Pelakor Dan Penghianat

Pelakor Dan Penghianat
Pengganggu part ll


__ADS_3

Sesampainya Di Taman Tempat jasmine bertemu dengan Anis jasmine duduk sejek sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan, sebenarnya jasmine frustasi tapi jasmine mencoba baik-baik saja dan silva yang melihatnya hanya mengelus bahu temanya lembut.


kedatangan Anis membuat jasmine bernafas dengan kasar lalu mengeluarkanya dari mulut, untuk menenangkan dirinya.


"Apa mau mu? " tanya Anis dengan Arogan dan dingin.


" mau aku, kamu menjauh dari suamiku!!, tolong jangan hancur kan harapan seorang wanita, karna kamu juga seorang wanita pasti kamu tau bagai mana ras" jawab jasmine dipotong oleh annisa


"Aku tidak ada, hubungan apa-apa dengan suamimu" jawab anissa Bohong.


"anissa tolong jangan bersandiwara aku tau semuanya, Dari suamiku pergi hotel bersama mu, dan mengeluar uang buat sedikit untuk membeli yang kamu mau dan Kalian sungguh tak tau malu kalian selalu bermesraan dikantor padahal semua orang dikantor tau tio suami SAH aku" jawab jasmine menekan kan dibagian SAH.


Jasmine terus menahan emosinya, rasanya jasmine ingin menangis dengan kenyataan ini mendengar semuanya Dari Fadlan teman baik tio yang tak Tega melihat jasmine selalu dibodohi oleh tio sampai dia memberi tahu semuanya dan anis hanya membatu, terlihat terkejut.

__ADS_1


"cuih, Anissa sungguh kamu wanita rendahan yang merenggut kebahagia wanita lain tampa berpikir bahwa kamu juga sama perempuan, kau tak lebih sebagai ******" jawab jasmine tertawa meremehkan.


"sudah cukup!!, Kau boleh menghina ku tapi tidak. Menyebut ku sebagai ******" bela anissa tidak terima disebut ******.


"hah, sungguh anis aku ingin tertawa mana ada wanita baik-baik tidur dengan suami orang" jawab jasmine Terus meremehkan menbuat anissa geram.


"tidak aku tidak pernah tidur bersama suamimu, tolong jang membuat fitnah!! " bohong anissa membela dirinya.


PLAK


tamparan Anis mendarat dipipi mulus jasmine tapi jasmine hanya tersenyum sinis sambil mengelus pipinya yang ditampar dan silva melihatnya hanya diam silva ingin tau seberapa keberanian jasmine dan silva terkejut ternyata tidak. Diduga temanya menjadi menyeramkan ketika terancam.


"sungguh ******, yang tidak tau malu, seharusnya aku yang marah karna kamu yang menganggung suami aku, bukan kamu bodoh"jawab jasmine geram tangan jasmine pun dikepalkan seakan siap untuk menonjok lawan didepanya matanya memerah seperti lautan api yang membara yang siap menerkam lawan.

__ADS_1


"Aku bisa menghancurkan hidup mu kapan pun jasmine, itu belum seberapa kamu akan menerima rasa sakit yang sesungguhnya nanti, ingat!! " jawab anis dengan nada meremehkan dan tertawa bahagia seakan senang bisa menindas jasmine, tapi jasmine tidak lemah jasmine akan menindas lebih dulu orang yang akan menindasnya.


"Bila itu terjadi, Aku akan pastikan Anis kamu akan kehilangan pekerjaan mu!! Ingat itu, itu bukan ancaman tapi Peringatan!!"tampa aba-aba jasmine pun mendorong Tubuh anis hingga tersungkur ketanah


Anissa pun yang semula terlihat tertawa bahagia wajahnya menjadi Memerah karna marah.


Aku:"tolong Jangan Anggap aku lemah ****** murahan" aku pun pergi meninggalkan Anis tidak perduli anis yang masih tersungkur ditanah


"Akan ku pasti kan, kamu akan menderita Jasmine!! " anis menjerit dengan kencang terdengar jelas oleh jasmine dan silva tapi mereka tak mengubrisnya


Jasmine pun berjalan dengan lemas tapi dia tidak. Mau dianggap lemah oleh siapapun juga jasmine terlihat lebih dewasa menghadapi masalahnya silva hanya menoleh kebelakang dan tersenyum sinis lalu pergi.


*bantu like sama komenya ya, jangan lupa rating 5 sama vote sebanyak2 biar Athour semangat buat nulis*

__ADS_1


__ADS_2