
Setelah melewati lorong panjang dan gelap ditemani obor, dan obornya sudah mulai redup, Yan Ri mulai melihat titik cahaya sebagai tanda pintu keluar. Gemuruh sungai di sampingnya telah berubah menjadi air terjun.
Yan Ri keluar dari gua dari sebuah tebing yang tepat berada di tengah tengah ketinggian jurang. Tebing yang oleh orang orang diberi nama celah Hun Dun. Sebuah retakan tanah yang besar membelah bumi , panjang, dan dalam sampai ratusan meter. Di samping gua tempat Yan Ri keluar terdapat sebuah pintu masuk gua yang lebih besar lagi. Pintu gua itu dihiasi bentuk pilar pilar seperti bentuk pilar kuil Parthenon, kuil dewa petir milik masyarakat pemuja dewa di tempat lain, jauh di barat.
Pintu masuk gua ini tepat di tengah ketinggian, sehingga sulit didaki dari bawah, juga sulit dituruni dari atas. Kecuali bisa terbang dari sisi atas tebing seberangnya, entah dengan alat paralayang sederhana, atau orangnya memang sesakti raja kera yang menaiki awan kintoun. Yan Ri bisa mencapai pintu gua itu dengan merayap di dinding tebing. Tentu Yan Ri berharap ada pintu lain yang menghubungkan ke atas, untuk selanjutnya mencari jalan pulang kembali ke perguruan Shang Ri La.
__ADS_1
Sesampai di mulut gua itu, Yan Ri mendapati tempat ini sedang ramai oleh orang orang. Salah satunya rombongan kerajaan yang sempat Yan Ri berpapasan di kedai, itu artinya ada putri kerajaan, jenderal Mo Ruyu dan banyak pengawal lain. Selain itu ada beberapa rombongan pangeran. Tampaknya beberapa pangeran ini berebut Tulang Naga, untuk mendapatkan kekuatan lebih, mencari kekuasaan lebih. Perebutan kekuasaan di antara pangeran yang tentu orang rendah rakyat jelata seperti Yan Ri tidak tahu atau berdasar sifat Yan Ri, lebih tepatnya tidak mau tahu.
Yan Ri menyusup di sela sela rombongan .Dan mereka tak ada yang curiga. Karena begitu kompleks setiap rombongan pangeran, bertambah satu atau 2 orang sangat tidak mencolok. Setiap rombongan pangeran masing masing terdiri pengawal, pelayan, prajurit, bahkan ada pekerja penggali makam. Ditambah lagi setiap kubu bisa saja menganggap Yan Ri yang baru datang sebagai bagian dari pekerja pihak pangeran lain. Para pangeran itu mungkin bertengkar hebat, tapi tidak para pekerjanya. Bagi pekerja kecil, pertikaian antar pangeran tidak perlu terjerumus terlalu jauh. Cukup asalkan tahu siapa yang menang, maka sesama pekerja, sesama rakyat kekaisaran Ryuun, maka masih terhitung bersaudara.
Tunggu......
Jasad jasad itu tidak sekedar ditumpuk atau dikubur, tapi dimumifikasi, lalu ditutup tanah liat hingga menjadi patung dengan skala 1:1 manusia saat masih hidup. Kebiasaan ini diteruskan sampai kaisar wafat dan ikut di mumifikasi di tempat itu. Bedanya dengan mummi fir'aun, kalau mummi fir'aun mesir dikubur bersama hartanya, kaisar dinasti dataran tengah dimumifikasi bersama seluruh pasukannya yang setia. Pasukan yang dimumifikasi menjadi patung batu inilah yang disebut Terracota.
__ADS_1
Ada legenda yang menyatakan bahwa dengan Tulang Naga, seluruh pasukan Terracota bisa dihidupkan kembali, dan menjadi pasukan mayat hidup dengan jumlah puluhan bahkan ratusan juta. Sebuah jumlah fantastis karena dikumpulkan dari beberapa era kekaisaran yang rutin memumifikasi kaisar dan pasukannya. Jumlah yang sangat besar, sampai bisa menaklukkan sebuah kekaisaran Ryuun dalam semalam. Atau bahkan seluruh dunia jika pemilik Tulang Naga berambisi menjelajahi dunia dan menaklukkan seluruh dunia. Sebuah kekuatan yang diinginkan penguasa manapun, kekuatan yang bisa menaklukkan siapapun.
Seluruh dunia memang tidak mengenal Yan Ri yang menyusup. Tapi hanya sekilas, sudut pandangan Mo Ruyu bisa mengenalinya. Dengan Senyum yang sulit dijelaskan, sebuah jalan pikiran yang hanya bisa dipikirkan perempuan. Karena hanya perempuan yang memiliki jalan pikiran rumit. Ya... jalan pikiran Mo Ruyu yang tersenyum karena tidak melihat Situ Meng disamping Yan Ri.
Tapi bukankah situasi sekarang sedang kurang kondusif untuk berteriak kegirangan lalu memeluk sang kekasih? ya tentu saja, para pangeran itu berdebat seolah ibu ibu berebut sayur di pasar. Atau karena yang diperebutkan adalah sepotong tulang, bukankah tidak ada bedanya dengan binatang anjing ? .
__ADS_1