
Baiklah kenalkan dia adalah nona Lin dan mulai sekarang kita akan berlatih bersama dengannya karena kita harus menyadarkan lelaki yang sudah menghancurkan hidupnya bahkan ketika dia sedang hamil...ucap Ming Rong yang memang sengaja tak memberitahukan identitas Meilin dan sudah kesepakatan antara Lin Zhuting,ShinYe,Ming Rong,Ming Feng dan Sang Ibu asuh karena mereka ingin Meilin berjuang tanpa membawa nama Meilin...
Dan itu juga atas kemauan Meilin...
Menti Lin masakanmu sungguh enak dan sepertinya secara perlahan kami merasakan hangat pada tubuh kami dan baunya sangat harum...
Dapatkah hamba meminta resep nya ucap Sang Koki...
Maafkan saya bumbu itu tidak bisa saya berikan karena keluarga Kaisar pun tidak bisa mengolahnya dan hanya ada khusus di desa tempat mendiang istriku berada...ucap Lin Zhuting...
Wah sepertinya bumbu ini sangat mahal beruntung Mentri Lin memiliki bumbu yang sangat berharga...
Baiklah kami akan istirahat karena kami harus kembali ke Istana besok...
Dan bila kita bertemu kembali saya akan memasakkan lagi untuk kalian tapi tolong kalian jaga Nona Lin dan latihlah dia dwngan baik karena kalian adalah Prajurit yabg terlatih dan pastikan anak yang di perutnya selamat jangan sampe anakk itu terluka....ucap Mentri Lin...
Keeaikan harinya ShinYe dan Mentri Lin kembali ke istana dengan deru air mata yang Meilin berikan karena masih ingin bersama ayahnya...
Hampir 2 hari perjalanan menuju Istana Kekaisaran...
Mereka pun sampai dwngan selamat...
Hormat pada Tabib Dewa Shin Yelu dan Perdana Mentri Lin ucap bebberapa pelayan yang sudah menyambut mereka merka langsung di hadapkan pada Kaisar...
Hamba memberi hormat pada Matahari Kekaisran ucap ShinYe...
Selamat datang Tabib Ye terimakasih sudah datang dalam kondisi kacau sekarang...
Sudah jadi kewajiban hamba,Baginda Kaisar apa yang terjadi pada Putra Mahkota Wei...tanya ShinYe terus terang karena memang dia tak suka basa-basi...
Walau sebenarnya dia sangatbkesal dan marah akan perbuatan Putra Mahkota pada Saudarinya itu namun bagaimanapun Kaisar harus di hormati...
__ADS_1
Kaisar Flash Back....
Sebenarnya ini semua berhybungan dengan Saudarimu Lin Meilin dan Penghianatannya...
Sejak Meilin berhianat kehidupang Putra Mahkota hancur bahkan dia hanya bisa minum-minum dan tidak mengerjakan tanggung jawabnya bahkan dia hanya berdiam sambil berteriak memanggil Meilin...
Dan sejak Meilin mati dia semakin menjadi-jadi bahkan dia meminum arak berlebihan dan kini dia terbaring di kamarnya beberapa hari...
Keadaannya sangt memperihatinkan...
Flash back Off...
Apa menurut Baginda Saudari hamba bersalah apakah saudari hamba akan melakukan itu...?
Ucap ShinYe yang sudah terbakar emosi...
Tenanglah Tabib Ye saya pun sedang menyelidiki semua ini apa penyebab Meilin melakukan itu dan apa penyebab kematiannya...
Saya mengetahui itu karena Meilin adalah Permaisuri terbaik dan sangat murah hati tetapi juga tegas ...
Saya pun curiga akan semua ini jadi saya berjanji akan menangani semua ini...
Baiklah bila itu keputusan Kaisar tapi bila kebenaran terungkap bisakah Baginda Kaisar memberikan hukuman setimpal tanpa memandang siapapun pelakunya...
Saya berjanji pada Tabib Ye dan Pada kediaman Perdana Mentri Lin...
Baiklah hamba akan mengobati Putra Mahkota,hamba pamit...
ShinYe pun segera keluar dari kamar Baginda Kaisar dan menuju Kamar Putra Mahkota Wei...
Meilin bagaimana kau melakukan semua ini,apa salahku dan bagaimana kau meninggalkanku ...
__ADS_1
Meilin kau menyakitiku....
Prang terdengan benda yang sengaja di lempar sembari memanggil Sang Istri....
Siapa kalian aku sudah berkata jangan ada yang ke kamarku...ucap Ming Wei ...
Walau diantara sadar atau tidak Ming Wei tetap bisa waspada karena insting sangat penting ...
Hamba Shin Yelu Baginda Putra Mahkota hamba di perintahkan Kaisar memeriksa Baginda...
ShinYe masuklah tapi jangan biarkan siapapun masuk...
Kalian tunggulah di luar akan ku periksa Baginda Putra Mahkota...ucap ShinYe...
Sungguh pemandangan yang miris kamar yang biasanya rapihbdan tidak ada debu kini tidak lebih seperti Gudang tinta hitam terdapat di dinding kamar ,raut kekacauan yang nampak pada Wajah yang dulu selalu berbahagia dengan Istrinya,dan nampak luka akibat benda tajam dan wajah penuh Cakaran sungguh sesuatu yang sulit di pahami karena selama ini wajah itu tampak seperti mayat hidup dengan badan yang kurus kering dan rambut yang di biarkan berantakan...
Itulah pemandangan yang diblihat ShinYe ketika memasuki ruangan itu dia merasa prihatin tapi disisi lain juga ShinYe terluka karena perlakuan orang yang membuat saudarinya menderita...
Baginda bagaimana perasaan Baginda..tanya ShinYe...
Menurutmu bagaimana keadaanku setelah di hianati dan di tinggal selamanya oleh Saudarimu kau lihatlah sepertinya bila saudarimu melihatku dia akan sangat senang dengan penderitaanku ini..ucap Sang Putra Mahkota yang masih merasa Meilin menghianatinya...
Hentikan ucapanmu Baginda Putra Mahkota ,pasti ada kesalahpahaman diantara kalian saudariku tidak mungkin menghianatimu karena selama disisimu Saudariku sangat bahagia...
Apa Baginda sudah mendengarkan penjelasan Saudari hamba ,bila Baginda belum mendengarkannya maka jangan menuduh Saudariku Penghianat...
Aku tidak menuduh ,aku melihatnya sendiri dia bersama pengawal itu di atas tempat tidur bahkan nyaris tidak mengenakan apapun apa itu yang kau katakan tidak berhianat...
Hamba mengenal saudari hamba itu tidak akan terjadi karena bagaimana pun saudari hamba memilih bersamamu di bandingkan dengan Para Pangeran lain dulu hamba pikir itu adalah pilihan yang terbaik tapi melihat anda sekarang tidak peduli padanya bahkan membuat saudari hamba Mati tanpa mendapatkan keadilan bagaimana menurut Baginda tentangbkematian saudari hamba apakah itu caramu melindungi Saudariku dengan mbiarkannya mati bersama anak kalian..?
Hahaha aku tidak bersalah tapi saudarimu yang salah ucap Sang Putra Mahkota tak terima dirinya di salahkan...
__ADS_1
Mampir ke karyaku yang lain yah dan jangan Lupa Like dan tambah Favorit ..'