
Tubuh Meilin bergetar hebat menyaksikan kejadian semalam...dan tubuhnya pun penuh luka karena berusaha melawan bajingan yang memegangnya....
Permaisuriu ayo kita beristirahat , ucap Pangeran Wei..
Hiks...hiks...hiks...
Baginda bajingan itu telah membunuh saudariku...
Saya tahu Permaisuriku,tenang saja saya akan menyelidiki nya...
Tidak Baginda hamba yang akan menyelidiki ini saudari hamba di bunuh dan kehormatannya di ambil oleh mereka hamba pasti akan menyelidiki ini dan hamba akan pastikan dia mengalami kehidupan yang menderita bahkan aku ingin orang itu merasakan penyiksaan yang sama bahkan hamba akan membuat dia merasakan penderitaan hingga membuatnya merasakan lebih baik mati dari pada hidup...
Permaisuri ku lebih baik sekarang kita istirahat akan saya suruh Yize membuatkan teh agar kau tenang...
Tidak Baginda sekarang Yize pasti sangat terpukul akan kematian adiknya dan itu semua karena Ping melindungi hamba...
Baginda bagaimana Ping bisa mengorbankan nyawanya demi hamba yang tidak berarti ini...
Permaisuriku kau sangat berarti jangan menyalahkan dirimu sayang...
Saya tahu Ping pun melakukannya karena baginya Permaisuriku sangat berharga....
Baginda hmba ingin menemui Yize di kamarnya hamba harus menenangkannya...
Hamba yakin kini Yize pasti sangat benci padaku karwna menyelamatkan ku Ping adiknya harus mati bahkan kehormatanya di ambil paksa ...
__ADS_1
Sudahlah sekarang kita harus ke Paviliun Emas agar kau bisa beristirahat....
Karena bagaimanapun kesehatanmu jarus di jaga agar bisa menyelidiki siapa dalang dari semua ini bahkan para pengawal yang menjaga Paviliun Emas dan Paviliun Bunga semua pingsan...
Permaisuriku swkarang istirahatlah saya akn menyuruh pelayan lain membawakan twh yang bisa menenangkan kau Permaisuriku....
Pangeran Wei pun menuju dapur dan menemui seorang pelayan yang biasa membawakan makanan selain YiZe dan Ping...
Chunxi buatkan teh bagi Permaisuri secepatnya agar bisa saya bawa ke kamar...
"Baik Baginda.."
Yize ucap Meilin sembari memasuki kamar yang menjadi tempat tidur Yize dan Ping...
Maafkan saya Yize karenaku kau harus kehilangan adikmu ucap Meilin sembari Menanggis...
Yize saya berjanji menjaga dan menganggap kalian seperti saudariku tapi janjiku tak bisa ku tepati ucap Meilin sembari menangis kembali....
Nona jangan menyalahkan diri sendiri tolong berhentilah menanggis...ucap Yize sembari memeluk Meilin...
Nona tidak salah jadi jangan menangis nona...
Tapi....
Nona hamba akan memaafkan nona bila nona berhenti menanggis....
__ADS_1
Mendwngar itu Meilin pun berhenti menanggis...
Nona tunggulah disini hamba akan buatkan teh untuk menenangkan Nona....(ucap Yize sembari menuju dapur)...
Baginda mengapa Baginda ada di dapur....?
Yize saya akan mengantarkan teh agar Meilin tenang...
Baginda tetapi Permaisuri Wei sedng di kamar hamba ...!
"Bagaimana dia ke sana sedangkan keadaan nya sedang terguncang...
Yize maafkan kami karena tidak bisa menjaga kalian...!(ucap Pangeran Wei dengan wajah sedih)
Maaf karena melindungi Meilin kau harus kehilangan adikmu.."
Baginda tidak perlu minta maaf hamba yakin adik hamba bertindak seperti itu pasti sudah mengetahui akibatnya bahkan walau harus mengorbankan Nyawanya...
Terimakasih Yize ...
Mulai sekarang saya Pangeran Wei berjanji akan selalu menjaga mu dan melindungimu karena bagi Meilin kalian sudah seperti saudarinya...
Terimakasih Baginda hamba pun akan berjanji akan selalu berada di sisi Permaisuri karena hanya Permaisurilah saudaraku satu-satunya berkat Permaisurilah kami bisa merasakan kehangatan keluarga kembali setelah kehilangan kedua orang tua hamba...
Bila Permaisuri tak menemukan kami di tempat penjualan budak mungkin hamba hanya akan menerima siksaan...
__ADS_1
Maaf baru bisa up malem autor lagi ada acara di dunia nyata