tadi. Rumah ku masih sedikit jauh dari sini, Taeyong pun tak berbicara apa apa lagi jadi lah aku diam kembali dan mulai over thinking terhadap banyak hal. Terkadang aku berpikir, ending dari kisah cinta ku dan Jaehyun akan berakhir seperti apa? Happy ending menurut ku dan sad ending untuk keluarga kecil Jaehyun, atau akan sebaliknya? Aku benar benar tidak ada gambaran saat aku di takdirkan oleh tuhan untuk berpisah dengan Jaehyun. Membuka hati lagi, atau biarkan sendiri.
Aku akan ikut saja rencana tuhan, karena ia paling tahu apa yang terbaik untuk hambanya. Aku percaya itu.
"Kau memikirkan apa? Dari tadi ku perhatikan kau melamun." Ujar Taeyong.
Aku tersenyum. "Tidak. Tidak apa apa kok."
"Ceritakan saja pada ku, aku kan sekarang teman mu." Aku melihat jelas sangat tulus saat Taeyong mengatakan itu. Tetapi hal ini aku tidak mungkin menceritakan pada Taeyong.
"Tidak ada, aku hanya lelah dan aku sedikit mabuk. Kepala ku pusing!" Aku tidak bohong kepala ku benar benar pusing sekarang, sebenarnya dari tadi hanya saja aku tahan.
"Kau habis minum?"
__ADS_1
Aku mengangguk.
"Aku akan mampir sebentar ke apotek untuk membeli obat pereda mabuk." Wajah Taeyong terlihat khawatir sekali.
Aku menggeleng cepat. "
Tidak usah! Aku hanya butuh tidur di rumah, aku lelah sekali hari ini."
Taeyong nampaknya mengerti, ia pun hanya mengangguk dan kembali fokus pada jalanan. Hening (lagi) aku mau pun Taeyong kali ini benar benar tidak buka suara, lagi pula sudah akan sampai sebentar lagi ke rumah ku, aku hanya perlu diam sebentar dan aku akan sampai rumah.
Sampai, aku memberi tahu Taeyong letak apartemen ku dan ia pun segera berhenti melajukan mobilnya, Taeyong memang tidak masuk kedalam parkir apartemen ku lagi pula untuk apa? Aku pun keluar dari mobil Taeyong dan Taeyong membuka kaca mobilnya aku membungkuk sedikit sembari berujar. "Terimakasih.." Taeyong tersenyum ke arah ku dan aku berbalik untuk menuju apartemen ku namun baru beberapa langkah Taeyong memanggil ku.
"Yun Hee-ssi!" Aku menoleh dan mendapati Taeyong yang keluar dari mobilnya dan menghampiri ku.
"Boleh aku minta nomor mu?"
"Hm?" Aku sedikit memastikan pada
Taeyong.
Aku terkekeh. "Mana sini ponsel mu." Taeyong segera merogoh saku celananya namun tidak ada kemudian beralih pada saku jasnya, nampaklah benda pipih yang tadi aku sebutkan. Tidak pakai basa basi Taeyong langsung memberikan ponselnya pada ku, lalu aku terima. Aku mengetik nomor ku dan menyimpannya di ponsel Taeyong menggunakan namaku dan aku mulai me misscall nomor ku dari ponsel
Taeyong.
"Akan aku simpan." Aku memperlihatkan nomor Taeyong yang tertera di layar ponsel ku.
Taeyong tersenyum dan mengangguk. "Terimakasih! Selamat malam Yun Hee-ssi." Ujar Taeyong sedikit berteriak karena aku mulai berjalan masuk kedalam apartemen ku.
*****
Sudah hampir satu bulan Jaehyun tidak mengabari ku. Benar benar tidak ada komunikasi di antara kita, Jaehyun hilang begitu saja seperti di telan bumi. Dia bilang hanya beberapa hari, namun nyatanya ini sudah hampir satu bulan Jaehyun belum juga menampakan batang hidungnya. Secara tiba tiba saja pikiran jelek ku mulai bermunculan, aku sekilas memikirkan untuk datang ke kediaman Jaehyun untuk hanya sekedar memastikan bahwa ia memang sedang tidak ada di rumah. Seharusnya aku percaya pada perasaan ku saat Jaehyun tiba tiba saja berubah. Akan kah Jaehyun akan benar benar meninggalkan ku? Sekarang!
__ADS_1
Sebagai gantinya, Taeyong selama hampir sebulan ini terus menghubungi ku dan menjadi partner teman minum dan mengobrol ku. Berkat itu juga aku jadi lebih sering bertemu dengan sahabat sahabat ku sekarang. Tetapi tetap saja, hampa sekali karena Jaehyun tak kunjung memberi kabar. Bukan hanya karena aku takut Jaehyun meninggalkan ku, tetapi juga aku takut hal hal buruk menimpah dirinya.
Hari ini kebetulan sekali weekend, aku dan ketiga sahabat ku tengah minum minum di salah satu restoran sederhana di kota seoul. Aku sedang tidak ingin mabuk malam ini, jadi aku mengontrol minum ku.
"Hei! Yun Hee-ya! Kau minum sedikit sekali." Ujar Yuri.
"Benar! Tidak seperti biasanya." Timpal Yeon Jung.
Yeon Jung dan Yuri memang memiliki sifat yang sama, bawel dan banyak bertanya. Jadi jangan aneh ketika sedang apa apa pun mereka berdua akan bertanya lebih dulu mendahului yang lain. Beda dengan Aera eonni yang pendiam dan bersifat keibuan, maka dari itu aku lebih nyaman pada Aera eonnie di bandingkan dengan dua makhluk yang ada di hadapan ku ini.
"Kalian cerewet sekali!" Ujarku.
"Hanya tidak biasanya Yun Hee-ya. Kau kan paling suka minum di antara kami! Jadi saat melihat kau seperti ini kami jadi bertanya tanya." Jelas Yeon Jung.
"Aku sedang tidak enak badan.." Ujar ku.
Aera eonnie langsung menoleh ke arah ku. "Benarkah?!" Dan langsung memeriksa suhu badan ku dengan telapak tangannya. "Sepertinya kau demam Yun Hee-ya.." Aera eonnie mulai panik begitu juga dengan Yeon Jung dan Yuri, mereka terlihat kebingungan harus berbuat apa.
"Aku tidak apa apa teman teman..." Ujar aku meyakinkan mereka.
"Tidak bisa begini! Ayo kita antar Yun Hee pulang!" Seru Aera eonnie dan langsung dapat anggukan setuju dari Yeon Jung dan juga Yuri. Aku tidak bisa menolak, karena seberaoa keras pun aku menolak kegigihan mereka tak akan pernah bisa di kalahkan. Percaya!
"Ayo cepat kita pulang!" Kini Yeon Jung bersuara. "Kau bawa mobil ya?" Tanyanya, aku mengangguk. "Pakai mobil ku saja ya, biar mobil mu Yuri yang membawa.. Kau sepertinya sangat demam!" Sangat jelas sekali bahwa semua sahabat ku ini sangat khawatir terhadap ku, aku sangat senang setidaknya aku memiliki tiga orang sahabat yang masih perduli pada ku.
Singkat cerita aku dan Yeon Jung sudah sampai di apartemen ku, ia ingin merangkul ku namun aku menolak dan berkata. "Aku tidak apa apa Yeon Jung-ah.." Walau pun sebenarnya lemas aku masih bisa berdiri dan jalan sendiri, nampaknya Yeon Jung juga mengerti lalu ia hanya mengawasi pergerakan ku dari samping. Eonnie dan Yuri belum terlihat, mungkin mereka masih di jalan karena Yuri membawa mobil ku bersama Aera eonnie. Aku tidak memperdulikan itu dan mulai memasuki nomor sandi pintu apartemen ku dan kami pun masuk.
"Yun Hee-ssi!"
^^^Halo semua...!! penasaran gak sih sama kang Hana alias istri Jaehyun? nanti ya aku akan keluarkan karakter Hana supaya makin tegang!! hehe^^^
...enjoyy! ❤...
__ADS_1