
Kota Chang'An. Sebuah ibukota negara. Pusat pemerintahan sekaligus merangkap pusat perputaran ekonomi. Tempat dimana segala kepentingan berkumpul .Andai di sebuah peta ada garis khayal yang menggaris setiap perselisihan, maka di sanalah pusat sebuah retakan garis pertengkaran di seluruh dunia persilatan. Dengan segala latar belang perselisihan yang mengawalinya.
Ketika Yan Ri dan Zhao Yuan tiba, hari beranjak dari pagi menuju siang. Seluruh jalanan penuh dengan manusia dengan segala macam isi kepala mereka. Banyak yang sekedar berdagang mencari sesuap nasi, tapi tidak sedikit yang menenteng pedang atau beberapa macam senjata lainnya sekedar untuk pamer : " HAI, SAYA ADALAH PENDEKAR YANG INGIN MENANTANG SIAPA SAJA YANG SIAP UNTUK SAYA BUNUH " .
Kalimat itu tidak keluar dari mulut mereka, tapi seolah mengambang di atas ubun ubun mereka. Mendekati perayaan pertemuan para pendekar, sedikit waktu yang tersisa mungkin cukup berharga untuk menaikkan pangkat lencana yang tak resmi mereka bawa. Seolah jika mereka datang lencana tak terlihat berisi daftar prestasi mereka, misalnya : sudah mengalahkan 108 pendekar yang namanya sebagai berikut bla bli blu ble blo dan seterusnya . Lalu mereka berharap prestasi mereka naik, misalnya menjadi : sudah mengalahkan 110 pendekar yang namanya sebagai berikut dang ding dung deng dong dan seterusnya.
Latar belakang sebuah perselisihan bisa sangat beragam. Jika kita sering disuguhi cerita dunia persilatan adalah 2 kubu yaitu hitam dan putih, terkadang 3 kubu dengan satu pihak tambahan yaitu netral. Hakikat dunia persilatan sendiri sangat rumit, penuh intrik dan seolah tak ada teman, semua musuh.
Rekan satu perguruan bukan tidak mungkin justru musuh terbesar yang dipahami dirinya sebagai musuh meskipun secara alami masih satu kubu aliran putih, jauh lebih berat dibanding musuh dari golongan hitam. Seperti sebuah cerita yang Yan Ri dengan dari percakapan di tepi jalan, saat iseng beli manisan buah yang ditusuk .
__ADS_1
Perguruan gunung bunga persik mengalami kehancuran besar, yang tersisa adalah 2 orang seperguruan Shang Ti dan Dong Ting. Mereka menyingkir ke arah berbeda. Dan di persembunyian mereka, masing masing melatih jurus yang sama warisan perguruan mereka, jurus pedang persik 4 musim.
Justru setelah mereka masing masing cukup kuat dengan menguasai ilmu yang sama. Saat mereka bertemu dengan membawa perguruan mereka yang baru, mereka bukan sibuk bermusyawarah tentang bagaimana cara membalas dendam perguruan lama mereka.Justru mereka berdebat tentang siapa yang seharusnya diakui sebagai penerus perguruan gunung bunga persik.
Mereka berdebat dengan memainkan jurus pedang persik 4 musim, memperdebatkan tentang bagaimana seharusnya tingkat pemahaman sejati sebuah jurus .Bagaimana bentuk persik saat beku, bersemi, gugur atau bertahan saat hujan. Perdebatan itu akan dibawa dalam pusat perhelatan para pendekar.
Pemahaman sejati adalah sebuah tahap tingkatan jurus. Tak ada keraguan dalam tiap gerakan jurus, semua mantap dalam keyakinan dan kebenaran. Sebagai contoh : Jika seseorang melewati jalan raya yang sama secara terus menerus. Dia dengan mudah menjelaskan jika dalam jarak sekian ratus meter akan ada belokan ke kanan berapa kali ke kiri berapa kali bahkan letak persis sebuah toko kue dan posisi pasti di rak mana tingkat berapa kue yang biasa dia beli ,yang sangat disukai untuk dimakan.
Akan ada sebuah pertanyaan, bagaimana jika sebuah perdebatan terjadi tentang wujud yang tidak nyata. Itulah yang terjadi pada sekumpulan politisi yang berdebat bagaimana seharusnya pemerintahan yang adil dan memakmurkan rakyat. Wujud itu tidak ada, karena mereka semua oportunis, sibuk dengan ambisi mereka masing masing.
__ADS_1
Tapi perdebatan tentang kesucian juga bisa terjadi, mereka yang manusia suci tak jarang membawa misi tentang makna kesucian dari ajaran agama. Seperti sebuah cerita yang juga Yan Ri dengar sekilas.
Di kuil cahaya kebenaran, para bhiksu aliran Shaolin sedang kedatangan tamu. Pendekar asing dari selatan yang jauh \( konon dari celah kedung, jawadwipa\) , dia bernama Wu Ming \( julukan aslinya adalah pendekar Tanpa Aran, kalau bahasa indonesianya Pendekar Tanpa Nama, orang dataran tengah hanya melafalkan kata berdasarkan terjemah, Tanpa Nama diterjemahkan menjadi Wu Ming\) .
Wu Ming bercerita bahwa di wilayah selatan dibangun sebuah pusat ajaran budha yang setiap dindingnya berisi ajaran tentang budha \( kalau tidak tahu candi borobudur kayaknya keterlaluan duech \- penulis\) .Wu Ming bercerita saat bangunan itu belum jadi. Sama sama membayangkan tentunya kira kira bagaimana bentuk kuil raksasa itu nantinya setelah jadi. Kepala kuil cahaya kebenaran mungkin memiliki bayangan juga kira kira bagaimana bangunan itu jadinya nanti .Wu Ming tentu lebih paham bagaimana bentuk batu penyusunnya, tapi kepala kuil cahaya kebenaran memiliki ego merasa lebih tahu ajaran budha yang notabene aslinya dari india. Pertanyaannya : apakah bangunan rumah budha yang dibangun itu sama di bayangan 2 orang itu? mereka bertarung dengan jurus tanpa bentuk, jurus transfer pikiran yang rumit dan tidak ada yang menang dan yang kalah.
Itulah dunia persilatan, semua sibuk dengan jalan pikiran mereka masing masing. Begitu rumit tentang bagaimana perselisihan terjadi. Tapi ini juga menjadi titik tolak bagaimana sebuah legenda akan terlahir. Setidaknya itulah pikiran Yan Ri.
Tak peduli misi yang dibawa setiap pendekar, asal bisa menaklukan lawan, dialah legenda. Dia akan dituntun dalam sebuah jalan pedang yang tajam, yang terus menerus menantang atau ditantang dalam pertarungan hidup dan mati. Sebuah jalan yang sebenarnya tidak ingin Yan Ri lalui. Bukankah setelah membunuh perampok yang menyengsarakan rakyat, dia bisa mengatakan bahwa dia terpaksa bertarung? bisa. Tapi penjelasan tidak berguna di jalan pedang. Yang kuat boleh berceloteh lawannya adalah \*\*\*\*\*\*\*\* pemerkosa istrinya. Yang kalah hanya boleh mengutuk dari kedalaman tanah 2 meter. Meskipun istrinya diselingkuhi orang yang membunuhnya. Bukankah itu jalan yang menyulitkan? Ya, tapi ternyata jalan itu memiliki semacam zat ketagihan, mereka yang sudah membunuh sekali, selanjutnya sangat ingin merasakan lagi dan lagi.
__ADS_1
Karena di jalan ini semua manusia berkumpul, kadang ada rasa ingin tiba tiba bertemu kenalan. Lalu berbincang. Dari Jauh, itu khan Situ Meng? Rombongan perguruan Shang Ri La......