Pelakor Dan Penghianat

Pelakor Dan Penghianat
TERBEBAS~JASMINE


__ADS_3

Sidang demi sidang jasmine lalui Walaupun begitu panjang dan melelah kan Jasmine selalu sabar dan Tuhan menjawab Doa jasmine selama ini Gugatan cerai jasmine dikabul kan, Riski pun yang mendengar nya sangat Senang karna Riski Akan Bebas mendekati jasmine, serta silva yang mendengar nya begitu kegirangan sampai loncat-loncat seperti anak kecil.


"yes, ada jamu nih" oceh silva


"hah, jamu maksudnya janda muda" jawab jasmine dengan tertawa


"janda rasa gadis kan" jawab riski menggoda jasmine


"hahahaha, Bisa jadi bisa jadi"jawab silva tertawa terbahak-bahak


"Ah silva ,apasih ketawa mulu" jawab jasmine memukul. Bahu silva dengan keras


"sakit Jamu" jawab silva dengan mengelus bahunya, jasmine pun merasa kesal dan masuk kedalam mobil meninggal kan mereka berdua dan langsung diikut mereka berdua.


"kita mau kemana? "nanya riski kepada jasmins dan silva


"makan yuah laperrr" jawab silva dengan melirik kearah jasmine yang kesal


"jasmine gak seru sekarang pemarah menyabalkan, udah deh aku mau turun aja" celoteh silva dengan kesal membuka pintu tapi jasmine memegang tangan siiva


"Gitu aja marah, maafin dong" jawab jasmine mencolek dagu silva

__ADS_1


"yaudah jangan marah mulu ya" jawab silva dengan cemberut


"iya janji deh senyum dong" jawab jasmine dengan tersenyum manis silva pun tersenyum dan mengurung kan niat nya untuk pergi.


Hening


Mobil pun Terhenti disebuah Restoran bernuasa jepang lengkap dengan pernak pernik khas jepang, silva sudah tak sabar untuk masuk kedalam dan akhirnya mereka masuk kedalam bersama.


Jasmine melihat Sosok wanita yang ia benci tak lain dan tak bukan Angel ,sedang duduk dan Bercanda tawa dengan teman sebaya nya disudut ruangan dekat kaca Jasmine pun Melihat Angel dengan tatapan tajam tapi tak mengurangi niat jasmine untuk Makan disana, silva pun yang menyadari bahwa itu Angel berbisik ke telinga jasmine.


"jas itu Angel,beneran kita mau makan disini? " tanya silva kepada jasmine


" memang apa urusanya ayo masuk!!" jawab jasmine menarik tangan silva untuk duduk


"ohh, rupanya janda ini disini? " tanya angel dengan menatap tajam kearah jasmine


"apa yang kau lakukan bodoh, kau tak punya sopan santun" jawab jasmine yang menatap sama seperti Angel.


"Iya benar apa suami mu tak mengajari mu" jawab silva terlihat marah.


"wanita rendah seperti mu tidak pantas disopani" jawab Angel Tertawa meremeh kan.

__ADS_1


"Tolong nyonya Wijaya kusuma Berkaca lah apa dirumah mewah mu tidak ada kaca, yang lebih rendah itu siapa kamu atau aku?" tanya jasmine tertawa terbahak-bahak seakan itu lulucon yang menyenang kan bagi jasmine, melihat jasmine tertawa membuat Angel geram.


"jasmine lebih terhormat dari pada anda" jawab Riski kesal membuat angel semakin panas.


"Kau itu, hanya seorang janda jasmine"jawab angel Dengan mendengus kasar


"dan kau, seorang ****** perebut suami orang aliasa pelakor" jawab jasmine dengan pedas


"kau" jawab Angel terpotong


"Kau apa Angel, uhh nona apa kalian masih ingin berteman dengan dia, dia dulu sahabat ku ,tapi dengan tega dia merebut suamiku" jawab jasmine dengan melihat kearah teman angel dan teman Angel pun berbisik-bisik entah membicara kan apa tak terdengar oleh jasmine.


Dengan Amarah yang menggebu-gebu Angel pun menyiram Jus Yang baru dipesan Riski ke wajah jasmine sampai Amarah jasmine pada puncaknya.


PLAAAAKKKKK


PLAAAAKKKKK


Dua tamparan mendarat diwajah Angel Sangat menyakit kan Riski dan silva yang melihat nya pun sangat takjub tampa bantuan jasmine bisa mengatasi cecunguk-cecunguk itu, Emosi jasmine semakin tak bisa terkendali Riski pun Dan silva memisahkan mereka karna tak tega melihat angel yang sedang hamil muda dan membawa Jasmine pergi.


"Kata kan pada Suami mu aku tak takut, merengek lah Agar dia Membalas ku!!" teriak jasmine dengan mata melotot Angel pun masih mematung Malu sekali gus kesal dan kaget.

__ADS_1


Riski pun membalik badan melihat Angel sekilas dan tersenyum kemenangan, silva membawa Jasmine ke mobil dan riski membayar pesanan tadi.


__ADS_2