
Diujung ranjang nampak jasmine sedang melamun sambil memandangi keramian dan suasana senja ibu kota Terlihat jelas karna seluruh dinding depan kamar terbuat dari kaca Tebal, Jasmine merasa gelisa Karna jasmine belum membicarakan perceraian nya dengan bapak nya, silva yang melihatnya pun penasaran dan bertanya.
"jasmine kamu kenapa gak suka ya? , kalau kamu gak suka kita pergi aja dari sini" ucap silva dengan duduk disamping ranjang dekat jasmine
"bukan itu silva, aku belum bilang mau cerai sama bapak, aku takut bapak ngga setuju" jawab jasmine menatap silva dengan tatapan gelisa
"jasmine jangan pernah mikirin orang lain, walaupun itu bapak kamu, kamu sudah cukup mengalah mengorban kan perasan kamu, please jasmine kamu cukup menderita buat bahagiain mereka" jawab silva dengan memegang bahu jasmine
"Tapi gimana adik-adik aku kalau ngga sekolah?" nanya jasmine dengan mata berkaca-kaca
"jasmine aku yakin bapak kamu bisa biyayain mereka, keluarga kamu hanya ingin hidup mewah tampa memikir kan penderitaan kamu tolong Jasmine menjadi egois lah untuk saat ini" jawab Silva menepuk pelan bahu jasmine
"Aku sungguh dilema" jawab jasmine menangis menyandarkan kepala dibahu jasmine
__ADS_1
"Aku tau jasmine keceria kamu hari-hari ini hanya menutupi luka dan kesedihan mu mungkin tak sembuh dalam waktu dekat dan membekas meninggal kan trauma" jawab silva mengelus rambut jasmine
"Ya Tuhan, Kenapa hidup ku serumit ini" jawab jasmine merasa putus asa
"tetap yakin jasmine pada keputusan mu dan jangan kembali ke lubang yang sama" jawab silva memegang tangan jasmine dengan lembut, jasmine hanya menangis
Tampa mereka sadar sepasang mata berdiri didekat pintu melihat dan mendengar percakapan mereka dengan tatapan sendu yaitu Riski lalu Riski mendekati mereka seolah tak mendengar dan melihat kejadian barusan.
"kenapa jasmine ko nangis, kamu ngga betah ya" nanya Riski menatap jasmine
"yaudah, kalau gitu kita makan dulu ya jas, sil nanti kamu udah makan kamu minum obat sama istirahat"
"kalian aja aku mau sendiri" jawab jasmine dengan terisak-isak
__ADS_1
"yaudah sil kamu duluan" jawab Riski dengan memberi kode kepada silva
"yaudah aku makan dulu ya jas" jawb silva lalu pergi meninggalkan mereka
Tersisa mereka berdua Riski masih menatap jasmine dengan tatapan sendu Riski mendekat dan duduk disamping jasmine dan mengelus rambut jasmine.
"Aku tau kesedihan kamu jasmine" jawab Riski mentap Jasmine dengan berkaca-kaca
"Tidak kalian tidak boleh tau Kalian akan mengasihani ku kalau tau lebih baik kalian tau aku yang ceria saja" jawab jasmine terus mengeluar kan air mata
"Jasmine tolong jangan sembunyi kan Apapun aku teman mu" jawab Riski dengan menetes kan air mata lalu menepis nya dengan kasar saat jasmine menatapnya
"aku tidak tau Riski apa aku akan sebahagia kalian? , Hidup tenang dan mencintai dan dicintai seperti mereka" Tanya jasmin dengan menundukan kepalanya
__ADS_1
"jasmine apa kamu tau aku selalu terluka mencintai orang yang tak pernah mencintai ku bahkan aku harus terluka terus menerus melihat dia Menangisi orang yang menyakitinya" jawab Riski dengan bernafas kasar lalu mengeluarkan nya dari mulut jasmine pun terdiam tak tau harus bicara apa jasmine bukan orang bodoh jasmine tau riski menyindir dengan halus kepada jasmine, jasmine pun menangis dan menyandarkan kepalanya dibahu Riski dengan melihat senja yang jingga ke orange an hampir gelap.