Pelangi Diujung Senja

Pelangi Diujung Senja
Perihal Senja 1


__ADS_3

Pelangi Di Ujung Senja


PERKENALAN


Kisah ini


dilalui oleh seorang gadis yang bernama Nisafa Arafah yang biasa dipanggil


dengan nama Safa. Safa anak tunggal dari keluarga yang sangat sederhana, buah


hati dari Bapak Rudi dengan Ibu Ria. Safa dididik oleh Ayahnya untuk menjadi


orang yang serba bisa dalam segala hal, termasuk dengan pekerjaan laki – laki.


Badannya yang kecil dengan bola mata coklat yang sangat menarik, pipinya yang


cabi dan tinggi badan sekitar 152 cm dan slalu memakai hijab panjangnya. Dia anak


yang pintar dan sangat dibangga – banggakan oleh kedua orang tuanya. Safa juga


mempunyai seorang sahabat yang slalu bersamanya setiap  saat senang maupun sedih. Adelya Pratiwi


biasa dipanggil dengan nama Adel. Safa sudah melewati masa – masa SMA nya yang


begitu menarik baginya. Bulan terakhir yang ia jalani sangat berkesan baginya.


Ada sedih maupun gembira semua itu dilaluinya melalui goresan tulisan yang


terpampang dalam bukunya. Benar ia sangat suka sekali dengan menulis atau


bahkan membuat sebuah puisi.


PERIHAL SENJA


Pagi sekitar jam


03.00, Safa bangun langsung kekamar mandi untuk wudhu. Dengan mata yang sedikit


sipit karena mengantuk, namun ia tetap berteguh untuk melaksanakan ibadahnya


tersebut. Dipakainya


mukena dan ia pun sholat dengan khusyu’. Setelah sholat ia pun meneteskan air


matanya


‘’ Segala Puji


hanya BagiMu Ya Rabb. Ya Allah seminggu lagi aku akan menghadapi Ujian


Nasional. Ini adalah ujian terakhirku pada masa SMA ku. Semoga aku bisa


mengerjakannya dengan lancar dan mendapatkan nilai yang bisa membanggakan kedua


orang tua ku. Aamiin Ya Rabbal Alamin. ‘’


Safa menghela


nafas panjang dan segera mengambil buku yang ada dimeja belajarnya. Dibukanya


buku dan mulai berlatih soal soal untuk mengasah kemampuannya. Safa sangat


pintar dalam bidang pelajaran Matematika. Safa juga sering membagikan ilmunya


kepada teman – temannya, makanya ia sering disukai banyak orang disekitarnya.


Adzan Shubuh pun sudah terdengar ditelinga Safa. Diambilnya wudhu dan segera


melaksanakan sholatnya.  Sekitar pukul


06.30 Safa sudah siap – siap untuk menuju ke sekolah. Dipakainya seragam dengan


hijab yang panjang yang dikenakannya. Lalu diambilnya sepeda sederhananya yang


ia tumpangi setiap hari. Gayuh demi gayuh yang sekolahnya tak begitu jauh dari


rumahnya tersebut. Safa tak pernah iri pada temannya yang sering pakai motor


atau bahkan diantar oleh orang tuanya dengan naik mobil. Dia sekolah hanya demi


membuat orang tuanya bangga akan prestasinya, bukan untuk pamer atau bahkan


bangga dihadapan siswa yang lain dengan kekayaan yang orang tuanya miliki.


Sesampainya disekolah ia bergegas untuk masuk kedalam kelas. Safa berjalan ia  melihat seorang siswa laki – laki yang


berseragam lain dengannya. Safa pun mendekatinya, Safa rasa ia sedang


kebingungan dengan sesuatu hal.


‘’


Assalamu’alaikum. Bisa saya bantu mas? ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. Saya sedang cari ruang guru. Kira – kira dimana ya? ‘’


‘’ Mari ikut


saya. ‘’


Safa pun


mengantarkan laki – laki itu menuju ke ruang guru. Sampainya didepan ruang


guru, tiba – tiba bel masukpun berbunyi. Tanpa berkata apapun Safa langsung


pergi berlari


‘’ Hay siapa


namamu? ‘’ teriak pemuda itu


‘’ Arafah! ‘’


Safa pun berlari


menuju kelasnya tersebut. Nafas nya tak dapat ia kontrol karena lari cepat


tadi. Safa duduk didekat Adel, dengan wajah yang penuh dengan keringat.


‘’ Baru dikejar


anjing? ‘’ tanya Adel


‘’ Hehe dikejar


nejizen’’


‘’ Apaan kamu


aja kudet masa ada netizen yang mau ngejar? ‘’


‘’ Hehe Ada. ‘’


‘’ Siapa? ‘’


‘’ Kamu. Hehe ‘’


Adel pun


menunjukkan wajah musamnya dihadapan Safa yang membuat Safa menertawakan Adel.

__ADS_1


Tidak begitu lama kemudian waktu belajar mengajarpun dimulai. Semua murid


mendengarkan apa yang diterangkan oleh guru yang sedang mengajar. Waktupun


berlalu dan kini saatnya jam istirahat.


‘’ Safa kamu mau


sholat  Dhuha dulu atau ke kantin? ‘’


‘’ Sholat dulu


baru ke kantin, lagipula aku bawa bekal. Bisa makan di taman sekolah juga. ‘’


‘’ Kalau gitu


aku ke kantin dulu ya. ‘’


‘’ Loh kamu


nggak ikut sholat? ‘’


‘’ Aku masih


datang bulan. ‘’


Safa pun


mengangguk mengerti apa yang diucapkan Adel tersebut. Safa menuju mushola


sekolah yang dekat dengan kelasnya tersebut. Iya Safa adalah anak yang sering


menjaga sholatnya. Kadang banyak yang suka Safa, namun juga banyak yang tidak


suka. Kadang Safa dibilang sok alim atau yang lainnya. Namun Safa bodoamat


dengan apa yang dikatakan mereka. Ibarat kata masuk telinga kanan keluar


telinga kiri. Safa pun mengambil air wudhu dan sholat di mushola tersebut. Saat


ia sholat, ada laki – laki yang mengawasinya dari belakang kaca. Tak lain laki


– laki tersebut adalah sosok yang Safa bantu tadi pagi. Namun ia tidak melihat


bahwa seseorang yang sholat itu adalah Safa yang ia temui tadi pagi.


‘’ Subhanallah.


Ada cewek idaman. ‘’ kata laki – laki tersebut dan beranjak pergi sebelum ada


orang yang mengetahuinya sedang mengintip Safa.


Setelah sholat,


Safa pun menuju kantin. Dilihatnya ternyata Adel sedang bersama pacarnya, Safa


tak ingin menganggu sahabatnya tersebut. Safa pun beranjak pergi dan mencari


tempat lain untuk memakan bekalnya tersebut.


Dilihatnya


bangku kosong yang ada ditaman sekolah tersebut. Tiba – tiba datang seseorang


yang mengagetkan Safa dari belakang.


‘’ Safa! ‘’


teriak orang itu


‘’ Eh Anis kamu


ngagetin aku aja. ‘’


Anis adalah


ngobrol karna memang mereka mempunyai kesibukan masing – masing. Anis anaknya


sangat cantik dan manis. Ia sosok yang banyak diidamkan oleh kebanyakan laki –


laki yang ada. Ia juga sering ganti – ganti pacar. Tapi bukan playgirl, hanya


saja ketika ia putus langsung dapat pengganti lagi. Ibarat kata punya cadangan


ketika yang lain pergi. Rambutnya yang panjang dan lurus menambah


kecantikannya. Ia juga pernah menang menjadi model saat acara ulang tahun sekolah.


Secara tidak langsung ia adalah idola sekolah. Maka dari itu Safa jarang


bertemu Anis karna memang Anis sibuk dengan kegiatannya yang padat.


‘’ Ngapain


disini sendiri? ‘’


‘’ Aku mau


makan. Tumben kamu sempet ngomong sama aku. ‘’


‘’ Iya aku mau


undang kamu sama temen mu yang namanya Adel buat gabung di pesta ulang tahunku


2 hari lagi. Kamu masih inget kan ulang tahunku kapan? ‘’


‘’ Iya inget lah


kan kita udah temenan dari kecil nis. ‘’


‘’ Kalau begitu


kamu harus dateng. Jangan telat ya. ‘’


‘’ Siap. Asal


aku dapat makan. Hehe ‘’


‘’ Banyak dong.


Hehe aku tinggal dulu ya. ‘’


‘’ Makasih Nis.


‘’


‘’ Iya sama –


sama. ‘’


Anis pun pergi


meninggalkan Safa disana sendiri yang sedang melihatundangan yang


diberikan Anis tadi. Sepertinya Safa merasa kebingungan dengan undangan


tersebut.


‘’ Pestanya


malam sekali. Aku datang nggak ya? ‘’ tanya Safa dalam hati


Safa pun

__ADS_1


melanjutkan makannya yang tertunda tadi. Safa terus berfikir gimana caranya ia


bicara dengan orang tuanya terutama Ayahnya yang sangat ketat padanya. Safa


juga merasa takut bila membicarakan ini kepada Ayahnya itu. Tiba – tiba bel


masukpun berbunyi.


Kegiatan belajar


mengajarpun dimulai kembali dan berakhir dengan bel yang terakhir yaitu bel


pulang. Safa memasukkan bukunya dan bergegas untuk pulang.


‘’ Del tadi Anis


ngasih aku undangan katanya kamu disuruh hadir diacaranya. ‘’


‘’ Hah nggak


salah? Bukannya kamu yang diundang dan mungkin karna Anis merasa kalau kamu


punya sahabat makanya dia juga undang aku sekalian. ‘’


‘’ Hehe kayaknya


juga gitu sih. ‘’


‘’ Memangnya


kamu boleh keluar malam Fa? ‘’


‘’ Aku nggak tau


sih. Apa aku suruh Ayah aja ya nganterin terus nanti aku disana Cuma mau ngasih


kado sama ngucapin aja. Daripada nggak hadir kasian dianya udah berusaha


ngundang aku.’’


‘’ Iya gitu aja


nggak papa. Aku juga nanti kerumahmu buat bareng sama kamu. ‘’


‘’ Oke kalau


gitu aku pulang dulu ya. ‘’


Mereka pun


menuju parkir dan mengambil kendaraannya masing – masing. Safa mengambil


sepedanya dan mengayuh sepedanya untuk menuju rumahnya. Sesampainya dirumah dilihatnya


ibu yang sedang memasak didapur.


‘’


Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. Udah pulang nduk? ‘’


‘’ Udah buk. Loh


Ibu memangnya ada pesenan makanan kok masih masak didapur? ‘’


‘’ Iya nduk tapi


udah selesai tinggal nganter. Nanti kamu bantu Ayah buat anter makanannya ya.


Sekarang kamu ganti baju terus makan dulu. ‘’


‘’ Siap buk. ‘’


Safa pun segera


ganti baju dan makan makanan sederhana namun baginya makanan itu adalah makanan


terlezat yang pernah Safa makan, karna itu adalah buatan dari kasih sayangnya


ibu pada Safa.


Safa dan Ayah


mengantar pesanan makanan dengan motor sederhana yang Ayah punya. Cukup jauh


makanan itu diantar, sesampainya dirumah yang dituju ternyata rumah itu sangat


besar dan megah sekali. Hingga Safa pun terkagum kagum melihatnya.


‘’ Safa disini


aja. Biar Ayah sendiri


yang antar. ‘’


Safa pun


mengangguk mengerti dengan apa yang dikatakan Ayah padanya itu. Setelah


beberapa menit kemudian Ayah datang dan mengajak Safa untuk pulang kerumah


lagi.


‘’ Yah, nanti


kalau Safa sukses bakal kasih Ayah rumah yang kayak gini. ‘’


Ayah pun hanya


tersenyum mendengar apa yang dikatakan Safa tadi. Sebenarnya Ayah terenyut


mendengar hal tersebut, namun ia tak ingin bahwa Safa mengetahuinya.


Ditumpangiya motor melaju menuju rumah sederhana yang sangat disayangi oleh


keluarga itu. Sesampainya dirumah, Ibu sudah menunggu didepan rumah dengan


wajah yang sangat gembira sekali.


‘’ Alhamdulillah


tadi yang pesan makanan senang dengan masakan Ibu. ‘’


‘’ Iya dong


masakan Ibu itu terlezat sedunia. Hehe ‘’


‘’ Yasudah ayo


kita masuk rumah. ‘’ kata Ayah yang ikut senang juga


Safa menuju


kamarnya dan dibukanya buku yang sering ia buat puisi atau curhatannya itu.


Ditulisnya buku tersebut dengan tulisan


‘’ Kemegahan apapun didunia takkan mampu mengalahkan


kebersamaan luar biasa ini. Atau bahkan dunia berusaha memecahkannya, aku akan

__ADS_1


tetap berusaha menjadi benteng dimana aku yang akan dihancurkan terlebih dahulu


demi sosok yang aku jaga yaitu Ayah dan Ibu. ‘’


__ADS_2