Pedang Filsafat

Pedang Filsafat
Perjalanan Menuju Misi di luar Perguruan


__ADS_3

Tak terasa waktu berjalan sudah 5 tahun, jadi usia Yan Ri sekarang 17 tahun \( lebih tepatnya 17 tahun 6 bulan, sedikit menyesuaikan dengan beberapa bulan chapter awal yang berisi latihan sehari hari \- penulis\) .Yan Ri mulai tumbuh remaja , dan untuk ukuran remaja seusianya dia cukup tampan. Meskipun tidak setampan dewa berwajah giok dari sekte lembah 100 pedang, tapi cukuplah disebut berkharisma dan membuat perempuan klepek klepek \( definisi tampan kadang ambigu, bayangan saya sebagai penulis, Ariel noah itu disebut tampan sekali ya tidak juga, tapi terbukti banyak cewek cewek meleleh hanya dengan pesona dan kharismanya saja, mungkin itu pengaruh aura tertentu, just opini penulis saja \- penulis\) .


Hari ini Yan Ri mengambil misi tingkat rendah berupa mengambil bunga Anggrek Salju. Meskipun misi ini tergolong misi level rendah, keberadaan tanaman ini sendiri cukup langka, agak jauh di pelosok barat kekaisaran Ryuun, provinsi Xin Qiang. Masuk di wilayah gurun gersang yang tak banyak orang mau ke sana, kecuali sengaja melakukan perjalanan jauh untuk perdagangan misalnya ke negeri persia kuno atau negeri Bharat. Karena provinsi Sinnan tempat perguruan Shang Ri La ada di ujung selatan kekaisaran, tentu menjadikan misi level rendah ini menjadi misi perjalanan jauh, atau misi darma wisata, tergantung bagaimana suasana hati yang mengerjakan misi ini.

__ADS_1


Yan Ri berangkat selain bersama Situ Meng juga bersama 5 orang saudara perguruannya, setidaknya pihak perguruan berjaga jaga seandainya misi ini bertemu lawan yang lumayan tangguh, mereka bisa menggunakan formasi 7 bintang yang diajarkan perguruan untuk melawan musuh. Hal ini dikarenakan Yan Ri bersikap selalu mengambil posisi tengah tengah, tidak tampak terlalu menonjol dengan kemampuan yang hebat, tapi juga selalu lolos dari ujian perguruan setiap kenaikan tingkat. Kalau sampai pihak perguruan tahu kemampuan Yan Ri sebenarnya, maka Yan Ri akan selalu mendapat misi tingkat tinggi, dan selalu berangkat sendirian.


Selalu berangkat sendirian memiliki sisi positive cepat memberikan poin kontribusi yang bisa ditukarkan sejumlah uang atau kitab dan sumber daya lainnya. Juga memiliki efek namanya cepat terkenal di dunia persilatan secara umumnya, bukan hanya terkenal di lingkup perguruan saja .Tapi dengan begitu, menjadi terkenal memiliki efek negative berupa menjadi target buruan dari pesilat atau pendekar yang ingin mencari nama dengan cara menantang pendekar pendekar baru yang memiliki nama. Tentu hal semacam ini meningkatkan resiko terluka atau bahkan terbunuh jika kebetulan bertemu lawan kuat, atau bahkan pendekar yang tidak bisa diraba sebatas mana kekuatannya saat bertemu.

__ADS_1


Saat rombongan itu duduk bercengkrama di luar ruangan, lewat sebuah rombongan kereta, yang jika dilihat sekilas itu rombongan bangsawan, terlihat cukup mewah dengan banyak pengawal. Sesuai tradisi rakyat jelata yang bertemu rombongan bangsawan yang dari keluarga kaisar akan membungkuk sebagai tanda hormat. Rombongan Yan Ri tidak memiliki masalah tentang itu. Hanya saja dengan kemampuan deteksi jiwa milik Yan Ri, dia bisa merasakan bahwa salah satu yang duduk di kuda pengawal itu adalah Mo Ruyu. Entah apa yang dilakukan Situ Meng jika dia mencuri mengintip, itu membuat Yan Ri sedikit khawatir. Meskipun fia memiliki keyakinan kalau Mo Ruyu tidak memiliki kepentingan mencari masalah dengan Situ Meng, karena toh sudah dianggap mati, dan Yan Ri merasa meskipun Mo Ruyu bisa melihatnya, Mo Ruyu tidak akan mengenalinya karena memang dia tidak pernah bersinggungan.


Sebuah paham yang sebenarnya salah, karena Mo Ruyu masih cukup mengenali Situ Meng, dia hanya tersenyum sinis mengejek karena merasa Situ Meng yang sekarang sangat menyedihkan di bawahnya. Dia juga enggan mencari masalah karena di dalam kereta ada putri kerajaan. Akan merepotkan untuk memberi penjelasan jika hanya sekedar membuat masalah. Lagipula Mo Ruyu merasa arah perjalanan mereka searah, itu membuat dia berpikir akan ada waktunya nanti bagi dia menyulitkan Situ Meng. Dan bagi Mo Ruyu, melupakan Yan Ri lebih sulit lagi. Ada bahasa khusus aneh saat Mo Ruyu melihat Yan Ri. Tapi Yan Ri tidak peduli. Mungkin Yan Ri menganggap para pejabat memiliki menu makanan yang membuat mereka memiliki perasaan buruk sepanjang hari.

__ADS_1


__ADS_2