
sejak kemarin jasmine tidak keluar kamar , makan pun tidak dia selalu menangis dan melamun kini harapanya hancur seketika harapanya untuk lulus sekolah, kuliah dan bekerja telai usai, hari demi hari kebencian jasmine pada bapaknya semakin menjadi, semenjak jasmine tau jasmine telah dijual oleh bapak Kandungnya, tak habis pikir, kini. Jasmine yang ceria sudah tak ada lagi, hanya jasmine yang murung dan tatapan nya yang kosong.
Tiba-tiba seseorang pria tampan dan gagah mengetuk pintu membangunkan jasmin dari lamunanya.
TOK TOK TOK
"jasmine ayo makan" Pinta tio dengan wajah yang kwatir.
"aku tidak lapar, tolong jangan ganggu aku"jawab jasmine ketus dengan terus menangis Terisak-isak.
"jasmine ayo makan aku mohon!"permintaan tio dengan lembut
"tolong pergi, aku benar-benar benci kamu tio!!" jawab jasmine dengan Nada bicara yang meninggi, dan tatapan yang Berapi-api Seakan ingin meledak.
Jasmine pun tak menghirau kan tio yang terus memanggil nya, jasmine terus menagis sejadi-jadi sampe terdengar keluar sampai emosinya tak bisa dikontrol jasmin mengacak ngacak meja rias miliknya.
BRAK BRAk
"Aku benci Bapak"
kata itu yang keluar dari mulut jasmine sampai kemarahan jasmine pada puncak , Jasmine memukul kaca kencang yang menampilkan bayangnya yang menyedihian.
PLAKKKKK
__ADS_1
suara yang sangat keras mengejut kan semua orang yang ada dirumah, semua orang pun memanggil jasmine karna kwatir tapi jasmine tetap tidak perduli dia mengambil pecahan kaca lalu menggores kan ketanganya, Darah segar pun keluar dari tanganya sangat banyak tapi dia tak merasakan sakit sedikit pun, sampai penglihatnya menjadi buram dan jasmine terjatuh tak sadar,
Tio pun mulai curiga karna tak mendengar suara jasmine ,curiga jasmine melakukan hal Bodoh , lalu tio mendobrak pintu kamar jasmine seraca paksa.
BRAK
sekali dombrak Pintu kamar terbuka, tio sangat kaget saat melihat darah segar yang berceceran dilantai putih dan jasmine yang tergeletak tak sadarkan diri ketambah wajah jasmine yang sangat pucat membuat tio sangat kawatir.
"Sayang bangun, kamu kenapa?" jawab tio dengan menepuk-nepuk pipi jasmime pelan, tapi jasmine tak bangun , Dengan Kawatir tio membawa jasmine Ke dalam mobil untuk dibawa kerumah sakit.
"jasmine kenapa nak?" tanya bapak jasmine kawatir melihat keadaan jasmine
"Saya tidak tau pak, sekarang kita bawa kerumah sakit dulu aja" jawab tio Diangguki pelan oleh bapak dan ikut masuk kedalam mobil.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"maaf tuan dan bapak tolong tunggu diluar" jawab Suster cantik berkulit putih berbicara dengan sopan, Diangguki oleh mereka berdua.
Bapak dan tio serentak berbicara "baik dok" akhirnya bapak dan tio pun menunggu diluar
Mereka tampak sangat kwatir menunggu Kabar mengenai Jasmine.
"nak tio saya tak pernah melihat jasmine marah seperti itu, itu seperti bukan jasmine anak saya" jawab bapak berbicara dengan menunduk kan kepala lemas.
__ADS_1
"iya pak saya pun tidak percaya jasmine melakukan hal seperti itu" jawab tio tidak percayaa Akan kejadian yang Jasmine lakukan.
"nak lebih baik pernikahan kalian ,jangan besok sekarang saja hanya akad setelah jasmine sembuh Resepsi lebih baik" jawab bapak memberi saran.
"iya pak lebih baik lebih cepat" jawab Tio mengangguk pelan dan berpikir sejenak sebelum memutuskan.
Tiba-tiba kamar pasien pun terbuka menampilkan Dokter dan Diikuti suster dari belakang membuat bapak dan tio langsung Berdiri serentak tidak sabar untuk bertanya.
"anda keluarga pasien?" tanya dokter berbicara sopan
"iya dokter saya bapaknya" jawab bapak
"bagaimana dengan calon istri saya?" tanya tio
"pasien Baik-baik saja mungkin karna shock dan belum makan jadi pingsan , saya sarankan pasien jangan terlalu tertekan pasien Bisa stres bila terlalu ditekan mental atau fisik Bahaya "
"Baik dok, Apa ada Luka serius?" tanya Tio dengan kawatir
"tidak ada ,Hanya luka Di tanganya , tapi tidak Terlalu dalam" jawab Dokter membuat bapak dan Tio lega
"apakah saya sudah bisa menemuinya?" tanya tio tidak sabar untuk masuk kedalam menemui jasmine
"Sudah pak , Tapi tolong jangan mengganggu istirahat pasien" jawab dokter tersenyum sopan.
__ADS_1
"iya baik dokter , Terimakasih" jawab Tio dengan tersenyum.
"yasudah, kalau begitu saya permisi" Jawab dokter Mengganguk dan Setelah itu sedikit membungkuk lalu pergi