
" Karena kau begitu menghafal lagu itu, bagaimana kalau kita memainkan lagu itu bersama sekarang? Kau gunakanlah ini....... Aku sudah lama sejak memainkan lagu dengan perasaan bahagia seperti ini " . Seru Shen Die Yi sambil menyerahkan sebuah seruling yang terbuat dari giok berwarna hitam pekat.
" Baiklah senior, aku akan berusaha untuk mengikuti..... , meskipun senior pasti tahu batas kekuatan ku tidak mampu mengimbangi kekuatan senior " jawab Yan Ri.
Merekapun mulai memainkan lagu itu dari awal kembali. Lagu meremehkan dunia persilatan bukanlah lagu biasa, nada nada yang dibuat sangat dalam dan tinggi dalam setiap perpindahannya. Ahli musik biasa pasti akan kebingungan bagaimana memainkan alat musik dengan nada serumit itu. Ditambah lagi alat musik yang digunakan Shen Die Yi juga bukan alat musik biasa , tetapi senjata berkualifikasi tingkat senjata dewa, Kecapi 8 Suara.
Kekuatan unik kecapi ini bisa membuat suara yang dihasilkan seolah terdengar dari segala penjuru. Meskipun menjauh sekali terkena gelombang suaranya, dipastikan tidak bisa lolos dari maut. Apalagi jika penggunanya seorang pendekar tingkat tinggi. Gelombang suaranya bahkan mampu membuat meridian terkunci, membekukan jiwa dan serangan paling parah memusnahkan jasad tanpa bekas.
Tapi tentu saja jurus jurus pemusnah itu tidak dilakukan kepada Yan Ri. Meskipun begitu memainkan musik bersama dengan kapasitas tenaga dalam yang dikuasai Yan Ri sekarang terasa benar benar menyiksa, bahkan seolah menguji seluruh batas kekuatan tenaga dalam, kekuatan mental dan jiwa dan jurus jurus gerakan jasad kasar yang tercermin dari semua cara berpikir.
Setiap alunan kecapi yang dipetik menimbulkan gelombang seperti bulan sabit transparan, yang jika Yan Ri lengah bisa terpotong, seperti batu yang terpotong, tapi batu itu terpotong halus seolah tahu sutra yang terpotong. Sebenarnya seruling yang digunakan Yan Ri pun juga senjata dewa setingkat Kecapi 8 Suara, bernama Seruling Kematian. Setiap kali tiupan nya mampu menciptakan gelombang bulat, seperti perisai. Menciptakan gelombang angin berputar dan Yan Ri menungganginya.
__ADS_1
Jadi bisa dibilang dalam satu gerakan masing masing pihak menggunakan daya pikiran mereka melakukan 3 hal sekaligus. Memainkan lagu, Menggunakan jurus fisik seperti jurus pedang tak terlihat transparan, dan pertarungan jiwa.
Kekuatan jiwa Shen Die Yi memainkan jurus di matanya, lalu seolah melompat ke luar masuk ke dalam mata Yan Ri, mereka bertarung jurus pedang tingkat tinggi dari pertemuan jiwa itu. Terkadang sebaliknya, bergantian jiwa Yan Ri yang memainkan jurus pedang di matanya, lalu bayangan jiwa itu keluar, masuk ke mata Shen Die Yi bertukar jurus pedang.
Seandainya lawan bermain Shen Die Yi adalah orang lain \( bukan main character, redaksinya memang sulit membayangkan anak umur 12 tahun mengimbangi pendekar umur 28 tahun yang matang dalam pertarungan, tapi sulit bagi penulis membayangkan tokoh utamanya mati di awal cerita, jadi lebih gampang dibuat cerita kalau tokoh utamanya mampu mengimbangi meskipun di akhir adegan ngos ngosan capek, kalau bukan tokoh utama, pertarungan gini mending dibuat langsung menang satu pihak, biar cepat selesai \- penulis \) pasti sudah terbunuh saat jurus pertama. Betapapun sangat sulit membayangkan , bagi Shen Die Yi akan menemukan lawan yang bahkan mampu mengimbangi utuh sampai lagu selesai. Mengingat satu tiupan suara saja dibutuhkan gerakan lengkap tubuh, jiwa dan pikiran. Sebuah konsentrasi yang sangat langka ditemui, bahkan sepanjang karirnya sebagai pendekar. Apalagi membayangkan kalau orang yang bisa mengimbanginya adalah anak umur 12 tahun.
Setelah selesai satu lagu, tak terbayangkan betapa terkuras tenaga dalam Yan Ri, nafasnyapun terlihat tersengal sengal sangat melelahkan. Sehingga agar terlihat sedikit gentle, Yan Ri pura pura harus kembali ke perguruan , untuk beristirahat, karena besok masih ada pelajaran dan misi.
" Terima kasih senior, murid ingin undur diri dulu "
__ADS_1
Setelah Yan Ri pergi, sesosok baju hitam muncul di belakang Shen Die Yi.
" Ah kau terlalu keras kepada muridku, aku sempat khawatir kehilangan murid berbakat, padahal aku sudah sangat senang ada murid berbakat yang tersisa, setelah Mo Ruyu dan Yun Xi diambil perguruan Langit Merah. " .
" Sialan kau Dugu Muxue, mentang mentang kau dulu pernah menjadi kepala unit pasukan gelap pembunuh bayaran, kau bisa bisanya muncul dari belakangku seperti ini, mengendap ngendap seperti kucing mencuri ikan asin. Jangan jangan dulu beberapa pakaian dalamku yang hilang, kamu yang curi ya.... "
" Ah kau masih ingat hal semacam itu Die Yi, aku pikir bersaing dengan perdana menteri dan kaisar untuk berada di sampingmu sangat konyol, jadi kupikir bisa menyimpan sedikit kenang kenangan darimu " .Sambil memerah mukanya karena malu.
" Tapi dengan begini, kamu jadi tahu siapa muridmu khan, kau bisa menyusun rencana ke depannya dengan murid berbakat seperti ini, bahkan untuk kompetisi rutin antar perguruan 10 tahun sekali, yang diadakan 5 tahun lagi. Kau bisa sedikit punya harapan. "
" Ya ya ya, kau benar " .
__ADS_1