
'Wajah Lin Xue kaget bukan main ,karena melihat wajah di balik topeng itu.
Semua yang berada di aula pun sama terkejutnya kecuali beberapa orang yang memang sudah mengetahui tentan Meilin.'
'Salam pada Baginda Kaisar ,hamba Lin Meilin menghadap Sang Matahari Kekaisaran ucap Meilin'
"Berdirilah!"
'Apakah Kau benar Putri ku ucap Kaisar'
"Terimakash sudah menganganggap hamba Putri Baginda Kaisar,bagaimana Keadaan Tubuh Kaisar hambaendengar dari ShinYe Baginda Kaisar sedang tidak sehat uucap Meilin"
"Aku sudah membaik,kemarilah Putriku maafkan Ayah tidak bisa melindungi bahkan dengan mudah nya percaya akan kematiaanmu karena berhianat teryata aku salah maafkan Aku Putriku ucap Kaisar"
"Semua bukan Kesalahan Baginda Kaisar,awalnya memang hamba marah ketika kasus tentangku di tutup tapi aki tau ini semua demi ketenangan ku "
"Terimakasih"akan perhatiian Baginda Kaisar sekarang Baginda jangan terlalu banyak memikirkan hal ini hamba sudah kembali untuk membalas semua perlakuan yang hamba dapatkan BagindabKausar harus tenang
"
__ADS_1
"Benarkan Permaisuri Lin ucap Meilin seperti Singa yang kelaparan tatapannya penuh amarah "
Lin Xue di buat ketakutan pasalnya selama ini waalu pun di perlakukan tidak baik namun dulu tatatpannya masih memancarkan kelembutan tapi kini pandangan Kakak nya itu seperti Siap untuk membunuhnya saat itu juga.
"TIDAK...TIDAK..."
Tidak mungkin itu kakak nya .
"Dia sudah MATi!"
Lihatlah itu bukanlah kakak yang selama ini dia liat Lin Xue berusaha menyakinkan dirinya bahwa itu bukanlah kakaknya begitulah runtuk Lin Xue dengan penuh ketakutan"
"Berhenti Baginda Putra Mahkota,kita sekarang hanyalah orang asing tidak baik mendekati seorang Janda yang sudah di cerai oleh suaminya itu sama saja penghinaan bagi Putra mahkota ucap Meilin sembari mengulurkan tangannya untuk mencegah Mantan Suami nya mendekat "
"Walau hatinya sebemarnya sakit ketika kembali menghadapi suami nya itu namun hati Meilin sudah sangat sakit mungkin kembalinya dia juga akan menjadi perpisahannya yang terakhir,kini Meilin hanya ingin mendapatkan keadilan bagi dirinya sendiri rasa itu masih ada tapi seiring berjalannya waktu perlahan akan terhapus begitulah harapan Meilin."
"Aku adalah suamimu ,bagaimana aku bisa tidak mendekatimu Permaisuri Wei ucap Ming Wei"
"Sungguh hatinya terluka bagaimana Istri yang begitu dia cintai kini tidak ingin di dekati olehnya,sungguh cintanya selama ini semakin besar pada Permaisuri nya itu,karena semakin dia inginenghapus cinta ini namun hatinya semakin sakit ,begitulah perasaan Ming Wei sekarang"
__ADS_1
:"Maaf Baginda Putra Mahkota ,sekarang kita bukan suami Istri,kau sudah mencabut Gelar Permaisuri dariku itu sama saja aku bukanlah siapa-siapa Putra Mahkota ucap Meilin dengan tegas nampak keyakinan disana walau hati nya sangat sakit dia harus bertahan demi Ming Dao-Dao Anaknya"
"Baginda Kaisar kita bisa melewatkan semua sandiwara ini bisakah kita melanjutkan lagi rapat ini biarlah tentang perasaan Putra Mahkota kita urus nanti sekarang yang penting adalah keadilan bagiku dan anakku ."
"JLEEB!"
::(
Ucapan Meilin kbali menyakiti Ming Wei.
Kini Permaisurinya sudah sangat verbeda tak ada lagi Permaisuri yang lembut,penuh cinta dan perhatian kini hanya ada Lin Meilin yang asing apa bemar rasa cinta itu sudah tak ada begitulah pemikiran Putra Mahkota sungguh air matanya ingin keluar melohat Sang Permaisuri nya kembali,bukan Permaisurinya tapi Lin Meilin sungguh rasanya sangat tak karuan rasanya ingin menertawakan dirinya sendiri begitulah runtuk Ming Wei"
"Baiklah ,kita akan melanjutkan rapat ini katakanlah apa yang ingin kau katakan Putri ku icap Kaisar"
"Baginda hamba tidak bersalah hamba tidak pernah menghianati Putra Mahkota dan Anak yang hamba kandung adalah anak Putra Mahkota"
Dan apapun ucapan Bao ,semua benar adanya.
Hamba diam dan tak membalas perlakuan Permaisuri Lin adalah demi hamba bisa bertahan dan melahirkan anak yang sudah lama kami tunggu maaf bila hamba baru bisa kembali karena mengumpulkan bukti sangatlah sulit ucapeilin dengan yegas"
__ADS_1