
Sepertinya kau juga mengalami seauatu hingga kau berani memaki Saudariku....
Kau sungguh merasa kau lebih baik dari Meilin bukankah caramu mengatakan itu menunjukan bahwa kau tidak bisa di bandingkan dengan Saudari ku....
Pengawal bawa kembali Xue ke kamarnya....ucap ShinYe...
Keesokan harinya....
Tabib Ye hendak kemana bukankah ini masih pagi...?ucap Pengawal di gerbang Istana...
Yah ini masih pagi tapi saya akan membeli bahan obat untuk Putra Mahkota...
Karena ada salah satu bahan obat yang saya butuhkan...!
Dan hanya seirang Tabib yang di perbolehkan membeli itu...apakah ada larangan saya tidak boleh keluar Istana?
Maaf kan kami Tuan ini perintah Ibu Suri agar tidak ada yang bisa keluar masuk Istana...!
Apakah Ibu suri tidak peduli kesehatan Putra Mahkota bahkan seorang Tabib Pun tidak bisa keluar Istana?
Baiklah saya akan pergi menemui Kaisar...
Sesampainya di depan ruangan Kaisar ....
Seorang pengawal pun masuk mberitahukan kedatangan Tabib Shin....
Silahkan Masuk Tabib Shin ucap pengawal itu setelah menghadap Kaisar....
Hamba menghadap Matahari Kekaisaran ucap ShinYe...
Ada apa kau pagi-pagi menemuiku Tabib Shin?
Maafkan kelancangan hamba Baginda Kaisar...
Hamba hanya ingin meminta izin untuk Keluar dan membeli bahan obat yang di butuhkan oleh Putra Mahkota tetapi hamba tidak di perbolehkan keluar dari Gerbang Kekaisaran...
Siapa yang melarangmu Tabib Shin...?
Para pengawal di gerbang Kekaisaran ....
Sang Kaisar pun sangat marah pasalnya di Istana ini tidak ada yang boleh melarang tamu leluar masuk terlebih Seorang Tabib.....
Pengawal panggil Pengawal di gerbang Kekaisaran dan suruh menghadap padaku....
Baik Baginda....
Pengawal itu pun menghadap....
__ADS_1
Hormat Pada Baginda Kaisar hamba Ho Shing menghadap....
Ada keperluan apa Baginda memanggil hamba...?
Siapa yang memerintahkanmu tidak memperbolehkan Tabib Shin Keluar Istana ?
Maafkan hamba Baginda Kaisar itu adalah Perintah Ibu Suri!
Mengapa Ibu Suri ikut mencampuri penjaga Gerbang Kekaisaran bukankah Ibu Suri tidak bisa ikut campur urusan si Istana ku...?
Maafkan hamba Baginda ,hamba hanya menjalankan perintah....
Baiklah kau kembalilah berjaga...
Dan untuk Tabib Shin maafkan Ibu Suri kau bisa keluar masuk Istana Kekaisaran kau bawalah Token Hitam Ini maka tidak ada yang akan melarangmu keluar masuk Istana...
Apalagi Tabib Shin pergi membeli obat untuk Putra Mahkota...
Baik Baginda !
Lalu Bagaimana dengan Perintah Ibu Suri...?
Saya yang akan menghadapinya....
Segeralah Keluar dan Bawa obat untuk Putra Mahkota....!
Kaisar pun menuju Istana Cang tempat Ibu Suri berada hendak menanyakan keputusan Ibu Suri....
Setelah mendapatkan izin masuk ...
Kaisar pun memasuki Istana Cang....
Selamat datang di Istanaku Baginda Kaisar....
Apa yang membuatmu datang ke Istanaku sepagi ini...?
Apa Baginda ingin minum teh buatanku??
Hentikan ucapan mu Ibu apa maksud dari semua ini?ucap Kaisar yang masih terlihat marah....
Apa yang mbuatmu marah Anakku..?ucap Ibu Suri....
Bukankah kau kemari karena merindukan Ibumu ini...?
Bukankah sudah lama kau tidak mengunjungiku...?
Berhentilah bertindak seperti tak tau..Ibu...!
__ADS_1
Mengapa kau memerintahkan Pengawalmu berjaga di Gerbang Kekaisaran dan melarang Tabib Shin keluar untuk membeli bahan Obat untuk Putra Mahkota...?
Itu sudah keputusanku kau tidak usah menyembuhkan Putra Mahkota bukankah dia tidak pantas Jadi Putra Mahkota sekarang semenjak Meilin mati dia hanya mabuk dan sekarang Sakit-sakitan apa pantas dia menjadi Putra Mahkota sekarang hidupnya sudah berantakan bahkan dia tidak mempedulikan Permaisuri Lin ketika hamil anakknya...!
Ibu hentikan ucapanmu,kau boleh tidak peduli pada Putra Mahkota tapi saya sangat peduli karena bagaimanapun Putra Mahkota adalah anakku dan sikapnya seperti itu wajar karena dia kehilangan Istri yang sangat dia cintai bagaimanapun keadaannya saya akan menyembuhkan Putra Mahkota....ucap Sang Kaisar....
Lihatlah kau terlalu menyanyangi anakmu Itu selain dia bukankah masih ada Pangeran kedua dan Ketiga mengapa harus mengandalkan Satu orang....ucap Ibu Suri....
Ibu bagaimanapun mereka adalah anak-anakku tak ada yang bisa memaksa mereka karena Pangeran Kedua dan Pangeran Ketiga tidak ingin menjadi Kaisar maka hanya Putra Mahkota yang bisa memerintah dan menggantikan saya....
Apa pantas seirang yang hanya mabuk dan sakit-sakitan memerintah Istana bukankah lebih baik meminta anakmu yang lain yang menggantikan posisi Putra Mahkota...?
Jangan terlalu berharap Putra Mahkota akan sembuh karena keadaannya sekarang sangat memalukan....!
Cukup Ibu jangan membuat keputusan sendiri...
Siapaoun yang akan menggantikan ku sebagai Kaisar kelak apabila mereka bisa mencintai Keluarga dan Rakyat maka saya tidak akan membeda-bedakan merwka....
Saya pamit dan Ibu jangan pernah ikut campur urusan di Istana ...
Karena Istana sudah memiliki aturan sendiri....
Cukup selama ini saya mengikuti kemauan Ibu bahkan ketika Kematian Permaisuri Wei Ibu putuskan untuk tidak meneruskan penyelidikannya....
Saya hanya diam ....
Namun bila Ibu berani menyakiti anak-anakku ,saya yang akan memenggal Kepala Ibu....
Karena kehidupan dan kebahagiaan anak-anakku dan cucuku adalah yang paling utama....
Hanya saya yang berhak menentukan mana yang terbaik untuk mereka....
Saya permisi Ibu...
Sang Kaisar pun pergi menuju Istananya....
Sepertinya Sang Kaisar mulai tidak mendengarkanku...
Maka kau harus menerima akibat karena melawanku runtuk Sang Ibu Suri....
----
Jangan Lupa Like dan Tambah Favorit...
Mampir ke karyaku yang lain yah...
Minta votenya
__ADS_1