
"Mengapa tidak kau saja yang kesana sendiri saya ingin istirahat...!"
"-
Baginda bagaimana hamba ke kamar pengantin sendiri sementara ini hari pernikahan kalian...!"
",Meilin mengapa kau sangat ingin melemparkanku kepada wanita lain,apa salahku...?"
"Baginda hamba tidak bermaksud demikian tetapi apa salahnya bila kita ke kamar kalian hanya untuk makan siang..."
"Baiklah bila itu keinginan mu kita kesana bantu saya bersiap-siap karena todak mungkin saya memakai baju ini ..."
"Baju pernikahan ini sangat membuatku tersiksa.."
"Baik Baginda..."
Setelah mengganti baju...
Meilin dan suaminya menuju paviliun Bunga....
"Hamba memberi hormat pada Baginda"
Xue sudah memakai baju yang sedikit terbuka karena dia mendengar dari pelayanya bahwa Suaminya akan mendatanginya untuk makan siang...
"Masuklah Baginda..."
"Hamba sangat menantikan kedatangan Baginda.."
Xue bergegas mendorong kursi roda suaminya...
__ADS_1
"Tunggu sebentar saya membawakan hadian untukmu...."
Kemudian Wei melihat permaisurinya menghampiri...
"Meilin mana hadiah yang saya minta bawakan....!"
"Ini Baginda sembari membawakan baju berwarna hijau beserta kalung ,anting dan sebuah jepit rambut berwarna hijau yang terbuat dari batu jambrut hijau..."
"Terimakasih Baginda hamba sangat menyukai hadiah ini..
Bagaimana Baginda mengetahui warna kesukaan hamba.."
"Jangan berterimakasih padaku.."
"Berterimakasihlah Pada Meilin dia yang menyiapkan semua itu bila tidak di siapkan Meilin kakakmu bahkan sedikit pun saya tidak mengharapkan kau sebagai selirku...."
"Dan satu hal lagi dalam pernikahan ini jangan pernah mengharapkan cinta dariku apalagi berharap tidur denganku..."
"Bukan hanya kau yang mengalaminya semua selirku sudah ku peringatkan ketika pernikahan..."
"Itu pun berlaku pada selir Agung Jun xie..."
"Bila kau keberatan akan ucapanku maka ,saya akan dwngan senang hati meberikan surat cerai dan saya akan memberikan kompensasi atas perceraian itu..."
"Hamba tahu Baginda,bagaimana pun menikah dengan Baginda adalah keinginanku karena hamba mencintai Baginda...."(sembari menahan cairan bening di pipinya yang seakan siap meluncur dari mata Xue)
Tanoa sadar Xue terduduk di lantai karena taknpercaya ucapan suaminya itu...
Melihat dan mendengar ucapan suaminya Meilin tahu betul Xue akan sedih..
__ADS_1
"Baginda ayo kita makan "...
"Ayo kita makan Selir Xue..."
"Hormat pada Permaisuri Wei ucap Xue dengan nada bergetar...'
"Sudah bagunlah Adik Xue...
"Mulai sekarang mari kita berusaha melakukan yang terbaik selama menjadi istri Baginda Putra Mahkota..."
"Meilin terseyum sembari mendorong Kursi roda suaminya menuju meja makan..."
"?Kemudian kembali untuk membangunkan Selir Xue.."
Ya mengetahui suaminya akan datang Xue sengaja membuat pelayannya pergi agar tidak mengganggu ketika dia bersama suaminya namun harapanya hilang sudah karwna sang suami datang bersama Permaisuri Wei....
"Mari kita makan kakak ucap Xue..."
Hmmm,
"deheman Pangeran Wei membuat Xue bingung apa dia melakukan kesalahan atau Baginda tidak menyukai makanan yang di buatkan koki istana...."
"Koki sialan apa dia membuatkan makanan yang tidak disukai Baginda Putra Mahkota...runtuk Xue.."
"Lalu sebenarnya siapa yang emberitahukan makanan kesukaanya hingga koki repot-repot membuatnya awas saja bila kesalahan kali ini gara-gara koki itu maka esok jangan harap bisa berada di istana ini ucap Xue dalam hati..."
"Selir Xue apa kau tidak belajar tatakrama Meilin itu permaisuri dan kau dengan lancang memanggilnya kakak...!"
"Dimana rasa hormatmu...(ucap wei marah)..."
__ADS_1
"Maafkan hamba Baginda hamba akan mengigatnya..."
"Maafkan hamba Permaisuri Wei..."