Pelakor Dan Penghianat

Pelakor Dan Penghianat
Menolak(Season dua)


__ADS_3

Akhir-akhir ini Jasmine selalu di sibukan dengan pekerjaan barunya Yaitu membuka Restoran makanan Indonesia di London, Restoran yang dibuka jasmine lumayan cukup besar bila tempatnya di london, banyak wni yang Rindu masakan indonesia maupun Warga London yang mencoba-coba dan ketagihan makan ditempat Jasmine membuat Restoran Jasmine selalu penuh setiap harinya, sudah tiga bulan Jasmine menekuni pekerjaanya, walaupun jasmine sedang hamil muda Tapi Jasmine tidak merasa lelah sedikit pun atau mengeluh, Jasmine cukup sadar diri bila terus-terusan menyusahkan Ibu mertuanya, Silva selalu menemani Jasmine, saat Jasmine berada Di London, Memberikan semangat dan tentu saja membantu jasmine.


"Sil, makasih ya" ucap Jasmine Tersenyum tulus kepada Silva yang tengah duduk santai menikmati makananya.


"Gak usah bila makasih, kaya kesiapa aja" jawab Silva tersenyum dengan menyuapi makanan kedalam mulutnya.


"Aku gak enak, suka ngerepotin kamu terus" jawab Jasmine merasa tidak enak.


"gak apa-apa, Aku malah seneng suka direpotin kamu" jawab Silva dengan tersenyum tulus, Dibalas senyuman lagi oleh jasmine.


"Btw, hubungan kamu gimana tuh sama si Adam?" tanya Silva penasaran, yang ingin tahu kelanjutan hubungan mereka.


"Gak tau" jawab jasmine lalu tersenyum kaku.


"loh, kenapa ko gitu" jawab Silva dengan menghentikan makanya lalu menatap Jasmine dengan serius.


"Entahlah, aku lelah bila terus memikirkan masalah itu" jawab jasmine.


"Aku saranin ya sama kamu, kayanya kamu harus ngobrol baik-baik dulu deh sama Adam, terus tanya mau Adam gimana!" saran silva.


"Aku terlalu takut sil, Buat nanya sama Adam, aku terlalu takut buat sakit hati lagi" ucap Jasmine Dengan menundukan wajahnya, lalu menutupi wajahnya dengan kedua tanganya.

__ADS_1


"Ayolah jasmine!, jangan selalu jadi pengecut, Kamu tidak bisa selalu lari dari masalah" Bujuk Silva dengan mengelus-elus bahu jasmine , Jasmine hanya mengangkat wajahnya lalu menatap Silva lekat, mencoba mencerna ucapan Silva, Setelah mengerti arti ucapan Silva jasmine berpikir sejenak lalu menjawab.


"Yaudah, nanti deh aku coba" ucap jasmine lalu pergi meninggalkan silva.


~


Di tempat lain


Semua keluarga Sherlyn berkumpul Dan Keluarga Riski di ruang tamu, Riski bersedia bertanggung jawab atas kehamilan Sherlyn, Entah apalagi Rencana Riski selanjutnya, atau memang benar Riski sudah sadar, Shelyn nampak gugup dan gelisah saat melihat mata Riski yang tidak sengaja bertemu denganya, ada Rasa ketakutan saat Sherlyn melihatnya.


"jadi, mau tanggal berapa pernikahnya dilaksana? , mengingat perut Sherlyn yang makin Hari kehari akan membesar" tanya Momy to the point kepada Riski.


"secepatnya" jawab Riski tampa Ragu dengan melihat kearah Sherlyn , Sherlyn yang dilihat pun mengarahkan matanya untuk melihat kesembarangan arah karna rasa takut, pahadal Riski menatapnya biasa saja.


"iya benar mi, Riski yang menghamili Sherlyn, untuk itulah sekarang Riski mau bertanggung jawab" jawab Riski enteng, Adam yang mendengarnya pun terlihat shock mendengar ucapan Riski.


"Jadi mau kapan pernikahnya dilaksanakan, saya setuju-setuju saja kapan pun" ucap Riski dengan senyumnya, Riski terlihat pintar bersikap baik bila didepna orang tuanya.


"Satu minggu lagi" jawab adam dengan tersenyum misterius, adam ingin tau apakah benar Riski mau bertanggung jawab.


"saya setuju" jawab Riski tenang, membuat momy adam bingung, apakah benar sikap Riski seperti adam dan jasmine katakan.

__ADS_1


"maaf, Tapi saya menolak pernikahan ini" jawb Sherlyn tegas , di tatapn tajam oleh Riski, Lalu ditatap bingung oleh semua orang.


"kenapa kamu menolak?" tanya Riski menahan emosinya, Riski sudah berbaik hati bersedia menikah dengan Sherlyn, tapi Sherlyn malah menolak, sebenarnya ada apa dengan Sherlyn.


"iya sebenarnya kenapa, apakah keluarga ini mempermainkan keluarga saya?" tanya mami Riski yang sudah emosi.


"keluarga saya, tidak mempermainkan keluarga kalian, saya juga tidak tau apa alasan anak saya" jawab momy yang sudah marah karna tingkah Sherlyn yang menolak mentah-mentah keluarga Risk, Adam pun mentap mata Sherlyn tajam dan mengisyaratkan Sherlyn harus menerima lewat tatapan mata.


"Sherlyn, apa alasan kamu untuk menolak saya?" tanya Riski sekali lagi mentap Sherlyn dengan tajam, tapi Sherlyn mencoba menghindar dari tatapan Riski.


"kamu tidak bisa menolak saya Sherlyn, Anak yang kamu kandung perlu sosok seorang ayah" ucap Riski sekali lagi mampuh membuat adam dan Momy nya diam, Kenapa Riski jadi baik apa Riski mempunyai rencana.


"Terima Sherlyn!, apa kamu mau membuat kelurga kita malu, putri keluarga yang terpandang mempunyai anak tampa seorang bapak" bisik momy begitu pedas terdengar ditelinga sherlyn


"sekali lagi, saya mohon mengertianya, saya menolak pernikahan ini, saya akan membesar anak saya sendiri hanya itu alasan saya" jawab sherlyn lalu pergi meninggalkan mereka dan masuk kedalam ke kamarnya.


******bantu like sama komentar nya ya ka, like sama komentar, gratis ko, jangan lupa juga untuk vote sebanyak2, dan beri bintang 5, buat Authour semangat nulisnya, Terimakasih.


Saran dan Kritik


IG:TariWidury1

__ADS_1


FB:Tari inong***


__ADS_2