Pangeran Lepaskan Aku

Pangeran Lepaskan Aku
Mentri Lin memasak...


__ADS_3

Namun bulankah itu sulit..?


Meilin tidak mempunyai kekuatan apapun karena selalu tak mau bila di perintahkan menggunakan senjata apapun untukelindungi dirinya sendiri bagaimana bila dia tak bisa di latih...


ucap Lin Zhuting...


Kami akan membantunya Ayah tenang saja mereka akan menjadi yang terkuat dari Permaisuri sebelumnya...ucap ShinYe dan Sang Ayah pun setuju lalu tersenyum dan memberi keyakinan mereka akan bisa melakukannya...


Tapi bila Meilin berhasil jangan ada yang tau karena Permaisuri yang memiliki kekuatan akan si hormati namun sekaligus akan menjadi target pembunuhan seperti sebelumnya...ucap Mentri Lin...


Itu tidak akan terjadi kami bertiga akan berada disisinya dan akan mendukungnya ucap Ming Rong...


Ayah percayalah kami akan menyelesaikan semua ini...


Sekarang sebelum kita kembali ke Istana lebih baik kita menyiapkan makan karena Meilin pasti juga ingin makan bersama Ayah...


Baiklah ayo kita buatkan daging bakar karena sepertinya itu di perlukan untuk menambah tenaga Meilin...


Salam Pangeran Kedua ,salam Pangeran Ketiga dan salam bagi tabib Dewa uucap para koki dan Prajurut yang sedang bertugas memasak...


Kalian duduklah ucap Ming Feng...


Maafkan kami Baginda Pangeran Ming Rong bila kami duduk siapa yang akan memasak...


Kalian tidak perlu khawatir Mentri Lin Zhuting akan memasak untuk kita sekarang...Ucap ShinYe..


Bagaimana seorang Mentri akan memasak bagi Prajurit bagi kami...ucap koki itu...

__ADS_1


Kalian Tenanglah,Ayah sangat pandai masak ketika dulu dia berada di medan perang dia adalah koki disana,sebaiknya kalian istirahat Ayah akan memberikan masakannya dan akan membuat kita bersemangat....ucap ShinYe...


Mentri Lin pun segera memotong-motong daging hasil buruan para Prajurit...dan menambahkan beberapa bumbu yang hanya ada di daerah tempat mendiang Istrinya ada...dan itu juga tidak bisa di beli oleh sembarang orang karena khasiatnya banyak dan hanya orang tertentu yang boleh memesannya bahkan Keluarga Kaisar pun tidakbdi perbolehkan memesannya...


Kalaupun mereka ingin mencoba bumbu ini hanya mentri Lin lah yang bisa menyesuaikan takarannya karena banyak yang sudah mencoba memasaknya karena ingin membuka Kedai makan dari bumbu itu namun semua gagal,bahkan rasanya pun tidak enak...


Sementara di tenda ...


Ibu asuh siapa yang memasak baunya sangat enak apakah Ayah sedang memasak...?tebak Meilin...


Ibu apakah mengobatinya sudah selesai aku ingin makan...ucap Meilin tak sabar karena entah apa yang terjadi biasanya Meilin tidak menyukai masakan ini namun kali ini dia tak sabar ingin makan...


Sudah Nona sekarang kita bisa keluar...ucap Sang Ibu asuh...


Ayah...Ayah...Ayah apa kau memasak...?...',.


Berikan padaku Ayah ,aku lapar ucap Meilin manja...


Para prajurit yang berada disana pun kaget karena baru kali ini melihat sosok Meilin dan mereka ridak mengenalinya akibat luka di wajah Meilin dan tak ada yang mengenalinya kecuali Mereka berlima yang mengetahui itu...


Siapa anda nona mengapa penampilan nona menjijikan ,dan bagaimana tubuh anda penuh luka itu ucap salah satu prajurit yang berada disana...


Apa kau bilang menjijikan,apa kau tidak tau siapa dia...?


Apa kau sudah tidak menginginkan kepalamu ucap Ming Feng yang sudah siap mengeluarkan pedangnya...


Hentikan Pangeran Feng ,mereka tidak salah karena kehadiranku dan penampilanku memang menyeramkan itu wajar tapi jangan sampai masalah ini membuatmu kehilangan kesabaran...

__ADS_1


Jangan pernah keluarkan pedangmu hanya untuk menyakiti orang lain tapi buatlah juga pedangmu untuk mencari kebenaran sebelum menyakiti orang lain bukan kah kau harus berpikir apa itu pantas dilakukan ...?


Ucap Meilin...


Baiklah berkat Meilin nyawamu selamat maka berterimakasihlah...ucap Ming Feng ..


Terimakasih nina maafkan hamba lancang ucap koki itu tapi siapakah nona bagaimana nona bisa berada disini dengan luka di wajah nona...kembali koki itu bertanya...


Hati-hati dengan mulutmu apa harus aku potong lidahmu agar kau tidak berucap kasar dia adalah Perma...ucap Ming Rong namun di tahan oleh Meilin semua dia lakukan agar dia bisa berlatih bersama karena bila mereka mengetahui identitas Meilin sebenarnya maka mereka akan menjauh bahkan tak ingin melatihnya karena saat ini yang terpenting adalah langkah selanjutnya dan itu bisa Meilin dapatkan dengan berlatih dengan mereka...


Saya hanya Perempuan yang kebetulan bertemu dan sedang menghindari kejaran suami hamba dia melukaiku dan menganggapku penghianat tetapi saya tidak melakukan itu saya di jebak maafkan aku mulai sekarang aku akan berlatih dan bersama kalian untuk mendapatkan keadilan bagi anakku...ucap Meilin yang kbali terisak mengingat kejadian yang menimpanya ..


Bagimana suamimu bisa bersikap demikian dan apakah suamimu lebih percaya ucapan orang lain dari pada Istrinya sendiri?


ucap Prajurit yang mengetahui bagaimana perasaan Meilin karena dia juga mengalami masalah yang hampir sama namun perbedaannya yang menjebaknya adalah Istrinya sendiri demi menutupi hubungan gelapnya dengan Prajurit lain...


Baiklah kenalkan dia adalah nona Lin dan mulai sekarang kita akan berlatih bersama dengannya karena kita harus menyadarkan lelaki yang sudah menghancurkan hidupnya bahkan ketika dia sedang hamil...ucap Ming Rong yang memang sengaja tak memberitahukan identitas Meilin dan sudah kesepakatan antara Lin Zhuting,ShinYe,Ming Rong,Ming Feng dan Sang Ibu asuh karena mereka ingineilin berjuang tanpa membawa nama Meilin...


Dan itu juga atas kemauan Meilin...


Maaf cuma Up dikit Authornya lagi Drop ...


Jangan Lupa tambah Favorit dan Like ...


Mampir ke karyaku yang lain yah...


Makasih juga dukungannya buat Readerku tersayang...

__ADS_1


__ADS_2