
Bagaimana cara menggambarkan sebuah lukisan bertema kesunyian?
Dia begitu gelap, sangat hening. Jauh dari semua kesan hingar bingar. Setidaknya itu yang ada di sebuah sketsa lukisan pikiran Yan Ri.
Meskipun matanya menatap banyak manusia dengan aneka ragam penampilan fisik mereka. Ada yang bertubuh kekar, ada yang bertubuh biasa saja karena memang tidak melatih ilmu tubuh, bisa jadi mereka peserta yang hanya melatih ilmu pedang atau senjata, atau lebih parah, modal nekat memasuki arena tanpa bekal persiapan. Yang di pikirkan hanya hadiah besar atau kejayaan sebuah nama.
Sama seperti melukis langit malam, dan hanya langit malam yang begitu pekat yang bisa menghidupkan wujud bintang. Sama seperti yang Yan Ri pikirkan, tentang tujuan hidup saat semua terasa begitu entahlah karena patah hati. Mungkin cinta yang baru bisa menyembuhkan luka.
Tentu saja sebisa mungkin bukan berupa pelarian belaka. Itulah mengapa wajah wajah baru yang dilihatnya di depan begitu menjanjikan. Ada harapan itu adalah wajah imut cantik yang baru saja dikenalnya. Atau bahkan andai itu hanya sekedar memberikan informasi di mana orang yang dicarinya tadi.
Ada pendekar botak, ah pasti bukan. Ada pendekar yang seluruh tubuhnya terpisah warna merah dan biru. Ah.. di dunia persilatan dia dikenal dengan julukan majikan im yang. Pendekar yang tubuhnya mempelajari hawa panas dan hawa dingin bersamaan, sehingga panas dan dinginnya terpisah di kutub kanan dan di kutub kiri.
Majikan Im Yang ini bergerak ke tengah arena dan mulai mengumumkan, ah ternyata dia pembawa acara di perhelatan kali ini.
" Saudara saudara rekan para pendekar terima kasih atas kesediaan saudara sekalian hadir dalam turnamen kali ini. Terutama pada pendekar Peri Surga Terbang sang pangeran ke3 Zhao huay 'An, pada pendekar Xie Thong sang penghembus salju , dan kepada jenderal Hung Tao yang sudi memeriahkan acara. Agar acara ini menjadi meriah.Tentu tidak menghormati pula kepada pendekar yamg lain. Agar tidak bertele tele, dengan bunyi gong ini, acara diumumkan akan dimulai. Semua peserta bebas menyerang peserta lainnya dengan sistem raja gentong\* "
\( \* sistem raja gentong adalah sistem kompetisi penuh, dimana semua peserta saling bersaing. dalam olahraga modern, lawan kata sistem kompetisi penuh adalah sistem gugur. dinamakan sistem raja gentong adalah karena dalam tradisi dataran tengah ada sebuah metode mengambil serangga terkuat dengan cara memasukkan beberapa jenis serangga beracun ke dalam sebuah gentong. bisa 10 atau 100 jenis serangga. seperti kalajengking, lipan, laba laba, ulat beracun, ular beracun dst. mereka para serangga itu akan saling membunuh sampai tinggal satu serangga super terkuat. inilah yang mengawali sebuah sistem disebut sistem raja gentong \- penulis\) .
__ADS_1
"GOOOONGGGGGG....... "
Para pendekar mulai saling membunuh. Satu demi satu korban mulai jatuh dengan darah menyiprat ke mana mana.
Tapi posisi 3 sudut yang ditempati 3 pendekar yang disebut pembawa acara sepertinya masih segan untuk diusik oleh para pendekar lainnya.
Zhao Huay 'An, menilik gelarnya sebagai pangeran ke3 banyak yang berpikir dia tak tersentuh karena segan pada kaisar. Sebenarnya tidak, dia memiliki namanya di dunia persilatan meskipun tanpa membawa nama sang kaisar. Jurus pedang peri surga terbang miliknya adalah jaminan siapapun yang menantangnya akan pulang dengan tubuh hancur tanpa sisa menjadi debu. Pedangnya seolah sayap peri yang bulu bulu nya begitu banyak sampai mencincang tubuh seolah jarum panas berjumlah milyaran mengiris dan mengerat daging sedikit demi sedikit. Kematian yang mengerikan. Karena dia tinggal di wilayah selatan, dia adalah patron, teladan para pendekar di wilayah selatan. kutub kependekaran dari wilayah selatan.
Xie Thong sang penghembus salju adalah pendekar golok. Goloknya benda pusaka langit yang memancarkan hawa dingin. Ditambah sorot matanya yang dingin \( Entah kenapa penulis membayangkan sosok ini seperti idol Kpop, yang meskipun dingin, tapi cool, bergaya keren \- penulis\) dan cara membunuhnya yang dingin, gelar penghembus salju miliknya seolah kiasan saja. Gaya dingin yang membuat gadis gadis bersorak memanggil mencari perhatian. Dia berasal dari wilayah utara, simbol kependekaran utara.
Jenderal Hung Tao sebenarnya bukan murni pendekar, dia adalah jenderal kepercayaan kaisar yang memegang panji biru. Sekte asalnya Sekte langit cerah hanyalah sekte penempa besi. Jurusnya di medan perang sangat sederhana, gabungan cara menempa besi dan ayunan pedang besar, sangat kuat. Sedangkan kecepatan dan ketepatannya diolah oleh ganasnya perang yang selama ini diikuti. Misinya sederhana, dia tidak perlu melindungi pangeran. Kaisar hanya menyuruh untuk memantau siapa yang menang. Dan mengawasi ideologi perlawanan yang berkembang.
Buta, Bisu, Tuli, Lumpuh, Cacat,Gila, Jatuh, Sakit, Pingsan, dan Mati. Kata demi kata mulai diukirkan Yan Ri dari tubuh demi tubuh di dekatnya. Guratan luka yang dalam oleh pedang cukup melemparkan mereka yang ditulis pergi ke alam berikutnya. Sama hanya setiap sentuhan ganas Hung Tao yang membelah setiap lawannya. Setiap serangan tebasan dingin yang Xie Thong lepaskan juga membunuh dengan cepat. Lebih elegan lagi jurus peri surga terbang, yang anggun tapi mematikan.
Dan seolah ditakdirkan berlawanan, kutub selatan dan kutub utara bentrok. Zhao Huay 'An dan Xie Thong berbenturan dan mereka melesat menembus atap arena bawah tanah, terbang di puncak istana. Meneruskan pertarungan di sana.
\( skip pertarungan yang di atas mereka otomatis gugur karena keluar pertandingan \- penulis\)
__ADS_1
Sebuah pemandangan perang antar pendekar yang mencapai puncak ilmu bela diri adalah tontonan mahal. Bahkan kaisar pun mulai menonton. Tapi kaisar yang menonton terlalu dekat dengan pertarungan juga berbahaya.
Seolah pangeran ke3 sudah merencanakan, saat pertarungan menjadi tak terkendali dan berada di dekat jangkauan kaisar, Serangan pangeran ke 3 sengaja diarahkan menuju kaisar.
Ya, itu adalah rencana kudeta terselubung yang menargetkan kaisar saat kaisar dalam jangkauan serangan. Karena dalam kondisi biasa, setiap pertemuan pejabat senjata dilucuti. Dan penjagaan kaisar sangat ketat.
Sayang sekali, rencana pangeran ke3 gagal. Lapisan perisai sudah siap. Lalu sebagai balasannya, hujan panah menembus tubuh pendekar yang bertarung di puncak atap istana.
Xie Thong berhasil lolos. Dia tidak berhasil menjadi juara. Tapi seolah mendapat gelar baru karena rivalitas selatan utara nya terbunuh.
Sedangkan pertarungan di bawah tanah jenderal Hun Tao tersisa berdiri. Tapi saat merasa sudah hampir juara, selubung tabir jiwa yang membuat Yan Ri seolah tak terlihat tersingkap.
Kejutan itu membuat jenderal bernafsu seolah ingin sesegera mungkin mengakhiri pertandingan ini. Serangan yang kuat justru dibelokkan dengan mudah dengan filsafat lembut mengatasi kuat, cepat mengatasi lambat.
Serangan Jenderal Hung Tao seolah lenyap tenaganya menghilang tanpa bekas. Dan sebuah kesalahan kecil dari jenderal Hung Tao membuat langkahnya dijegal.
Saat Jenderal itu jatuh, Yan Ri sudah siap dengan stempel kaligrafi " kematian " .Tapi tiba tiba dihalangi oleh sesosok laki laki bertubuh mungil. Memohon agar dia melepaskan sosok yang sudah jatuh itu. Anehnya Yan Ri tertegun , karena mengenali dia adalah sosok yang membuat Yan Ri penasaran sebelumnya .
__ADS_1
" Aku menyerah ......" .Perkataan jenderal Hung Tao itu seolah menjadi tanda selesainya turnamen.