
Malam setelah ujian masuk, para murid diberikan waktu untuk memulihkan diri. Berbeda dengan Mo Ruyu yang pergi dengan kebanggaan, dan sisanya dengan merenungi kegagalan. Apa yang dirasakan Situ Meng Jauh lebih buruk dari kematian. Saat Mo Ruyu pergi dari arena saat itu, Mo Ruyu sama sekali tidak melihat Situ Meng, seolah menganggap sampah yang sama sekali bukan tandingan yang layak jika suatu saat Situ Meng ingin membalas dendam. Sebenarnya, saat Mo Ruyu pergi tatapan matanya menuju ke sebuah kerumunan, tepatnya ke arah Yan Ri. Mo Ruyu sadar, tanpa puisi terakhir kalinya, mungkin Mo Ruyu sudah menyerah atas hidupnya. Tapi hanya dengan meyakini kebenaran puisi itu, tentang kepompong yang kelak berubah menjadi kupu kupu, dia berani tegar menjalani hidup, meski dicaci maki oleh keluarga majikannya saat itu. Saat Mo Ruyu pergi dalam hatinya dia berjanji akan kembali untuk Yan Ri \( meskipun di chapter sebelumnya disinggung hubungan Yun Xi dan Yan Ri, tapi Mo Ruyu tidak tahu soal itu, bahkan andaipun tahu dia tidak akan sungkan bersaing dengan Yun Xi, tapi Yan Ri pun menganggap Yun Xi seperti adiknya sendiri tidak lebih.lagipula apa yang diharapkan dari hubungan 2 anak kecil .masih belum pantas bicara cinta. \- penulis\) .Itu membuat dada Situ Meng sakit, ditambah lagi begitu terbangun dia mendapati kabar secara tiba tiba seluruh keluarganya dibantai habis, rumah, kapal dan seluruh harta kekayaannya dibakar. Sekarang Situ Meng tak ada bedanya dengan seonggok daging hangus, hanya saja tidak bisa dimakan.
__ADS_1
Saat tersadar malam harinya, Situ Meng mendapati tangan dan kakinya sudah disangga kayu yang dibebat kain, seluruh luka bakarnya ditutupi ramuan daun daun herbal yang ditumbuk. Yang paling sulit dipercaya, ditengah kondisinya yang terpuruk saat ini ada seorang yang bersedia merawat dan menungguinya saat dia sakit, Yan Ri, laki laki kampung yang ketika dia kaya dia hanya melihat sebagai ikan di lautan. Seolah normal ada laki laki yang menatapnya kagum saat dia kaya, cantik, dan dari keluarga berpengaruh. Tapi saat ini dia lebih parah dari gadis miskin biasa, dia cacat, wajahnya rusak.
__ADS_1
" Tenang lah tidak apa apa... aku punya ramuan warisan keluargaku yang bisa membantumu pulih dan mengembalikan kecantikan wajahmu. Tapi maaf, soal keluargamu aku......... \( tak bisa berbuat apa apa, yang sudah mati tak bisa dirubah takdirnya \- penulis\) " .
__ADS_1
_________________________________________________
__ADS_1
Paginya perguruan Shang Ri La memiliki agenda memberikan hadiah pada para murid yang bertahan atau diterima masuk. Yaitu para murid diijinkan untuk masuk ruang pustaka perguruan lantai pertama \( lantai ke 2 hanya boleh untuk murid dalam, dan lantai ke 3 hanya para dewan guru yang memiliki akses masuk \- penulis\) .Mereka bebas memilih ilmu apa saja untuk dipilih dan dipelajari, tentu saja kitab di lantai pertama adalah kitab dasar. kitab jurus tingkat tinggi di lantai atas. Tapi Yan Ri memilih untuk pergi ke hutan di belakang gunung perguruan untuk mencari obat herbal guna membantu Situ Meng. Dan saat kembali sore harinya, Yan Ri hanya menerima satu satunya kitab yang disisakan murid lainnya. Tak ada murid yang mau mengambil kitab itu karena dianggap kurang berguna dalam pertarungan. Bahkan kitab yang sengaja murid lainnya ambil untuk Situ Meng yang terbaring di ruang perawatan pun dianggap lebih berguna.
__ADS_1