
Hari
itu adalah hari Minggu, Safa belajar dengan sangat tekun sekali. Karna besok
adalah ujiannya yang akan ia hadapi sebelum akhirnya akan meninggalkan masa SMA
nya itu. Ada suara ketuka dari luar pintu kamar Safa. Lalu Safa membuka pintu
tersebut, dan ternyata Ayah sudah berdiri di depan pintu itu.
‘’
Ayo Fa ikut Ayah ke pondok pesantren. Disana akan diadakan istighisah buat
ujian nasional. Bagus buat kamu itu. ‘’
‘’
Iya Yah Safa ganti baju dulu. ‘’ Kata Safa cuek pada Ayahnya itu
Ayah
menunggu Safa diluar yang sudah menaiki motornya yang sederhana itu. Setelah
ganti baju, Safa langsung naik motor tanpa berkata apapun pada Ayahnya itu.
Ayah pun melajukan motornya menuju ke pondok pesantren. Saat perjalanan menuju
ke pondok pesantren Safa hanya diam dan tak seperti biasanya yang selalu tanya
apapun kepada Ayahnya itu.
‘’
Fa kamu masih marah sama Ayah ? ‘’
‘’ Nggak kok Yah. ‘’
‘’
Kok sikapmu seperti itu kepada Ayah ? ‘’
‘’
Aku hanya nggak ingin bicara Yah. ‘’
Setelah
mendengar iru Ayah Safa pun tidak bertanya lagi kepada Safa. Bahkan itu adalah
percakapan terakhir sebelum akgirnya sampai di pondok pesantren tersebut. Ayah
memarkirkan motornya di depan masjid di dalam pondok pesantren itu.
‘’
Ayah ketemu sama Pak Ustad dulu nanti kamu segera masuk masjid disana sudah ada
banyak orang. Ayah nanti tunggu kamu disini ya. ‘’
Safa
hanya mengangguk mengerti apa yang dikatakan Ayahnya itu. Safa melangkah menuju
masjid, ternyata disana sudah ramai karena acaranya sudah hampir akan dimulai.
Mumpung Safa belum terlambat untuk menghadiri acara itu. Safa duduk di bagian
paling belakang sendiri. Acara istighosah pun sudah dimulai. Semua orang
mengikuti acara tersebut dengan khusyu’.
Setelah
acara selesai Safa pun melangkah menuju motor yang diparkir Ayahnya tadi, namun
Ayahnya tidak ada disana. Safa pun menunggu Ayahnya itu, tiba – tiba ada yang
memangil namanya dari arah belakangnya itu. Safa pun menoleh ke arah belakang,
ternyata itu adalah Yusuf.
‘’
Assalamu’alaikum Fa. ‘’
‘’
Wa’alaikumsalam. ‘’
‘’
Kamu juga ikut acaranya ? ‘’
‘’
Iya. Eh aku bawa jaket mu yang kemaren itu saat aku basah kuyup. ‘’
‘’
Oh. Iya. ‘’
‘’
Syukron yak. Maaf baru bisa balikin hari ini. ‘’
‘’
Iya nggak papa kok. Besok kamu udah ujian kan ? ‘’
‘’
Iya. ‘’
‘’
Semangat yak. Semoga dapet nilai yang bagus biar bisa banggain orang tuamu dan
aku. ‘’
‘’
Hah apa ? ‘’ kata Safa kaget
‘’
Kalau gitu aku pergi dulu ya. Ada urusan yang lain lagi. ‘’
‘’
Iya. ‘’
‘’
Assalamu’alaikum. ‘’
‘’
Wa’alaikumsalam. ‘’
Yusuf
pun berjalan menuju masjid kembali. Safa yang mendengar perkataannya Yusuf tadi
pun sontak ingin rasanya dia teriak – teriak heboh. Namun dia melirik ada
banyak orang disekitarnya makanya dia hanya tersenyum malu sendiri.
Ayah
Safa pun datang dan mengajak anaknya itu pulang. Saat perjalanan menuju rumah,
Safa hanya senyum – senyum sendiri sudah seperti orang yang tidak waras. Ayah
Safa yang melihat sikap anaknya pun langsung penasaran dan menanyakan pada Safa
‘’
Kamu kenapa nduk ? ‘’
__ADS_1
‘’
Nggak papa kok Yah. ‘’ kata Safa sambil senyum – senyum
‘’
Kayak kamu habis ketemu jodohmu saja. ‘’
‘’
Aamiin. ‘’ kata Safa lirih dan langsung masuk ke dalam rumah.
Karna
hatinya sedang sangat senang lalu ia pun membuka buku puisinya dan mulai
menuliskan puisi yang menurutkan mengungkapkan perasaannya saat itu juga
Dear Kamu
Perhatian kecilmu itu membuatku
merasakan kopi menjadi manis, menjadikan sinar matahari menjadi dingin, atau
bahkan menjadikan gelap ke terang. Aku suka apapun yang kamu katakan atau
bahkan pedih sekalipun. Perhatian kecilmu sangat berarti bagiku!
Safa
slalu teringat hal – hal kecil yang berkaitan dengan Yusuf. Bahkan Safa tau apa
yang Yusuf suka atau bahkan yang tidak ia sukai. Memang Safa adalah stalker
sejatinya Yusuf dari dulu. Safa hanya ingin mengetahui perasaan Yusuf
kepadanya. Namun kali ini Safa tak ingin tau dulu. Karna ia akan berfokus pada
ujiannya dulu. Safa belajar dengan rajin dan bahkan Safa sampai tertidur dengan
ditemani buku – buku tersebut.
Paginya
Safa sangat gugup sekali bahwa ini adalah hari Safa ujian. Sebelum berangkat
sekolah Safa meminta restu dari orang tuanya.
‘’
Yah Buk, Safa ingin minta restu supaya Safa nanti dilancarkan ujiannya. ‘’
‘’
Iya nduk Ayah slalu berdoa buat kamu agar bisa dapat nilai yang membanggakan.
‘’
‘’
Ibu juga bakal berdoa buat kamu agar jadi anak yang bisa sukses ke depannya. ‘’
Safa
pun memeluk kedua orang tuanya, seketika air matanya mengalir dan mlah menjadi
– jadi ketika Ayahnya mengelus kepalanya itu.
‘’
Udah jangan nangis nduk. Sana kamu ke sekolah sebelum terlambat loh. Jadikan
hari ini adalah hari awal dari sebuah akhir. Bukan akhir dari sebuah awal. ‘’
‘’
Iya Yah. Kalau gitu Safa berangkat dulu. Assalamu’alaikum. ‘’
‘’
Wa’alaikumsalam.’’
Safa
perjalanan menuju ke sekolah Safa melihat nenek yang pernah cucunya dia kasih
makan dulu. Safa pun berhenti dan menanyakan kepada nenek itu dimana cucunya
yang biasanya bersamanya itu.
‘’
Assalamu’alaikum. ‘’
‘’
Wa’alaikumsalam nak. ‘’
‘’
Loh nek cucunya dimana kok nggak bersama nenek ? ‘’
Nenek
itu terdiam dan bahkan meneteskan air matanya. Safa yang melihat sikap nenek
itu pun langsung duduk didekat nenek itu.
‘’
Cucu nenek sudah meninggal 2 hari yang lalu. Dia sakit maag dan asma, sedangkan
nenek nggak punya biaya untuk membawanya ke rumah sakit. ‘’
Safa
yang mendengarkan cerita nenek itu pun langsung menangis dan malah ia teringat
kejadian saat ia memberikan makan pada cucu nenek itu.
‘’
Jangan nangis nak. Segera lah berangkat sekolah semoga kamu mendapatkan nilai
terbaik disekolahmu nanti. ‘’
Safa
pun mengusap air matanya dan langsung berdiri di hadapan nenek itu
‘’
Aku nggak bakal mengecewakan nenek. Aku bakal akan mendapat nilai terbaik di
sekolah nek. ‘’
Nenek
itu pun tersenyum dengan ucapan yang dikatakan Safa.
‘’
Kalau gitu Safa berangkat dulu Nek. Assalamu’alaikum. ‘’
‘’
Wa’alaikumsalam. ‘’
Safa
menuju sekolahnya dengan kobaran semangat yang membara. Hari ini dia banyak
pelajaran bahwa hidup itu harus dengan usaha lalu bersyukur.Safa bakal ingat dengan
yang dikatakan nenek itu.
‘’
Aku mungkin hanya rumput. Namun bukankah kambing lebih suka dengan rumput
__ADS_1
daripada bunga ? lagipula bunga untuk dipetik lalu dibuang. Berbeda dengan
rumput yang dipetik dulu baru diberikan kepada kambing, dimana kambing akan
menjadi gemuk dan berkembabg biak menjadi banyak. Ternyata rumput lebih
bermanfaat daripada bunga. ‘’
Gumam
Safa dalam hatinya yang sedang memperjuangkan masa depannya saat ini. Safa
terus akan giat agar cita – citanya dapat tergapai dan mampu membanggakan kedua
orang tuanya bahkan orang yang menyayanginya itu. Safa berharap dia bisa kuliah
lalu mendapatkan gelar dokter agar apa yang Ayahnya inginkan bisa tercapai dan
bangga akan dirinya itu.
Beberapa
hari telah berlalu. Ujian Safa lancar sesuai dengan harapan Safa. Setidaknya
usahanya akan membuahkan hasil yang memuaskan baginya itu. Ini adalah hari
terakhir Safa ujian dan ia senang sekali, setidaknya hatinya merasa sedikit
lega dengan hal itu.
‘’
Eh Fa alhamdulillah ujiannya udah selesai ya. ‘’
‘’
Iya Del alhamdulillah semoga kita dapat lulus semuanya. ‘’
‘’
Aamiin Ya Allah. ‘’
‘’
Gimana kalau nanti kita pergi ke taman yang deket desa mu itu. Disana baru saja
buka kedai es krim. Nanti aku traktir deh. ‘’
‘’
Alhamdulillah dapat rejeki hari ini. Ayuk ayuk. Tapi aku nanti ganti baju dulu
ya. ‘’
‘’
Iya nanti aku jempu kamu pakai motor deh. ‘’
‘’
Oke siap bos. ‘’
Safa
pun menuju parkiran dan mengambil sepedanya yang ada disana. Safa kaget ketika
yang ada didekat sepedanya adalah Yudha.
‘’
Assalamu’alaikum kak. ‘’
‘’
Wa’alaikumsalam. Kok kamu ada disini ? bukannya adik kelas libur ya. ‘’
‘’
Iya aku mau ucapin selamat kepada kakak. ‘’
‘’
Kan hasilnya belum keluar. ‘’
‘’
Selamat kalau ini ujian terakhir kakak di SMA kan. ‘’
‘’
Iya makasih. ‘’
‘’
kakak habis ini maungapain ? ‘’
‘’
Mau pulang. ‘’
‘’
Maksut ku sehabis pulang mau kemana ? ‘’
‘’
Oh, aku ada janji sama Adel mau pergi. ‘’
‘’
Aku ikut. ‘’
‘’
Eh, jangan. Ini acaranya cewek. ‘’
‘’
Ya udah kalau gitu. ‘’
Safa
pun hanya tersenyum dan mengayuh sepeda pergi meninggalkan Yudha yang ada
disana. Safa bergegas menuju rumah dan ganti baju karna takut Adel nanti sudah
sampai dirumah duluan.
‘’
Nduk mau kemana ? ‘’ tanya Ibu pada Safa
‘’
Safa mau minta ijin buat makan es krim yang ada dideket taman sama Adel kok Bu.
‘’
‘’
Ya udah kalau gitu hati – hati ya. ‘’
‘’
Iya bu. Assalamu’alaikum. ‘’
‘’
Wa’alaikumsalam. ‘’
Safa
pun langsung naik motornya Adel dan melaju menuju kedai yang dikatakan Adel
tadi yaitu kedai es krim yang ada di dekat desanya Safa. Bahkan Safa tidak tau
kalau ada kedai baru disekitar taman tersebut. Adel yang rumahnya jauh saja
bisa lebih tau daripadapa Safa yang rumahnya dekat.
__ADS_1