Pelakor Dan Penghianat

Pelakor Dan Penghianat
MELARIKAN DIRI~JASMINE


__ADS_3

Setelah selesai makan Dan cukup Berbincang dengan Adam, Jasmine berpamitan untuk pulang, Karna hari Sudah mulai gelap, Karna Rumah Jasmine Dari restoran cukup jauh memakan Waktu setengah jam Bila tidak macet tentunya, Akhirnya Adam mengantar jasmine untuk pulang Kerumahnya Dan mampir kedalam sebentar setelah itu pulang.


Setalah adam pergi Dari rumah jasmine, jasmine masuk kedalam Kamar untuk mandi dan membaringkan diri, Handphone jasmine terus berdering tapi Jasmine mengabaikanya, Jasmin tau Yang menelponnya pasti Riski kalau Tidak Riski pasti Tio, Jasmine sangat muak.


"Apa aku harus keLondon, Rasanya aku sudah bosan Hidup Tak nyaman seperti ini terus diikuti, Dua pria gila" gunam jasmine bicara sendiri.


"Aku tidak mungkin hidup bersama tio atau pun Riski, Sepertinya benar aku harus kelondon Memulai hidup baru disana" gunam jasmine.


Jasmine terbangun dari tidurnya Karna hari sudah mulai siang, Terik matahari Menembus Ruangan kamar, Perlahan jasmine membuka Gordeng jendela kamarnya pelan dan Mengambil handuk untuk mandi, Jasmine mengambil tas nya Dan pergi Dari rumah entah ingin kemana jasmine, padahal jasmine tidak ada janji dengan siapapun.


Ternyata Jasmine pergi kesebuah Mall terbesar Dikota jakarta, Rupanya jasmine ingin membeli baju Dan sepatu Karna merasa otaknya pusing untuk itu Jasmine Refresing, Memanjakan Diri nya dengan barang-barang yang bukan murah tentu nya, Saat jasmine sedang memilih sepatu tiba-tiba tangan jasmine ditarik dengan kasar sampai jasmine merasa kesakitan, ternyata yang menarik jasmine adalah Riski.


"Apa shi, Riski sakit lepasin" Terik jasmine kesal Mencoba melepaskan tarikan Riski.


"kamu kenapa, Seharian gak kabarin aku?"tanya Riski dengan nada Tinggi tak henti menarik tangan Jasmine dan menyeret untuk mengikutinya.

__ADS_1


"Kamu kenapa shi, lepasin dulu dong sakit!, gak malu apa dilihatin banyak orang" jawab Jasmine dengan merengek kesakitan


"Diam"bentak Riski Kencang membuat jasmine ketakutan gemetar, Jasmine pun akhirnya mengalah mengikuti Riski karna malu melihat banyak orang yang melihat kejadian tidak senonoh, Riski pun memasukan Jasmine kedalam mobil, isak tangan jasmine tak dihirau kan sedikit pun.


"Ya Tuhan, apa yang akan Pria gila ini, dilakukan padaku" gunam Jasmine dalam hati.


Akhirnya Riski membawa Jasmine ke Rumah besar, Ternyata itu Rumah milik Riski pribadi, Rencananya rumah itu akan ditempati setalah Riski dan jasmine menikah nanti, Riski menyeret Jasmine masuk kedalam kamar, wlaupun jasmine sudah memberontak, Ternyata tenaga jasmine tak cukup kuat untuk melawan Tubuh Riski yang kekar, Riski membantingkan Tubuh jasmine keatas kasur dengan kasar.


"apa kah, kamu tidak Waras Riski? " tanya jasmine teriak dan menangis terisak-isak


"apa yang aku lakukan?" jawab Jasmine gugup dengan tangan memberontak Ingin melapaskan hempitan tangan kekar Riski.


"Aku tau jasmine, Kamu kemarin jalan dengan pengacara sialan itu" jawab riski dengan nada tinggi menatap jasmine tajam.


"Aku hanya Pergi makan saja, Kenapa kamu posesif seperti itu?" jawab jasmine akhirnya jasmine bisa melepaskan hempitan Tangan Riski

__ADS_1


"Aku tidak mau tau, Sekarang Kamu harus dikurung disini, sampai hari pernikahan kita tiba" jawab Riski menekankan jasmine hanya menangis.


Akhirnya Sebuah Panggilan telpon milik Riski pun menyelamatkan Jasmine, ternyata Ada oprasi mendadak Yang harus melibatkan Riski, Dengan berat hati Riski pun pergi Dari kamar tempat jasmine akan dikurung.


"Sialan, Mengapa pekerjaan ini harus datang di waktu yang tidak tepat" oceh Riski kesal.


"Aku akan Pergi, Awas kamu kabur" jawab Riski menekan jasmine hanya Menangis dan mengusap dada, Riski pun pergi meninggalkan jasmine sendiri.


Setelah beberapa jam, jasmine pun membuka pintu ingin Minum karna tenggorokan jasmine kering, haus, karna Terlalu banyak menangis, Dan ternyata Pintu dikunci jasmine pun berteriak ingin Minum dan akhirnya pelayan datang Menemui Jasmine sampai jasmine mempunyai ide, Untuk kabur Dari Rumah Riski, Jasmine menyenggol Keras tubuh pelayan Hingga jatuh kelantai, Dan mengambil Tas Dan kabur.


"non, Mau kemana?, nanti tuan marah" teriak pelayan kencang.


"maaf ya bi" jawab Jasmine dengan berlari melewati tangga.


Untungnya Dirumah Riski sepi untuk Rumah sebesar ini, hanya ada dua pelan saja , Untuk itu jasmine leluasa untuk kabur akhirnya tahap Terkahir pun Dilewati keluar dari gerbang dan berlari ketempat Ramai untuk bersembunyi dan menelpon adam untuk menjemput, akhirnya adam datang menjemput Jasmine, Perasaan jasmine sedikit lega karna ada adam Disamping jasmine.

__ADS_1


__ADS_2