
Nenti hanya sekali pulang kerumah, waktu kedua orang tuanya belum pindah ke kampung halaman mamanya di bandung Selatan paling ujung, meneruskan tradisi keluarga jadi petani di kebun peninggalan mamanya Nenti. Itu terjadi dua hari sebelum rumahnya disita bank Juga.
Nenti memang sudah tidak tenang berlama lama disuatu tempat setelah mengetahui, Gatot sudah ditahan polisi. Ia sama sekali tidak tahu kalau Pak Subrata sebenarnya telah mencabut laporannya pada polisi atas permintaan Subarkah, yang merasa tak perlu lagi memperpanjang urusannya setelah ia merasa hatinya lega karena terbukti tidak pernah menodai kegadisan Nenti.
Subarkah hanya ingin fokus pada pekerjaannya dan membangun lagi komunikasi dengan Patimah, perempuan idaman sejak pertama memandangnya berdiri di balik jendela, dulu...dulu ketika ia pertama datang ke desa dengan cita-cita besar, membangun industri pertanian perkebunan yang menjadi dasar keilmuan yang ia miliku
"Jika aku kepanasan ?"
"Aku Sidratulmuntaha, pohon surga yang akan meneduhkanmu sepanjang 700 tahun perjalanan berkuda."
"Jika aku kehujanan ?"
"Aku akan jadi payung selebar semesta yang akan menduhkanmu sepanjang aku bisa."
Lalu, mimpi dua manusia yang saling mengasihi itu, diizinkan Tuhan untuk berjalan beriringan, saling berpegangan dikursi pelaminan.
__ADS_1
Maka pada setengah malam, dua mempelai yang matanya enggan terpejam hingga kerabat dan handai taulan tak lagi terdengar suaranya, mereka baru masuk ke kamar yang sebelumnya telah mereka rias dengan harapan harapan di masa depan.
"Sayang,...,"
"Kang...."
Suara mereka terlalu pelan untuk bisa didengar dari luar, bahkan dengusnya pun tak mampu melintasi suara suara malam, Subarkah menuntun Patimah dari bawah, naik meniti tiap tarikan nafasanya hingga puncak dakian, berulang-ulang hingga kelahan,
membiarkan seluruh pakaian keduanya, terserak di lantai kamar, agar tak mengusik mempelai perempuan yang kemudian nyenyak tidur di bahu lelaki yang selalu dirindukannya.
Asapnya tebal yang keluar dari mulutnya kemudian pudar diterpa angin dari kendaraan.
Nenti, yang kemudian berjalan dan duduk di bangku panjang dikios tukang rokok. Air matanya mengambang, menyesali apa yang dilakukannya selama ini, hingga membuat hidupnya dan keluarganya jatuh, menukik pada titik terendah sepanjang jalan hidupnya.
Ia terbatuk batuk untuk yang kesekian kalinya. Ia tekan dadanya lagi yang makin terasa sakit, TBC telah menjangkitinya, menjadikan tubuhnya kurus kerontang dan membuat lelaki hidung belang tak lagi mau mengajaknya berkencan dengan imbalan sejumlah uang untuk memperpanjang hidupnya sehari lagi saja. Ya mungkin sehari lagi saja.
__ADS_1
SELESAI
******************************************
Akhirnya kisah pendek Patimah selesei sampai sini.
terimakasih banyak saya ucapkan kepada kalian yang sudah membaca kisah patimah sampai akhir.
ada banyak kekurangan pastinya 🙏🏻
tapi memang pada dasarkan banyak cerita yang saya rilis itu tidak panjang, mulai dari Sayangku Jadulku, patimah dan nanti kisah lampu merah pun tidak panjang, hanya puluhan episode saja. karen tulisan saya publikasikan bukan untuk keuntungan tapi murni supaya apa yang saya tulis tidak hilang begitu saja, syukur kalau bisa jadi penghiburan bagi yang lain 😁
mungkin saya akan segera rilis kembali Sayangku jadulku untuk season 2 sayangku ( bukan ) jadulku atau bisa juga saya seling dengan kisah lampu merah 🤭
sekali lagi saya ucapkan banyak terimakasih bagi kalian yang sudah berkenan membaca kisah ini yahh..
__ADS_1