
Saat Yan Ri turun di tepi danau Shang Ri La setelah menembus belantara hutan bambu hijau, Yan Ri merubah karakter jurus langkahnya. Dari beraura jiwa silat petir, menjadi aura jiwa silat kegelapan. Melangkah dengan tenang untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Apa yang dilihat Yan Ri selanjutnya adalah pengalaman paling luar biasa dalam hidupnya. Dia melihat sesosok manusia dengan kecantikan seorang dewi, kulitnya begitu halus seolah transparan tertimpa sinar bulan purnama yang menembus paviliun kecil, andai sesosok dewi itu meminum teh yang kuning sedikit kecoklatan sekalipun, rasanya tak berlebihan jika dikatakan terlihat bagaimana teh itu turun mengalir di tenggorokannya. Dia menggunakan sebuah alat musik kecapi memainkan sebuah lagu berjudul : " Meremehkan Dunia Persilatan " .
" Siapa di sana ? , keluarlah......!!! " . Seru sesosok dewi itu.
" Maafkan aku kakak senior, Aku tidak sengaja mendengarkan suara musik yang senior mainkan, Aku sungguh tidak punya maksud apa apa selain menikmati hiburan kecil di tengah malam sunyi seperti ini. Mohon senior memaklumi kalau bagi kami murid perguruan Shang Ri La yang terbiasa hanya belajar dan menjalani misi, sebuah hiburan seperti ini sangat langka dan sulit didapatkan " .Jawab Yan Ri sambil menunjukkan hormat menaruh kepalan tangan kiri di depan dada dan tangan kanan menggenggamnya sambil sedikit membungkuk.
Dengan tertawa, " Oh... kau murid perguruan Shang Ri La, mengapa juga kau belum tidur di tengah malam begini. Bahkan aku yakin jarak dari sini ke puncak gunung Shang Ri La cukup untuk dikatakan membuat suara musikku tidak terdengar di sana. Kecuali...... , kau menguasai seni jiwa tingkat tinggi sehingga mampu mendeteksi dalam ruang lingkup luas .Itu artinya kemampuanmu tidak lebih rendah dari murid dalam , bahkan pemimpin dewan guru mu, Dugu Muxue, juga tidak memiliki kemampuan seni jiwa setinggi ini. Sangat aneh, mengingat beberapa bulan lalu ada utusan perguruan Langit Merah mencari bibit berbakat untuk ditarik ke perguruan mereka. Kau bisa mengelabuhi utusan perguruan Langit Merah, bahkan seluruh dewan guru dari perguruan Shang Ri La. Siapa kau sebenarnya dan apa tujuanmu? " .
__ADS_1
" Sungguh senior, Aku hanya murid biasa, bahkan ilmu yang kupelajari inipun berasal dari perguruan seluruh murid luar lainnya bisa bersaksi soal kitab yang kupelajari memang berasal dari pustaka perguruan yang kuambil dengan seijin perguruan. Aku tidak memiliki maksud tersembunyi apapun selain belajar..... " .
" Berarti kau sangat berbakat.... ".Andai bisa isi hati tercermin dari penampakan wajah, mungkin hidung Yan Ri saat ini telah memanjang sebagai tanda bangga dan menyombongkan diri. Bagi Yan Ri yang berumur 12 tahun, dipuji oleh sesosok bidadari, meskipun terpaut usia 16 tahun dari sesosok wanita di hadapannya, itu sangat membahagiakan. Mungkin standar wanita cantik bagi Yan Ri akan berubah. Kelak diapun akan mencari gadis dengan kecantikan paling tidak setara dengan yang dia temui saat ini.
" Bulan purnama terjebak dalam bayangan paviliun kecil.
Bulan tak bernama berikan bahagia dengan tiupan kecil.
__ADS_1
Semoga malam ini menjadi keberuntungan yang tak perlu berubah. "
" Oh jadi kau memahami sastra ? menurutmu bagaimana lagu yang kumainkan tadi? "
" Sangat bagus senior..., liriknya sangat dalam dan menyentuh. Hanya......... "
" Hanya apa? " .
__ADS_1
" Lagu tadi seharusnya memancarkan aura kebahagiaan, tapi senior memainkan dengan menyebarkan aura kesedihan. Mungkin junior ini terlalu lancang, jika senior tidak keberatan, mohon senior menjelaskan..... "