
Saat malam tiba, di penginapan tempat keluarga Miao tinggal, Miao Ren Ying di samping pintu jendela melihat langit di luar.
Ada bintang, ada bulan purnama yang bersinar cerah. Tapi pemandangan yang tersaji adalah ingatan tentang tadi siang.
Keluarga Miao bukanlah penduduk wilayah barat kekaisaran, mereka berasal dari wilayah utara. Dekat dengan suku padang pasir, tapi tinggal di pegunungan pegunungan terpencil. Yah mungkin perjuangan mencari suami itu sangat sulit.
" Bagaimana nak, apakah besok kita pergi ke kota lainnya untuk mengadu nasib perjodohanmu di tempat lain? " Miao Ren Feng mulai membuka suara, membuyarkan lamunan putrinya.
" Ayah...... , kurasa masalah ini tidak perlu kita lanjutkan lagi. Tadi siang aku sudah dikalahkan oleh seorang laki laki. Aku berencana menemuinya dan memintanya untuk menikahiku nanti " .
" Apa.... , tidak mungkin " .Tentu saja hal itu sulit dipercaya oleh Miao Ren Feng. Langkah demi langkah, kejadian demi kejadian yang ada rasanya sudah terlihat olehnya dengan jelas. Bagaimana putrinya mengalahkan semua penantangnya.
Kecuali sebuah kejadian ghaib, yang sebentar lagi diceritakan putrinya.
Sebenarnya sesaat setelah Ke Hwa terlempar dari arena pertarungan, Miao Ren Ying berniat meloncat mengejar Ke Hwa ke bawah panggung. Untuk memberikan sebuah kematian yang pasti. Yang tak ada perdebatan tentang nasib sebuah kata ' balas dendam ' .
Tapi sesaat ketika masih di atas panggung, dan hampir meloncat, mata Miao Ren Ying berbenturan dengan mata laki laki yang tubuhnya terkena pentalan tubuh Ke Hwa. Tubuh Ke Hwa tidak terlontar lebih jauh karena tertahan oleh Yan Ri. Tapi saat itu Miao Ren Ying belum mengenal Yan Ri, dan menceritakan kepada ayahnya sebagai : ' laki laki ' .
__ADS_1
Miao Ren Ying menguasai 5 jurus Tanpa Tanding, itu membuatnya memiliki kekuatan tubuh / fisik yang luar biasa. Meskipun pola latihan tenaga dalamnya kurang, tapi dengan menjaga keseimbangan tubuh dan tenaga dalam bukanlah tidak mungkin. Ada beberapa cara meditasi untuk menyeimbangkan hal itu.
Sebaliknya Ke Hwa berlatih dengan jalan pintas, sekalipun seolah tenaga dalamnya sangat kuat, dia tidak seimbang dalam melatih tubuhnya. Itu membuat keunggulan mutlak Miao Ren Ying atas Ke Hwa.
Tapi ahli kekuatan tubuh memiliki musuh alami. Mereka yang terbiasa mengandalkan otot, jarang mengasah otaknya. Dan pemilik seni jiwa, yang mewajibkan pengguna jurus ini adalah orang cerdas, atau jenius, adalah musuh alami dari mereka yang terbiasa menyelesaikan dengan kekuatan.
Saat itu, di mata Miao Ren Ying seolah olah ada tubuh mini, bayangan yang melesat dari mata Yan Ri masuk ke mata Miao Ren Ying.
Hal selanjutnya yang terjadi bukanlah kejadian fisik, tapi kejadian di ruang pikiran. Di ruang pikiran, semua waktu tidak bergerak sama dengan dunia luar. Yang terasa sekejap di dunia luar, bisa membuat korban seni jiwa yang tertarik di ruang pikiran terengah engah seolah baru saja melakukan pertarungan hidup mati selama berhari hari. Tanpa henti. Bahkan jurus Seni Jiwa milik Yan Ri bisa lebih mematikan, karena setelah menggabungkan dengan filsafat yang dipelajari dari orang tua di lorong bawah tanah dulu, bisa membuat kejadian yang terjadi di ruang pikiran menjadi nyata.
Seandainya terluka di ruang pikiran, luka itu akan benar benar timbul di dunia nyata. \( Jika Hamil di ruang pikiran? , aduh tolong jangan tanya yang susah susah kakak, aku masih kecil, kencing saja belum lurus, mana tahu jalan pikiran atau filsafat ' menghamili ' .Jika filsafat sederhana seperti welas asih ala budha, menghargai setiap kehidupan meski sebatang kecambah, itu masih wajar, dan filsafat itu sangat kuat menahan nafsu membunuh pendekar yang masih memiliki akal pikiran. \- penulis\) .
\( Jangan tanya di dunia pikiran Miao Ren Ying apakah gunungnya kembar 2 atau malah gunungnya datar sehingga sebuah kuil bisa berdiri , pokoknya kuil 5 organ pasti ada hubungannya dengan gunung, kalau ngga di atas gunung, ya di bawah gunung \- penulis\) .
Di dalam kuil itu ada patung budha emas berukuran besar, dan di depan patung itu ada 5 bodhisatva. Sesuai nama jurusnya, Ada bodhi harimau, ada bodhi naga, ada bodhi elang, ada bodhi beruang dan bodhi belalang. \( Kalau ingat belalang, kok jadi mikir ksatria baja hitam ya, ha ha ha, peace \- penulis\) .
" Untuk menyentuh sifat welas asih sang budha, cobalah kau lewati kami " \( Sebenarnya kalimat ini hanya kiasan, karena Yan Ri menyampaikan dengan kalimat memohon untuk melepaskan Ke Hwa, maka kiasannya adalah menyentuh patung budha. Tapi ego Miao Ren Ying tentu tidak sesederhana itu membiarkan orang lain masuk ke kuil 5 organnya, untung masih ada kuil organ rahasia milik perempuan bernama Miao Ren Ying ini yang belum dimasuki, jika tidak, kesadaran Miao Ren Ying di dunia nyata benar benar akan terikat \- penulis\) .
__ADS_1
Singkat cerita Yan Ri mulai bertarung melawan 5 bodhi arhat itu, Yan Ri dikelilingi 5 sosok itu tapi seolah dikelilingi 5 elemen yang setiap berputar semakin kuat.
Setiap elemen alam memiliki keterkaitan saling melengkapi dan menguatkan. Seperti Angin menguatkan Api, Air menguatkan kayu, dst.
Maka Yan Ri berusaha membalik aliran itu dengan filsafat bahwa, elemen yang bertentangan juga bersifat meniadakan
Yan Ri memukul bodhi beruang berelemen tanah dengan jurus modifikasi elemen angin milik Yan Ri, yang mampu merubah sifat tekanan udara dan gravitasi ke arah bodhi elang. Sehingga elemen Bumi menahan elemen Angin. Dan mengacak urutan lainnya seperti memaksa bodhi naga ke arah bodhi harimau. Sehingga elemen Air memadamkan elemen Api. Begitu seterusnya. Sampai 5 bodhi merasa kehilangan kekuatan.
Imbasnya di dunia nyata, Miao Ren Ying yang meskipun terpaku sebentar saat disadarkan ayahnya, merasakan kehilangan tenaga. Andai ada peserta yang memaksa ikut sayembara mencari suami berikutnya, atau Yan Ri nekat naik panggung. Pasti Miao Ren Ying kalah.
Tapi tujuan Yan Ri bukan mencari istri, bukan mencari ketenaran. Dia pikir :" Ah sudahlah kumohon jangan ada lagi pembunuhan yang sia sia " .
Dan kekalahan Miao Ren Ying di dunia pikiran, juga membuat pikirannya yang semula menggebu ingin membunuh Ke Hwa, menjadi kosong, dan melepaskan Ke Hwa.
" Ayah..... , besok aku akan mencari laki laki itu, aku yakin tak sulit mencarinya di kota kecil ini. Apalagi dia membawa Ke Hwa yang memiliki ciri mencolok di sini " .Kalimat ini menutup percakapan Miao Ren Ying dan ayahnya.
Sementara di penginapan lain, Ke Hwa sadar, dan sepucuk surat menyatakan dia sudah pulih dan sudah bisa menjaga diri sendiri.
__ADS_1
Yan Ri permisi, pamit untuk melanjutkan perjalanan.