
Hana berjalan dengan perasaan yang bercampur aduk. Rasa sedih kecewa menyelimuti nya kini. Ia merasa Jaehyun memang tidak benar benar mencintainya, ia hanya terpaksa karena Tuan Kang ayah Hana yang memaksanya untuk menikahi anak semata wayangnya itu. Hana menangis di dalam mobil, belum Hana belum menjalankan mobilnya karena ia rasa tak sanggup berkendara dengan sesak di dadanya saat ini.
Dugh!
Dugh!
Hana memukul mukul stir mobil yang tak bersalah itu, melampiaskan segala kekesalan dan amarahnya terhadap Jaehyun. Dulu Jaehyun yang ia kenal adalah sosok pria yang manis yang selalu menuruti kemauannya. Kini Jaehyun bukan pria seperti itu lagi, semakin Jaehyun dewasa ia semakin dingin terhadap Hana.
Selalu sibuk dengan urusannya sendiri, dari pada berkumpul dengan Hana dan juga Yun Bin di rumah. Hana semakin yakin bahwa Jaehyun sudah memiliki wanita lain di dalam hidupnya. Hana semakin miris, ia berpikir siapapun wanita itu sangat beruntung bisa mendapatkan kehangatan dan cinta sesungguhnya dari Jaehyun.
Kalau benar mempunyai wanita lain selain dirinya, Hana tidak bisa menyalahkan wanita itu karena sudah merusak rumah tangganya. Karena Hana tahu betul bahwa pernikahan yang sudah berjalan selama tiga tahun itu hanya sebuah pernikahaan tanpa dasar cinta dan terkesan paksaan sepihak. Di tambah Yun Bin yang bukan anak kandung dari Jaehyun, yang lahir karena kesalahan Hana sendiri.
Benar, Yun Bin. Mengingat tentang Yun Bin Hana hampir lupa ia menitipkannya dengan bibi di rumah, benar kata Jaehyun mungkin Yun Bin sedang menunggu nya di rumah. Hana menyalakan mesim mobilnya, menarik nafas beberapa kali dan mulai menghapus buliran air di mata cantilnya dan mulai menjalankan mobilnya.
Bruk!
Di tengah perjalanannya Hana tak sengaja menabrak bagian belakang mobil seseorang yang tengah terparkir di pinggir jalan. Hana tak sengaja karena kabut salju tebal ia jadi tak bisa dengan jelas melihat jalan. Hana pun keluar dari mobilnya dengan wajah memelas begitu pun dengan pemilik mobil yang tidak sengaja Hana tabrak keluar dari mobilnya.
"Maaf, tuan saya tidak sengaja menabrak mobil tuan." Ujar Hana tanpa melihat si pemilik mobil mewah itu hanya memperhatikan bagian belakang yang ia tabrak.
"Hana-ssi?"
Hana yang merasa namanya di sebut langsung menoleh dan mendapati Taeyong yang menatapnya dengan tatapan yang suit di artikan.
"Tuan kenal saya?" Dengan wajah bingung Hana menanyakan hal yang membuatnya penasaran.
"Kau lupa pada ku? Kau Hana kan? " Hana seperti memgingat ngingat siapa sosok lelaki yang ada di hadapannya ini sampai akhirnya Hana mengingat sesuatu.
Flashback
Tiga tahun yang lalu...
Hana tengah berada di bar, ia kesana karena tengah ingin menenangkan pikirannya karena ia tak sengaja melihat orang yang ia sukai selama ini, bertemu dengan wanita yang Hana tidak tahu siapa bahkan Hana tidak sempat melihat wajah wanita itu karena saat Hana tak sengaja melihat pemandangan yang membuatnya sakit hati wanita itu tengah menghadap membelakanginya. Ia hanya melihat bahwa gadis itu bertunuh kecil dam mungil.
Hana menyesap minuman yang ia pesan di bar sana, sampai akhirnya lelaki bertubuh kurus tinggi menghampirinya dan duduk di sebelahnya. Hana tidak berpikir macam macam, lagi pula siapapun bisa duduk di sana begitu juga dengan lelaki yang kini duduk di persis di samping Hana.
"Tolong satu minuman sama seperti wanita ini." Pinta lelaki yang berada di samping Hana.
Bar tender pun memberi minuman yang sama seperti Hana dan menyodorkan pada lelaki itu. Lelaki itu segera menyesap habis minumannya dan memberanikan diri mengajak Hana mengobrol.
"Permisi." Sapa Lelaki itu.
__ADS_1
"Ya?" Hana yang sudah sedikit mabuk menoleh ke arah lelaki itu.
"Boleh kita berkenalan?" Tanyanya.
Hana mengangguk. "Hana." Jawab Hana singkat menyebut namanya.
"Taeyong. Kau sendiri saja?" Tanya Taeyong.
Hana hanya mengangguk.
Tak lama Hana pun bangun hendak pergi. "Aku permisi dulu."
"Mau ku antar?"
"Tidak perlu."
Hana pun pergi dari bar itu dengan langkah gontai, ia sudah mabuk dan tidak lagi bisa mengontrol jalannya. Sampai akhirnya Hana terjatuh untung saja ada tangan sigap yang menahan tubuh Hana yang nyaris jatuh.
"Kau tidak apa apa?" Ternyata orang yang membantu Hana adalah Taeyong.
"Tidak!" Hana sedikit tidak nyaman dengan Taeyong.
Hana sedikit menjauh dari lelaki asing itu menurutnya dan meraih ponselnya yang berada di dalam tas miliknya itu dan menelpon seseorang dan ternyata Jaehyun yang Hana hubungi.
"Jaehyun-ssi bisa jemput aku? Aku ma-" Belum sempat Hana menyelesaikan kataannya Jaehyun sudah memotong pembicaraan.
"Tidak bisa! Maaf Hana-ssi aku sedang ada urusan." Setelah mengatakan itu sambungan terputus.
"Aish!" Hana membanting handphonenya sendiri dan berjongkok menenggelamkan wajahnya di balik lengannya sebagai tumpuan, Hana menangis karena Jaehyun tak pernah menjadikannya sebagai prioritas.
"Pasti karena wanita sialan itu!"
"Hana-ssi?" Suara yang tak asing untuk Hana, Hana mendongak dan mendapati Taeyong di sana.
"Biar ku antar pulang." Taeyong mengulurkan tangannya pada Hana dan hitunga beberapa menit Hana meraih uluran tangah Taeyong dengan ragu.
Namun, bukannya akan pulang. Hana malah menarik Taeyong masuk ke dalam bar lagi dan menjadi kan Taeyong partner minumnya malam itu, Taeyong tidak minum hanya Hana sendirian yang minum karena jika mereka berdua mabuk pasti sangat membahayakan di jalan nanti.
Sampai akhirnya Taeyong berhasil membuat Hana keluar dari bar itu setelah beberapa kali menolak ajakan Taeyong. Kini Taeyong sudah berada di dalam mobilnnya begitu pun dengan Hana. Namun sialnya Hana sudah pingsan karena terlalu mabuk, sedangkan Taeyong tidak tahu di mana Hana tinggal.
Taeyong mencari handphone Hana, namun layar ponsel Hana sudah rusak dan tidak kagi bisa di sentuh akibat tadi Hana membanting ponselnya sendiri. Tak lupa Taeyong juga berusaha membangunkan Hana namun nihil Hana tak kunjung bangun juga.
__ADS_1
Tidak ada pilihan, Taeyong membawa Hana ke hotel karena tidak mungkin juga Taeyong membawa wanita ke rumahnya saat itu. Sama saja Taeyong bunuh diri jika melakukan itu. Taeyong merebahkan tubuh Hana di kasur itu ia berencana akan meninggalkan Hana di sana karena ia juga sudah membayar tagihan sewa kamar hotel.
Taeyong hendak pergi namun tangan Hana menahannya dan menarik Taeyong yang akhirnya jatuh di atas tubuh Hana. Dengan mata sayup Hana mencium bibir Taeyong namun Taeyong berusaha menolak karena tidak mau hal hal aneh terjadi pada mereka berdua. Tetapi sayang sekali, Taeyong juga seorang lelaki~
Flashback off
"Brengsek!"
*****
"Halo Yun Hee-ssi?" Sapa orang di sebrang sana begitu sambungan telponnya tersambung.
"Yun Hee-ssi."
Yun Hee tidak menyaut, sembari memegang ponselnya kini Yun Hee berada di jembatan sungai Han dan menatap lurus sungai itu. Wajah Yun Hee memerah karena mabuk, entah mengapa hari ini tubuh Yun Hee tidak toleran terhadap alkohol.
"Yun-"
"Jaehyun-ssi.." Yun Hee mulai membuka suaranya.
"Jaehyun-ssi kau tahu?" Seolah mengerti Jaehyun hanya diam mendengarkan Yun Hee berbicara.
"Aku sangat mencintai mu! Sangat sangat sangat mencinta mu!"
"Tetapi kau tahu? Mencintai mu membuat ku senang... Sedih... Bimbang secara bersamaan."
"Jaehyun-ssi... Kau benar benar mencintai ku?"
"Yun Hee-ya? Kau mabuk? Kau sedang di mana sekarang aku akan menjemput mu." Jaehyun sudah bersiap mengambil kunci mobil dan juga jasnya.
Namun Yun Hee tak menjawab.
"Katakan kau di mana sekarang Bae Yun Hee!" Jaehyun menekankan setiap kata.
"Jaehyun-ssi. Uri geumanhajja. (Kita sudahi saja)"
"Ya! Bae Yun Hee!" Namun sayang sambungan telpon sudah terputus.
"Aish!" Jaehyun berlari keluar dari kantornya, sesungguhnya ia tidak tahu Yun Hee berada di mana tetapi Jaehyun akan mencari di setiap sudut kota seoul untuk bertemu dengan Yun Hee.
Sedangkan Yun Hee yang masih setia dengan posisinya yang tadi menangis terisak tanpa suara di sana. Orang yang lewat berlalu lalang melihat Yun Hee yang takut sewaktu waktu akan menjatuhkan dirinya ke dalam sungai Han itu dari jembatan.
__ADS_1
Tetapi Yun Hee tak bisa berpikir apapun. Semoga cara ini benar adanya, walaupun Yun Hee berposisi mabuk tetapi ia sangat sadar dengan apa yang ia katakan tadi pada Jaehyun. Mungkin dengan begini, ia dan juga istri Jaehyun akan merasakan tenang karena tidak lagi saling menyakiti perasaan satu sama lain. Yun Hee mengetahui fakta lain di balik sosok Kang Hana istri Jaehyun, dan sekarang Yun Hee paham apa yang membuat Jaehyun masih bertahan hingga kini bersama Hana.
Selamat tinggal Jaehyun...