Pangeran Lepaskan Aku

Pangeran Lepaskan Aku
Hari Pernikahan....


__ADS_3

Meilin pun keluar dan menutu pintu...


Mengapa ada sebuah perasaan yang membuatku ketakutan...


"Bagaimana perasaan yang buruk belakangan ini sering kali kurasakan sejak ucapan Baginda yang akan memasukan Lin Xue sebagai selir..."


"Aku merasa kedatangan Xue akan menjadi nasib buruk bagiku..."


"Nona mengapa anda terlihat pucat seperti itu ,apa yang terjadi...!"(ucap Bixi)


"Ayo bangun nona bila ada yang mengganggu pikiran nona,nona bisa bercerita kepada ku...!"


"Baiklah Bixi antarkan saya ke kamarmu...!"


Segera Bixi membawa Meilin kekamarnya lalu mendudukan Meilin di ranjang itu...


"Nona apa yang terjadi mengapa nona pucat apa nona sedang sakit...?"


"Aku tak mengetahui apa yang akan terjadi Bixi mengapa belakangan ini firasatku sangat buruk bahkan membayangkanya pun aku takut...!"


"Bagaimana nona mempunyai perasaan itu anda bisa menveritakan kepada hamba nona...!"


$Bixi aku merasa akan mengalami nasib buruk sejak ada titah kaisar yentang pengangkatan Lin Xue menjadi selir...!"


"Tenanglah nona hamba yakin itu hanya firasat saja karena kedepanya tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi...!"


"Tapi Bixi setiap aku ingin tertidur farasat itu selalu datang bahkan aku merasa akan kehilangan Baginda ,bahkan aku ketakuyan akan kehidupanku sendiri...!"

__ADS_1


"Tenanglah Nona,hamba akan buatkan teh dwngan ektrak Chamomile agar nona bisa tenang...!"


"Apa hamba harus memanggil Baginda Putra Mahkota menemani nona..?"


"Tidak Bixi bila Baginda tahu kegelisahanku maka dia akan membatalkan pernikahan itu,dan saya tidak ingin itu terjadi...!"


"Baiklah nona hamba akan mempersiapkqnyeh untuk nona..!"


Lima menit k3mudian...


"Nona ini silahkan di minum teh ini akan membuat nona tenang..."


*Terimakasih Bixi...."


Setelah meminum teh itu pikiran Meilin pun menjadi sangat tenang...


"Baik nona hamba akan selalu berada disisi nona...!"


Kemudian hari pernikahan tiba hiasan merah memenuhi kekaisaran...


"Baginda apa kau sudah siap melaksanakan upacara ini...?(ucap Meilin)"


"Ya sepertinya aku sudah siap...!"


"Baiklah Baginda mari hamba mendorong kursi roda Baginda...!"


"Baginda baru saja lebih baikan sejak kejadian penyerangan itu lebih baik bila Baginda merasa lelah Baginda bisa langsung keluar bila upacaranya telah selesai...!"

__ADS_1


"Maka berjanjilah Permaisuriku kau akan selalu berada "disisiku agar aku bisa menjalankan upacara ini...!"


"Baik Baginda..."


"Permaisuri upacara akan segera di mulai apakah Permaisuri bisa meninggalkan Baginda putra Mahkota sendiri ..?"


"Baik tuan pendeta sembari menuju tempat duduknya.."


"Tidak tuan pendeta biarkan Permaisuriku berdiri di sebelahku untuk menemaniku menjalankan upacara ini...!"


"Yapi permaisuri bisa datang ketika pasangan pengantin telah menyelesaikan upacara pernikahan dan meminta berkat kepada Permaisuri..!"(ucap Pendeta itu)


"Baiklah bila itu tidak di izinkan maka saya akan membatalkan pernikahan ini ,itu adalah keputusanku...!"


Tapi Baginda..


"Biarkan saja pendeta karena Pangeran Wei baru terluka dan mengiginkan Permaisuri Wei menemani itu tidak masalah itu lebih baik dari pada pernikahan ini batal ucap Kaisar...!"


"Baiklah Baginda Kaisar walaupun itu melanggar tradisi mengigat Bagindab Putra Mahkota baru terluka maka itu bisa di maklumi...!"(ucap Pendeta)


"Lihatlah Baginda Pengeran Wei sungguh menyayangi Permaisuri Wei bahkan ketika pernikahan dia ingin nPermaisuri disisinya..."


Di aula itu mulai ramai akan para istri tetua kekaisaran yang menyaksikan pernikahan itu...


"Bagaimana kakakku sangat di cintai oleh Putra Mahkota bahkan ketika upacara pun Putra Mahkota tidak melihatku sama sekali ,apa yang kurang dariku...(ucap Xue)"


Kakakku lihatlah....

__ADS_1


__ADS_2