
Hari ini cuaca terasa lebih sejuk, karena bulan ini sudah memasuki musim dingin. Cuaca yang sangat aku sukai di antara cuaca yang lain. Hari ini Jaehyun sudah memberi tahu bahwa ia tidak akan mampir beberapa hari ke depan karena ada perjalanan bisnis yang ia dan sekretarisnya akan jalani. Aku juga tidak mau banyak menuntut pada Jaehyun, biar kan saja toh itu adalah kewajibannya yang harus ia lakukan karena perusahaan itu butuh di kelola dengan benar.
Aku akan bertemu ketiga sahabat ku pagi itu, mereka sudah meracau seperti burung beo karena akhir akhir ini kami jarang bertemu. Aku, Aera eonnie, Yeon Jung, dan juga Yuri sepakat bertemu di tempat biasa kami berempat sering bercengkerama. Yaitu halaman belakang rumah Yeon Jung, halaman belakang rumah Yeon Jung sangat luas dan juga asri karena banyak pepohonan dan bunga. Rumput liar pun sangat hijau cerah menutupi tanah coklat di sana, selain itu juga di sana Yeon Jung membuatkan tenda khusus kita berempat.
"Dasar wanita jahat! Bisa bisanya kau tidak memgabari ku beberapa hari ini!" Racau Yuri pada diri ku dengan tatapan menusuk. Aku yang mendengarnya hanya bisa tersenyum. "Lihat lihat wanita ini ia malah tersenyum!" Ujar Yuri lagi.
"Benar Yun Hee-ya kau kemana saja?" Tanya Yeon Jung kemudian.
"Aku sedang mempersiapkan novel ku, maaf ya.." Aku tidak sepenuhnya berbohong, aku memang benar benar tengah mempersiapkan novel yang aku buat hanya saja masih tahap penulisan dan baru setengah jalan.
"Sudah.. Lebih baik kita bersulang karena kita berkumpul lagi!" Ujar Aera eonnie lalu mengangkat kaleng bir di susul oleh diri ku dan kedua teman ku yang lain.
"Bersulang!!"
"Bersulang!!"
"Bersulang!!"
"Bersulang!!"
Ujar kami ber empat, kami pun larut dalam suasana yang menghebohkan seperti ini. Maksud ku, jika kami sudah berkumpul pasti sangat ramai seperti pasar hehe. Kami sangat senang mengobrol sembari minum bir atau soju seperti sekarang, karena dengan mengobrol ringan seperti ini dengan ketiga sahabat ku membuat aku melupakan sejenak permasalahan ku yang ada di rumah.
Tidak terasa kami sudah satu jam minum di temani dengan yangyeom chikin (Ayam bumbu) yang kami pesan di salah satu restoran ayam terkenal di korea. Aku sudah sedikit mabuk, dan kedua teman ku Yeon Jung dan Yuri malah sudah sangat mabuk karena mereka meminum soju dan bir seperti meminum air mineral tidak berhenti. Sedangkan Aera eonnie ia memang tahan terhadap alkohol jadi dia terlihat belum begitu mabuk saat ini.
"Hei hei! Kita harus lanjut di restoran biasa bagaimana?" Ujar Yeon Jung menyarankan, suaranya sudah sangat serak akibat mabuk dan tubuhnya juga sudah terlihat sangat lemas seperti tidak mempunyai tulang.
"Aku setuju! Aku belum mabuk.." Kali ini Yuri yang berbicara, nada suara dan tubuhnya yang sudah lemas pun sangat mirip dengan ke adaan Yeon Jung sekarang. Tetapi tetap saja mereka kekeuh ingin lanjut minum di tempat lain.
Haha aku tidak habis pikir.
__ADS_1
"Hei! Kalian berdua sudah mabuk." Aera eonnie menyuarakan pendapatnya. Karena ia sangat tidak mau ke repotan mengurusi dua orang ini yang pasti akan sangat merepotkan jika aku dan Aera eonnie menuruti ke mauan mereka berdua.
"Benar kalian sudah mabuk." Kali ini aku yang berbicara, aku sudah sedikit mabuk jadi kepalaku sangat pening tetapi aku masih bisa mengontrol diriku sendiri.
"Kalian berdua tidak asik!" Yeon Jung menggebrak meja dan kemudian pingsan karena terlalu mabuk.
"Hei hei! Yeon Jung-ah.. Bangun kita harus pindah ke tempat lain untuk minum..!" -Yuri.
Aku dan Aera eonnie hanya menyimak kelakuan Yeon Jung dan Yuri, mereka memang sangat gila minum padahal mereka tahu bahwa mereka sudah mabuk parah. Aera eonnie menoleh ke arah ku seperti ingin mengatakan sesuatu tetapi ia terlihat ragu untuk mengatakannya.
"Eonnie?" Panggil ku, walaupun aku tidak melihat wajah Aera saat tadi menoleh ke arah ku, tetapi entah mengapa aku bisa merasakan bahwa ada yang ingin ia katakan pada ku.
"Eoh?" Aera eonnie kembali melihat ke arahku dengan wajah terkejut, namun ia langsung mengontrol ekspresi wajahnya. "Ada apa Yun Hee-ya?"
"Katakan.." Ujar ku menggantung.
"Apa?"
"Ah.." Aera eonnie menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Soal kekasihmu.."
Aku sedikit terasa gemetar jika salah satu sahabat ku menanyakan soal Jaehyun, tetapi percaya atau tidak mereka tidak ada yang tahu aku menjalin kasih dengan siapa. Hanya tau bahwa aku memiliki kekasih tetapi mereka tidak tahu wajah atau latar belakang kekasih ku.
"Ada apa.. Eonnie?" Tanya ku dengan ragu.
"Mengapa kau tidak pernah mengenalkan kekasih mu pada kami?" pertanyaan Aera eonnie sukses membuat ku terdiam, aku tidak tahu apa yang aku harus jawab saat ini.
Sangat membingungkan, dan takut. Takut karena mereka akan mencibir ku dan memaki ku setelah mereka tahu faktanya bahwa aku berpacaran dengan seorang lelaki yang memiliki istri dan anak. Sungguh aku tidak tahu aku harus berkata apa sekarang, aku hanya menunduk dan diam seribu bahasa bahkan aku tidak berani menatap mata eonnie yang ada di samping ku ini.
Aera eonnie memegang bahuku dan mengusapnya. "Sebenarnya aku tahu siapa kekasih mu Yun Hee-ya.." Ujarnya sukses membuat ku kini menatap matanya, benar benar tidak ada kebohongan.
__ADS_1
Baiklah, aku siap jika aku harus di caci dan di maki!
"Eonnie.. Kau benar benar tahu tentang kekasih ku?" Tanya ku memastikan.
Aera eonnie mengangguk. "Aku tidak sengaja melihat mu dengan kekasih mu itu tengah berjalan bersama, dan aku tahu siapa kekasih mu walaupun kita tidak saling kenal."
Aku mengerutkan dahi ku. "Maksud eonnie?"
"Dulu sebelum aku lulus kuliah kedokteran, aku sempat mencari cari pekerjaan dengan lulusan terakhir ku. Aku melamar di perusahaan terbesar yang kala itu memang sedang mencari resepsionis dengan lulusan sekolah menengah akhir. Aku yang sedang terbentur biaya kuliah ku saat itu berniat untuk melamar pekerjaan di sana dan ada banyak sekali pelamar yang datang ke perusahaan itu." Ia menarik nafas sebelum ia melanjutkan ceritanya. "Lalu aku pun datang untuk interview dan secara langsung di wawancarai oleh calon presiden direktur. Orang yang aku lihat bersama mu saat itu dan orang yang dulu mewawancarai ku adalah orang yang sama, aku langsung teringat dengan artikel tiga tahun yang lalu yang sempat membuat perusahaan itu gempar-."
"Memangnya isi artikel itu apa?" Tanya ku memotong pembicaraan.
Aera eonnie memasang wajah tak yakin akan mengatakan yang ia tahu pada ku. "Aku tidak yakin.."
"Tidak apa apa eonnie katakan saja.." Ujar ku meyakinkan.
Ia menarik nafas dalam dan melepaskannya secara perlahan. "Baiklah akan ku ceritakan semuanya." Ujarnya aku meganguk. "Walau pun akhirnya aku tidak di terima di perusahaan itu... Beberapa minggu setelahnya, Jung Jaehyun calon presiden direktur kala itu mendapat gosip yang tidak mengenakan yaitu bahwa ia menghamili anak keluarga Kang yang kala itu memang sudah akan menikah dengannya, entah bagaimana kabar itu menyebar sampai masuk berita tetapi kabar itu sangat heboh tiga tahun yang lalu."
Aku sebenarnya sedikit kaget dengan cerita darinya, tetapi aku masih tidak mengerti mengapa ia menceritakan ini pada ku. Tetapi yang lebih aneh lagi, mengapa aku tidak tahu cerita itu semua padahal aku sudah bersama sama dengan Jaehyun selama tiga tahun. Tunggu!
"Maksud eonnie menceritakan itu pada ku.." Aku tidak yakin.
"Aku sudah menduga kau pasti tidak benar benar tau latar belakang kekasih mu.."
"Tidak! Aku tahu ia mempunyai istri dan anak.."
"Tetapi kau tidak tau kan bahwa anak yang kau maksud itu bukan anak kandungnya?"
Aku mengangguk.
__ADS_1
Aera eonnie menepuk bahuku. "Maafkan aku Yun Hee-ya aku lancang mencari tau tentang kalian.."
"Apa?"