
Secara umum kekuatan militer dinasti ini terbagi menjadi 8 kesatuan pasukan , masing masing diwakili oleh panji militer yang mengikuti warna : merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu dan putih. Masing masing dipimpin Jenderal yang membawa 1 juta pasukan.
Bisa dikatakan, setiap terjadi gejolak perebutan kekuasaan, masing masing pangeran yang bertikai akan berusaha menarik dukungan dari kekuatan militer, melalui pendekatan kepada jenderal yang bersangkutan. Karena Biasanya seorang jenderal adalah kakek tua, maka pangeran yang mendekati jenderal itu bisa memilih mendekati anak atau cucu perempuan sang jenderal untuk dinikahi melalui pernikahan kontrak politik .Hal itu bisa membuat peta politik menjadi terlihat jelas, arah dukungan tiap jenderal menuju ke arah mana.
Tapi sebenarnya, selain kesatuan pasukan di bawah 8 panji militer, ada 2 kesatuan pasukan yang tidak berpihak kepada pangeran manapun. Kesetiaan mereka hanya kepada kaisar yang menjabat. Mereka adalah kesatuan Biro Barat dan kesatuan Biro Timur.
Bisa dibilang Biro Barat adalah kesatuan mata mata khusus di bawah kendali kaisar. Sedangkan Biro Timur adalah tim pembersih yang menyelesaikan apapun perintah kaisar. Seperti tugas kotor yang dijalankan di bawah bayang bayang. Jadi misalnya kaisar tidak suka pejabat provinsi tertentu, Kaisar tidak harus repot repot keluar dekrit, maklumat perang, atau perintah pada kesatuan prajurit di bawah 8 panji. Tapi pasukan biro Timur yang mengerjakan semuanya dalam semalam, pejabat itu besok paginya akan diketemukan terbantai bersama seluruh keluarganya .Alasan ketidak sukaan kaisar bisa beraneka ragam, bisa kecewa karena lamaran atas putri pejabat ditolak, atau bahkan hal remeh seperti kaisar bermimpi bahwa ada gejala alam dari daerah tertentu menyebabkan dia kehilangan tahta.
Kedua biro itu memiliki kesamaan berupa sama sama berbaju serba hitam dan sama sama dibawah kendali seorang kasim kepercayaan kaisar. Karena kasim tidak memiliki keturunan perempuan, nyaris tidak bisa didekati dengan pendekatan seperti pernikahan kontrak politik. Itulah sebabnya kesetiaan mereka hanya untuk kaisar.
__ADS_1
Karena fungsi yang berbeda, membuat pasukan biro Barat dan Biro Timur juga memiliki perbedaan dalam olah silat yang mereka latih. Pasukan biro Barat memiliki tugas mata mata, ilmu meringankan tubuh mereka sangat halus, ringan, tidak menimbulkan suara, bahkan terkesan gelap, menyatu dengan kegelapan sehingga tidak terdeteksi oleh pengamatan manusia biasa. Sedangkan pasukan biro Timur mengandalkan kecepatan untuk tugas mereka. Dalam kondisi tertentu mereka mungkin berisik, tapi bagi mereka asalkan tugas dari kaisar terlaksana, seperti target yang cepat dibunuh, itu sudah cukup. Tak perlu sembunyi sembunyi atau mengendap ngendap. Langsung babat.
Keanehan inilah yang disadari oleh Yan Ri, mereka yang berada di balik bayangan mungkin pakaian mereka terlihat sama saja. Tapi cara terapan mereka berbeda dalam menggunakan ilmu meringankan tubuh. Sudah terbayang dalam benak Yan Ri, dia akan melumpuhkan satu orang berbaju hitam, mengambil pakaiannya dan menyusup keluar saat situasi menjadi rusuh nantinya. Tak sulit bagi Yan Ri menirukan ilmu meringankan tubuh mereka. bukan saja Yan Ri bisa melangkah ringan, juga bahkan bisa secepat kilat. Bahkan jurus Dewa Petir Terbang miliknya bisa melipat dimensi. Dia cukup hanya mengurangi kemampuan melipat dimensinya, lalu memilih menjadi terbang cepat atau bergerak secara halus, maka penyamarannya sebagai berbaju hitam nyaris sempurna.
Hanya tinggal satu, jika ada 2 kelompok pasukan , besar kemungkinan akan ada 2 gugus tugas yang berbeda. Yan Ri harus memilih tugas mana yang dia berencana untuk menyamar sebelum keluar kabur.
Tak terasa dengan seni Jiwa, Yan Ri bisa mengorek keterangan dari satu anggota pasukan yang sudah dia lumpuhkan. Secara garis besar pasukan biro Timur diperintahkan untuk menghabisi semua pangeran dan putri yang terjebak pada isu Tulang Naga. Ternyata isu Tulang Naga yang dikabarkan mampu mengendalikan pasukan Terracota adalah kabar bohong yang sengaja dihembuskan kaisar untuk menguji kesetiaan pangeran pangeran dan tuan putri. Jika mereka tergerak ingin menguasai Tulang Naga, maka kaisar beranggapan mereka berencana untuk makar. Dan sudah seharusnya mereka dihukum mati, mati di tempat yang jauh dari ibu kota.
Menyamar dengan tugas membantai terasa kurang sesuai dengan jiwa Yan Ri. Dan tentu dia memilih tugas menyelematkan seorang wanita, yang dirasa lebih sesuai dengan jiwa kependekarannya.
__ADS_1
Saat seluruh keadaan menjadi kacau, Yan Ri yang telah berbaju hitam dan menutup wajahnya melesat menyambar Mo Ruyu dari hujan panah, dan membawa Mo Ruyu ke tempat aman, sesuai arahan dari komandan pasukan Biro Barat.
Seharusnya Mo Ruyu meronta dan memilih menolak diselamatkan, dia melihat tuan putri yang seharusnya dia jaga mengalami kesulitan.
" Kau tak bisa menyelamatkan dia, kaisar yang sudah memutuskan nasibnya untuk sampai di sini saja. Andai kau berhasil membawa tuan putri kembali ke ibu kota, kau pikir dia akan benar benar selamat? dia hanya akan menemui cara kematian yang lain " Yan Ri berusaha menenangkan Mo Ruyu agar tidak terus meronta dari dekapannya.
Dan anehnya, meskipun Mo Ruyu tidak melihat wajah orang yang membawanya, dari suara atau mungkin aroma badannya, Mo Ruyu yakin itu adalah Yan Ri. Orang yang diam diam dia kagumi. Waktu yang tepat untuk larut dalam dekapan laki laki yang dia cintai. Merasa damai dan tertidur karena nyaman dalam dekapannya.
Begitu terbangun, Mo Ruyu berhadapan dengan seorang pendekar yang sangat terkenal, pendekar pisau terbang Siauw Lie, seorang pejabat di balik layar untuk koordinasi pasukan 8 panji dan 2 pasukan biro. Pendekar nomer satu dunia persilatan yang menyampaikan pesan kaisar agar Mo Ruyu bersiap mengisi posisi di istana sebagai selir kesayangan kaisar.
__ADS_1
Pandangan Mo Ruyu menyapu sekeliling, dia hanya kecewa orang berbaju hitam yang dia yakini sebagai Yan Ri sudah tidak ada di sana. Jika biasanya menjadi anggota kerajaan adalah status yang membanggakan atau membahagiakan , setidaknya bukan itu yang dirasakan Mo Ruyu saat ini.