
Tidak ada Permaisuri saya hanya merindukan Permaisuriku sangat rindu....tidur sendiri bagiku seperti kehilangan sosokmu Permaisuri saya rindu kemanjaan bahkan rindu pelukanmu....
Hamba juga merindukanmu Baginda....
Bagaimana keadaan di paviliun Emas apakah Baginda sudah mendapatkan bukti siapa dalang semua ini....
Maafkan saya Permaisuriku sayang saya sedang mencari tahu.....
Baginda apakah sudah makan dan bagaimana kesehatan Baginda ....?
Saya baik-baik saja hanya saja....!(ucap Pangeran Wei menggantung kalimatnya...)
Ada apa Baginda apa terjadi pada Baginda...ucap Meilin penuh selidik dia merasa suaminya seperti menyembunyikan sesuatu jawab Baginda....(nada marah)...
Bagaimana saya akan menjawab tidak salah bila perasaan wanita sangat peka dan selalu benar ucapannya runtuk Pangeran Wei dalam hatinya....
FEELING ISTRI SELALU BENER YA READER BETUL APA BETUL ....?
Tidak apa-apa Sayang saya hanya sangat merindukanmu Permaisuri ku dan sepertinya selama 2 hari tidak berada diatasmu serasa ingin meledak kepunyaanku...
__ADS_1
Baginda jangan berkata seperti itu ini adalah Paviliun khusus penjahat maka isi ruangannya adalah para penjahat....ucap Meilin ....
Sesak di dadanya kembali bagaimana saya berada disini sedangkan saya tidak bersalah sama sekali runtuk Meilin di hatinya seakan tersayat oleh Sembilu.....
KALO READER GA NGERTI SEMBILU BISA SEARCHING MBAH GOOGLE...
Permaisuriku jangan katakan seperti itu karena saya pun takkan mempercayainya......ucap Pangeran Wei sembari mencium bibir istrinya yang telah lama dia rindukan....
Terjadilah Percintaan yang panas di dalam Paviliun hukuman itu......
Keesokan paginya Meilin terbangung lalu dengan segera Meilin memakai pakaiannya.....
Ucapan itu asing bagi Meilin terdengar jelas itu bukan suara Yize....sembari menoleh sumber suara itu....
Siapa kamu dan apa tujuan mu kemari siapa yang menyuruhmu melayaniku...?
ucap Meilin was-was karena bisa jadi dalang semua ini mengirim mata-mata karena tidak berhasil membunuhku ...!(macam-macam pikiran sedang berkecamuk di otaknya...)
Pengawal ada pembunuh disini teriak Meilin namun nihil karena tidak ada pengawal yang datang.....
__ADS_1
Siapa kamu pergi ucap Meilin semakin histeris....
Permaisuri tenanglah saya orang suruhan Baginda Putra Mahkota....
Apa suruhan suamiku tapi saya sudah memiliki Yize sebagai pelayan tidak perlu menambahnya....
.ucap Meilin dengan rasa was-was karena mau tidak mau kenangan malam yang mengerikan itu kembali menghampiri....
Permaisuri dengarkan hamba dahulu hamba adalah Bao bekas Pelayan Selir Xue dan Yize sedang membuatkan sup jamur putih untuk Permaisuri sebentar lagi pasti kembali....
Selir Xue apakah dia mengirimmu untuk memata-mataiku apakah .....tiba-tiba ingatanya yang berusaha dia lupakan datang kembali ......
Ahh ucap Meilin memegang kepalanya yang terasa sangat sakit....
Bao pun panik lalu membawa Permaisuri berbaring karena sebelumnya dia duduk di atas kasur yang hanya pantas bagi pelayan hina sepertinya ....
Ya tempat tidurnya ketika melayani Selir Xue di kediaman perdana mentri hanya sebuah busa kecil dan tanpa di berikan selimut Bao tidur seadanya karena dia tidak memiliki tempat untuk pulang semenjak Permaisuri menitipkan Bao pada Xue karena tidak banyak pelayan yang bisa mendampingi Xue karena sikap nya yang sombong namun Meilin tau Xue tidak bisa hanya memiliki satu pelayan karena kesombongannya itu akhirnya Bao di suruh untuk melayani Xue agar Jili tidak kerepotan sendiri mengikuti kemauan adik tersyangnya itu.....
itulah kenangan yang di dapatkan Bao ketika melihat Permaisuri hatinya seakan hancur bagaimana Selir Xue bisa mencelakai kakak nya yang sangat baik padanya bahkan menganggap nya seperti adik kandung sendiri......
__ADS_1