Pedang Filsafat

Pedang Filsafat
Neraka Ke 18


__ADS_3

Yan Ri mengejar bayangan Situ Meng. Meskipun agak sulit, menyibak kerumunan manusia, tetap saja hasil tidak akan mengkhianati usaha.



Saat bayangan Situ Meng tepat di depannya hanya berjarak 2 meter, Situ Meng membelakangi Yan Ri, dan beberapa batang manusia seolah pohon menyamarkan hawa keberadaan Yan Ri sehingga Situ Meng tidak menyadari keberadaannya, Langkah Yan Ri terhenti.



Justru langkah Situ Meng dipercepat. Dan kejadian berikutnya tak sanggup dijelaskan oleh Yan Ri. Bukan karena visualisasi atau penampakannya berkabut, sama sekali tidak tersamarkan, tapi karena akal pikiran Yan Ri yang berusaha menolak untuk percaya tentang apa yang dilihatnya.



Situ Meng menghambur memeluk seorang lelaki lain. Tanpa peduli keramaian, tanpa peduli senyum rekan rekan saudara seperguruan dari perguruan Shang Ri La.



" Sayaaaaang, aku rindu kepadamu " , hangat peluk dan cium menyertainya.



Yan Ri bukanlah ahli menata perasaan, baginya menerima keseharian rutinitas akan kedekatannya dengan Situ Meng selama ini adalah sebuah ikatan.



Bagaimana jika itu salah ? .Itu bukan cinta. Itu rasa nyaman saat tak ada laki laki lain yang terlihat sebagai sandaran yang kokoh .Sebuah perasaan yang menipu, seolah sudah sewajarnya jika Situ Meng akan bersamanya. Sehingga tak ada usaha yang cukup untuk membuat Situ Meng tetap disampingnya.



Tapi itu salah. Situ Meng begitu cepat menerima laki laki lain begitu Yan Ri menghilang, tidak lama, bahkan Yan Ri pun berusaha kembali secepatnya. Tapi itu tidak cukup.


__ADS_1


Sebuah suasana yang membuat kenangan selama ini berjalan. Bersama seolah begitu indah. Seketika dalam pandangannya, langit retak, puingnya tajam berjatuhan menghujani dada, bahu, menggores pipi.



Langit mungkin cerah, tapi hujan seolah membanjiri seluruh dataran Chang'An.



" Aku mungkin berpuasa, tapi serasa memakan setumpuk duri yang tersangkut di tenggorokan. Sebongkah demi sebongkah bara api menyala, berkobar di sela rongga dada. Di ujung kepalaku seolah teriakan burung\-burung iblis memekakkan telinga, aku sudah mencoba mengeluarkan burung burung iblis itu dari kepalaku, sebuah retakan sebagai buktinya, Aaaahhhh apakah yang retak itu tembok batu, atau tengkorak kepalaku, Waktuku tak banyak mencerna itu semua. Aku harus pergi secepatnya. Aku takut setidaknya aku tak berani melanjutkan hidup. Yahh hidup. Aku masih punya waktu untuk menulis setiap lembaran hati dengan bahasa kecewa. Tapi aku benar benar takut tidak memiliki waktu untuk sekedar memiliki keberanian meminta hidup kepada 'Yang memiliki hidup ' , Tapi kumohon, biarkan aku tetap hidup. " .



Jerit hati Yan Ri. Mungkin tidak penting bagaimana Shang Ti merayu Situ Meng, sehingga semua yang Yan Ri lakukan seolah percuma. Shang Ti, pendekar utama dari perguruan gunung bunga persik, salah satu kandidat pendekar pedang terbaik. Dia cukup kaya. Hal yang tak bisa Yan Ri janjikan.



Jika Yan Ri hanya bisa membuat Situ Meng bertahan hidup, Shang Ti bisa membawa kemewahan pada Situ Meng. Tunggangan kuda berkualitas tinggi. Gelar kehormatan kebangsawanan di dunia pendekar.




Sebuah tempat menyepi sangat dibutuhkan. Ahh ya, konon dalam cerita persilatan dataran tengah, tak ada yang lebih membanggakan daripada minum minuman memabukkan. Yan Ri tidak meminum itu. Jika mabuk adalah jalan pintas melupakan masalah, maka tersadar dari mabuk adalah jalan pintas untuk merasakan siksaan perasaan menjadi berkali kali lipat.



Membawa arak seguci dan mabuk mungkin adalah kegagahan bagi banyak orang dataran tengah. Tapi tidak bagi Yan Ri. Itu tradisi konyol dari binatang yang tidak tahu cara menyelesaikan masalah menurut cara manusia.



Dalam sebuah riwayat, Sang Budha memasuki neraka, dan berharap neraka menjadi penuh karenanya. Sehingga orang lain selain dirinya bisa berada di surga.

__ADS_1



Tahukah anda ? Neraka di tradisi dataran tengah terdiri dari 18 lapisan tingkat. Dari tingkat 1 sampai 17 adalah ruang berisi siksaan badaniyah. Ada yang dipukul kepalanya sampai hancur dengan palu godam besi panas, ada yang ditusuk dengan tombak bergerigi, ada siksaan dimakan ular, dikeluarkan lalu dimakan lagi dan lain lain.



Lalu bagaimanakah siksaan di neraka lapis ke 18 ? Siksaan di sana justru kosong, tidak terjadi apa apa. Setiap tahanan di neraka lapis ke 18 diberikan sebuah ingatan, setiap hari 6 kali. Ingatan itu adalah ingatan terkejam semasa hidupnya. Jika semasa hidupnya dia pernah merasakan seluruh desa, orang tua, kekasih dan istrinya dibantai perampok, maka begitulah siksaan di neraka lapis ke 18 .



Seperti itulah yang dirasakan Yan Ri. Sebuah ingatan kejam yang dirasakan terus menerus setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun. Tanpa henti. Tapi dengan menanggung itu, bukankah itu artinya Situ Meng berbahagia.



Dia tidak perlu membuat kehebohan dengan merusak pernikahan orang lain. Orang lain berbahagia seolah di surga. Dia menahan tangis di sudut neraka.



Dengan terjun ke neraka lapis ke 18 , orang lain berbahagia. Itu sudah cukup. Yan Ri datang di pesta pernikahan Situ Meng beberapa hari kemudian.



Meskipun tatapan sambutan Situ Meng membenci Yan Ri, seolah olah Yan Ri datang untuk merusak suasana bahagianya. Sikap memusuhi yang berkembang berhari hari, bertahun tahun kemudian. Hingga pengaruh ke 2 perguruan dikerahkan untuk membunuh keberadaan Yan Ri.



Memaksa Yan Ri hidup di bawah bayang bayang. Dan melanjutkan hidup dengan memakai simbol : " Tidak berada di atap langit yang sama dengannya " .



Di sana adalah surga kebahagiaan. Di sini neraka terdalam lapis ke 18 .Dan aku terlalu pengecut mengintai seperti apa dunia surga itu.

__ADS_1


__ADS_2