
jangan cuman mengangguk Sherlyn jawab, apa kamu bisu?" jawab momy dengan memukul kasur Karna Sherlyn yang masih mengunci mulutnya.
"momy maaf!" hanya kata itulah Yang terucap dari mulu Sherlyn. sherlyn seakan kehabisan kata-kata karna Rasa penyesalan.
~
"Sherlyn, Kamu memang anak tidak tau diri" bentak adam yang masuk, menghampiri Momy dan sherlyn lalui memeluk momynya merasakan Kecewaan yang momynya Rasakan, Sebenarnya adam sudah Berdiri sejenak lama Didepan Pintu melihat Momy memarahi Sherlyn habis-habisan, tapi adam tidak mau ikut campur, Tapi Lama-kelamaan Adam merasa geram Mendengar ucapan momy nya yang membuat adam terkejut., jujur saja sekarang Adam sudah tidak bisa menahan dirinya untuk diam, Hingga membuat Sherlyn hanya menangis Menunduk, Karna mengapa harus ada kakanya datang, Membuat suasan semakin kacau.
"Sejak kapan kamu hamil?" tanya Adam Dingin dan tajam, menahan emosinya untuk tidak memaki Sherlyn, lagi-lagi Sherlyn tidak menjawab, Sherlyn memilih membungkam mulunya Karna takut, badanya sudah gemeter Hebat suhu Tubuh menjadi panas, keringat dingin bercucuran dari pelipis Sherlyn.
"SHERLYN" Bentak Adam yang akan menampar Wajah Sherlyn, Sherlyn hanya memejamkan matanya pasrah, Tapi Tamparan itu menjadi Tamparan angin karna Adam mengingat Sherlyn yang sedang mengandung, Membuat adam mengurungkan niatnya.
"Sherlyn jawab aku!, aku sedang bicara baik-baik sekarang! " ucap Adam dengan nada yang diturunkan beberapa oktaf, Momy hanya bisa menangis dibelakang Adam dan sesekali mengelus bahu adam menenangkanya.
"Empat Bulan" jawab Sherlyn Pelan nyari tidak terdengar karna tidak jalas dengan isak tangisnya.
"lantas, kenapa sibrengsek tidak mau tanggung jawab?" tanya Adam mampuh membuat dada Sherlyn menjadi sesak karna mengingat penolakan Riski untuk menikahi Sherlyn.
"Kenapa Sherlyn?hah?" tanya adam geram sekali lagi
"jangan buat aku mengulang sekali lagi sherlyn, ayo jawab!" ucap adam semakin dingin, tanganya mengepal menahan amarah.
"ka Riski, menolak untuk menikah dengan ku" ucap Sherlyn dengan memejamkan matanya menahan malu.
"sudah ku duga, Pasti sibrengsek itu menolak, aku bilang apa sherlyn, sibrengsek hanya memanfaatkan kamu, kenapa kamu baru sadar sekarang" ucap adam Tertawa meremehkan seakan Itu lulucon yang paling lucu bagi adam, sedetik kemudia wajah adam menjadi Dingin.
"mana laki-laki yang kamu bela mati-matian Sherlyn?hah?, sekarang kamu sudah tau sibrengsek itu siapa? , Aku bilang apa, Kenapa kamu Keras kepala, Gak mau nurut, Jadi gini kan jadinya malu-maluin keluarga" ucap adam menyalahkan kebodohan Sherlyn, jujur saja bukan sakit yang Sherlyn rasakan sekarang tapi malu, malu sebagi Anak dari orang tua Terhormat harus hamil diluar nikah
"kaka maaf!" ucap Sherlyn lirih, dengan menatap sendu kaka yang tengah mentap Sherlyn dengan penuh kebencian.
"Aku kecewa Sherlyn sama kamu, sebagai wanita kamu tidak bisa menjaga kehormataan kamu dengan baik" ucap Adam pedas mampuh mengsayat relung Hati Sherlyn yang paling dalam.
__ADS_1
"ayo mom, Kita pergi dari sini!, untuk apa kita disini Sherlyn sudah tidak butuh kita lagi" ucap adam tidak ingin Terbawa emosi dengan merangkul momy nya, Momy sudah tidak bisa berkata-kata lagi hanya mengaguk dan mengikut Adam, Sherlyn hanya terdiam lemas dengan deraian air mata yang membasahi Wajahnya, Matanya sudah sembab dan merah karna terlalu banyak menangis.
~
Adam tidak bisa berdiam diri lebih lama lagi, Rasanya harga diri keluarga adam kini tengah di injak-injak oleh Riski, Rasa Marah yang sudah tidak bisa dibendung lagi menjadi nekat adam untuk datang ke rumah Riski malam ini.
"Brengsek, tunggu membalasan ku" nekad adam dingin.
~
Akhirnya Adam telah sampai Di Rumah milik Keluarga Riski, Rasanya Adam tidak ada Rasa takut-takutnya sama sekali , Yang adam mau saat ini hanyalah menghajar Riski habis-habis bila perlu membunuhnya, Adam keluar dari mobil Berjalan angkuh Kedepan gerbang mendekati satpam.
"mau kesiapa ya mas, malam-malam?" tanya Satpam sopan Yang berlogat jawa.
"Apa Riski ada dirumah?" tanya adam mehan emosinya saat menyebut nama Riski..
"oh mau ke den Riski, Ada ko mas dirumah, ada perlu apa mas?" tanya Satpam tersenyum yang tidak tau apa-apa.
"Tunggu, sebentar ya mas!" ucap Satpam lalu berjalan kedalam Rumah, Adam tidak menjawab, Adama hanya mengepalkan kedua tanganya didalam saku celana.
~
Setelah menunggu cukup lama akhirnya adam dipersilahkan masuk kedalam, Dengan senang hati Adam mengikuti langkah kaki satpam yang menuntunya, Tapi adam berhenti di depan Rumah membuat satpam ikut berhenti.
"Saya tunggu disini!, bilang saja pak kepada Riski saya tunggu diluar karna sebentar!" ucap Adam, kepada pak satpam, pak satpam hanya mengangguk tanda mengerti.
~
"mau apa kamu kesini?" tanya Riski yang sudah hapal melihat dari belakang, adam yang sedang menatap kearah jalan pun membalikan badanya dan penatap Riski penuh kebencian lalu menyeringgai tampa basa basi adam melayangkan nonjokan kewajah Riski.
"Brrrugggghhh"
__ADS_1
Satu Tonjokan berhasil mendarat disudut dekat bibir Riski hingga menjadi biru keunguna, darah segar keluar dari ujung bibir Riski.
"Brrruggghhh"
Dibalas oleh Riski, Satu Tonjokan Mendarat dipipi adam, Tapi bukanya merasa sakit adam malah Tertawa, Adam merasa sudah kebal oleh kemarahan, Adam terus melayangkan Tonjokan tampa henti kepada Riski.
"Bruggggghh"
"sialan, brengek loh, Loh yang hamilin adik gue"
Bruuggghhhh"
"Cowo banci loh"
"Brugggghhhh"
"cowo gak punya tanggung jawab"
"Bruggggghhh"
Tonjokan Terakhir tepat diperut Riski membuat Riski meringis kesakitan, karna merasa kasian Riski yanh sudah tidak berdaya, sudah Tersungkur diLantai membuat Adam menghentikan Aksinya, lalu merasa puas.
"gue ingetin ya sama loh, kalau loh gak tanggung jawab sama adik gue, Gue pastiin, gue pasti bakal bunuh loh!!" ancam adam lalu pergi meninggalkan Riski sendiri, Riski hanya menatap Kepergian adam dengan menatap tajam dan benci.
****bantu like sama komentar nya ya ka, like sama komentar, gratis ko, jangan lupa juga untuk vote sebanyak2, dan beri bintang 5, buat Authour semangat nulisnya, Terimakasih.
Saran dan Kritik
IG:TariWidury1
FB:Tari inong**.
__ADS_1