Pedang Filsafat

Pedang Filsafat
" Tidak apa apa, Semua pasti baik baik saja nantinya " .


__ADS_3

" Heiii sampah bekerjalah dengan lebih cepat...... " .Lalu lecutan cemeti mencetar di ruangan. Tidak semua rombongan yang datang adalah orang terhormat atau setidaknya orang bebas merdeka. Ada juga budak yang khusus dibawa untuk pekerjaan berat. Dan Yan Ri sadar, menyusup dengan baju yang lusuh, itu artinya menyusup sebagai budak, bukan pekerja biasa.


" Aaaacch, mengapa aku lupa dengan diriku sendiri. Tapi tidak apa apa, semua pasti baik baik saja nantinya " .Sebenarnya jika boleh jujur, tentu Yan Ri akan mengeluh dengan situasi seperti ini. Tapi bukankah sudah disepakati sejak awal, bahwa jalan yang dilalui ini mungkin tidak mudah dan memiliki kesulitannya sendiri. Seperti halnya merasa sudah melakukan hal yang terbaik, tapi anjing anjing penjaga terus menyalak menggonggong, seolah tugas mereka menekan budak budak agar darah keringat serta air mata tercurah hanya untuk menggali di tempat tidak jelas seperti ini.

__ADS_1


Kota makam ini memiliki luas yang sulit dibayangkan. Setiap ruang tertentu, mewakili keagungan kaisar tertentu. Ada sebuah panggung berisi kereta perang mewah dengan seolah ditarik 8 ekor patung kuda .Lengkap patung kaisar dan kusir nya. Untuk menentukan panggung yang mana yang disebut kaisar dengan tulang naga adalah pekerjaan rumit, dibutuhkan ahli sejarah yang mampu merekonstruksi dan mengenali patung yang menjadi wajah kaisar yang dimaksud antara selang waktu 200 sampai 300 tahun lalu. Dan anehnya setiap pangeran tidak membawa ahli sejarah, mereka membawa ego mereka. Mengira dengan keberuntungan mereka masing masing, sekali tunjuk akan langsung menemukan Tulang Naga. Jika asal tunjuk dan memerintahkan saja sungguh membuat tidak sabar, jangan tanya mereka yang bekerja dengan teliti penuh kecermatan, sedikit demi sedikit memakai kuas meneliti satu per satu tulang yang bisa mereka temukan. Sama sekali tak terbayangkan jika ada juga kemungkinan bahwa Tulang Naga tersembunyi di patung yang bukan Patung berciri kaisar. Bisa di posisi kusir, asisten kusir, bahkan bisa saja lebih parah, tersembunyi di patung jenderal yang jumlahnya puluhan, patung komandan yang jumlahnya ribuan apalagi patung prajurit yang jumlahnya ratusan juta. Dan setahu Yan Ri, kaisar yang dimaksud memiliki hobi unik, yaitu terjun sendiri ke medan perang berposisi sebagai yang paling depan. Agar bisa membunuh musuh pertama kali dan terus membunuh tanpa henti. Sebuah efek samping mempelajari ilmu sakti yang membuat mentalnya sekuat baja, merasa tak terkalahkan, dan stamina luar biasa yang membuat bertahan dari awal hingga akhir perang.


Beberapa pangeran itu mungkin terlihat seperti anak ibu, anak rumahan, yang bahkan kotor sedikit langsung memaki maki pekerja yang menghamburkan debu. Tapi yang paling diwaspadai oleh para budak adalah putri yang datang Mo Ruyu. Sifatnya manja, suka berlindung dibalik kekuasaan, ditambah pengaruh Mo Ruyu yang bersikap mendorong sikap manja itu menjadi lebih menjengkelkan untuk para pekerjanya. Mereka yang mengeluh, protes, bahkan memasang raut wajah tidak suka, masam, maka akan dihukum. Bisa berupa cambukan atau lebih parah langsung dibunuh. Itulah kekuasaan, bisa merubah sisi kemanusiaan, karena mereka merasa keturunan dewa, mereka merasa berhak berbuat apapun, termasuk bersikap iblis kepada para budak.

__ADS_1


Sebenarnya ada titik terang bagi Yan Ri jika tidak ingin melewati kesulitan ini lebih lama. Mo Ruyu diam diam menawarkan untuk menjadi penyelamat. Itu hanya bahasa kiasan. Artinya Yan Ri secara resmi menjadi budak milik Mo Ruyu. Tentu dengan ide tentang apa yang dikerjakan Yan Ri sebagai budak sudah tergambar sejak awal. Tentu menyenangkan Mo Ruyu, entah itu sekedar memijat, merayu atau hal lain yang menyenangkan Yan Ri juga.


Jadi rencana paling sederhana adalah, menunggu situasi rusuh lalu keluar, karena dia menyusup, artinya secara administrasi dia tidak tercatat sebagai budak. Jika namanya tercatat sebagai budak oleh administrasi kerajaan, sudah tidak bisa berbuat apa apa.

__ADS_1


Sebagai jenderal, Mo Ruyu tidak mengetahui jalan pikiran Yan Ri. Baginya memberi perintah adalah harga mati. Tak terlintas dalam pola pikirnya, Yan Ri sama kuat dengan dirinya, atau lebih kuat lagi, karena memang Yan Ri menyembunyikan pancaran aura jiwa silatnya. Dan abai kemungkinan jika Yan Ri bisa melarikan diri. Mo Ruyu berpikir cepat atau lambat, mangsanya akan jatuh ke genggamannya.


Dan jalan pikiran Yan Ri, sebentar lagi situasi akan chaos, rusuh. Karena di ruang makam yang tidak semua sudut ruangan diterangi obor, ada banyak pasukan berbaju serba hitam menyusup. Meskipun Yan Ri belum yakin tujuan mereka, tapi itu sudah cukup untuk tujuannya sendiri melarikan diri.

__ADS_1


__ADS_2