Pelangi Diujung Senja

Pelangi Diujung Senja
Yusuf dan Anis ? (3)


__ADS_3

Hari


itu adalah hari Minggu, Safa belajar dengan sangat tekun sekali. Karna besok


adalah ujiannya yang akan ia hadapi sebelum akhirnya akan meninggalkan masa SMA


nya itu. Ada suara ketuka dari luar pintu kamar Safa. Lalu Safa membuka pintu


tersebut, dan ternyata Ayah sudah berdiri di depan pintu itu.


‘’


Ayo Fa ikut Ayah ke pondok pesantren. Disana akan diadakan istighisah buat


ujian nasional. Bagus buat kamu itu. ‘’


‘’


Iya Yah Safa ganti baju dulu. ‘’ Kata Safa cuek pada Ayahnya itu


Ayah


menunggu Safa diluar yang sudah menaiki motornya yang sederhana itu. Setelah


ganti baju, Safa langsung naik motor tanpa berkata apapun pada Ayahnya itu.


Ayah pun melajukan motornya menuju ke pondok pesantren. Saat perjalanan menuju


ke pondok pesantren Safa hanya diam dan tak seperti biasanya yang selalu tanya


apapun kepada Ayahnya itu.


‘’


Fa kamu masih marah sama Ayah ? ‘’


‘’ Nggak kok Yah. ‘’


‘’


Kok sikapmu seperti itu kepada Ayah ? ‘’


‘’


Aku hanya nggak ingin bicara Yah. ‘’


Setelah


mendengar iru Ayah Safa pun tidak bertanya lagi kepada Safa. Bahkan itu adalah


percakapan terakhir sebelum akgirnya sampai di pondok pesantren tersebut. Ayah


memarkirkan motornya di depan masjid di dalam pondok pesantren itu.


‘’


Ayah ketemu sama Pak Ustad dulu nanti kamu segera masuk masjid disana sudah ada


banyak orang. Ayah nanti tunggu kamu disini ya. ‘’


Safa


hanya mengangguk mengerti apa yang dikatakan Ayahnya itu. Safa melangkah menuju


masjid, ternyata disana sudah ramai karena acaranya sudah hampir akan dimulai.


Mumpung Safa belum terlambat untuk menghadiri acara itu. Safa duduk di bagian


paling belakang sendiri. Acara istighosah pun sudah dimulai. Semua orang


mengikuti acara tersebut dengan khusyu’.


Setelah


acara selesai Safa pun melangkah menuju motor yang diparkir Ayahnya tadi, namun


Ayahnya tidak ada disana. Safa pun menunggu Ayahnya itu, tiba – tiba ada yang


memangil namanya dari arah belakangnya itu. Safa pun menoleh ke arah belakang,


ternyata itu adalah Yusuf.


‘’


Assalamu’alaikum Fa. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. ‘’


‘’


Kamu juga ikut acaranya ? ‘’


‘’


Iya. Eh aku bawa jaket mu yang kemaren itu saat aku basah kuyup. ‘’


‘’


Oh. Iya. ‘’


‘’


Syukron yak. Maaf baru bisa balikin hari ini. ‘’


‘’


Iya nggak papa kok. Besok kamu udah ujian kan ? ‘’


‘’


Iya. ‘’


‘’


Semangat yak. Semoga dapet nilai yang bagus biar bisa banggain orang tuamu dan


aku. ‘’


‘’


Hah apa ? ‘’ kata Safa kaget


‘’


Kalau gitu aku pergi dulu ya. Ada urusan yang lain lagi. ‘’


‘’


Iya. ‘’


‘’


Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. ‘’


Yusuf


pun berjalan menuju masjid kembali. Safa yang mendengar perkataannya Yusuf tadi


pun sontak ingin rasanya dia teriak – teriak heboh. Namun dia melirik ada


banyak orang disekitarnya makanya dia hanya tersenyum malu sendiri.


Ayah


Safa pun datang dan mengajak anaknya itu pulang. Saat perjalanan menuju rumah,


Safa hanya senyum – senyum sendiri sudah seperti orang yang tidak waras. Ayah


Safa yang melihat sikap anaknya pun langsung penasaran dan menanyakan pada Safa


‘’


Kamu kenapa nduk ? ‘’

__ADS_1


‘’


Nggak papa kok Yah. ‘’ kata Safa sambil senyum – senyum


‘’


Kayak kamu habis ketemu jodohmu saja. ‘’


‘’


Aamiin. ‘’ kata Safa lirih dan langsung masuk ke dalam rumah.


Karna


hatinya sedang sangat senang lalu ia pun membuka buku puisinya dan mulai


menuliskan puisi yang menurutkan mengungkapkan perasaannya saat itu juga


Dear Kamu


Perhatian kecilmu itu membuatku


merasakan kopi menjadi manis, menjadikan sinar matahari menjadi dingin, atau


bahkan menjadikan gelap ke terang. Aku suka apapun yang kamu katakan atau


bahkan pedih sekalipun. Perhatian kecilmu sangat berarti bagiku!


Safa


slalu teringat hal – hal kecil yang berkaitan dengan Yusuf. Bahkan Safa tau apa


yang Yusuf suka atau bahkan yang tidak ia sukai. Memang Safa adalah stalker


sejatinya Yusuf dari dulu. Safa hanya ingin mengetahui perasaan Yusuf


kepadanya. Namun kali ini Safa tak ingin tau dulu. Karna ia akan berfokus pada


ujiannya dulu. Safa belajar dengan rajin dan bahkan Safa sampai tertidur dengan


ditemani buku – buku tersebut.


Paginya


Safa sangat gugup sekali bahwa ini adalah hari Safa ujian. Sebelum berangkat


sekolah Safa meminta restu dari orang tuanya.


‘’


Yah Buk, Safa ingin minta restu supaya Safa nanti dilancarkan ujiannya. ‘’


‘’


Iya nduk Ayah slalu berdoa buat kamu agar bisa dapat nilai yang membanggakan.


‘’


‘’


Ibu juga bakal berdoa buat kamu agar jadi anak yang bisa sukses ke depannya. ‘’


Safa


pun memeluk kedua orang tuanya, seketika air matanya mengalir dan mlah menjadi


– jadi ketika Ayahnya mengelus kepalanya itu.


‘’


Udah jangan nangis nduk. Sana kamu ke sekolah sebelum terlambat loh. Jadikan


hari ini adalah hari awal dari sebuah akhir. Bukan akhir dari sebuah awal. ‘’


‘’


Iya Yah. Kalau gitu Safa berangkat dulu. Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam.’’


Safa


perjalanan menuju ke sekolah Safa melihat nenek yang pernah cucunya dia kasih


makan dulu. Safa pun berhenti dan menanyakan kepada nenek itu dimana cucunya


yang biasanya bersamanya itu.


‘’


Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam nak. ‘’


‘’


Loh nek cucunya dimana kok nggak bersama nenek ? ‘’


Nenek


itu terdiam dan bahkan meneteskan air matanya. Safa yang melihat sikap nenek


itu pun langsung duduk didekat nenek itu.


‘’


Cucu nenek sudah meninggal 2 hari yang lalu. Dia sakit maag dan asma, sedangkan


nenek nggak punya biaya untuk membawanya ke rumah sakit. ‘’


Safa


yang mendengarkan cerita nenek itu pun langsung menangis dan malah ia teringat


kejadian saat ia memberikan makan pada cucu nenek itu.


‘’


Jangan nangis nak. Segera lah berangkat sekolah semoga kamu mendapatkan nilai


terbaik disekolahmu nanti. ‘’


Safa


pun mengusap air matanya dan langsung berdiri di hadapan nenek itu


‘’


Aku nggak bakal mengecewakan nenek. Aku bakal akan mendapat nilai terbaik di


sekolah nek. ‘’


Nenek


itu pun tersenyum dengan ucapan yang dikatakan Safa.


‘’


Kalau gitu Safa berangkat dulu Nek. Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. ‘’


Safa


menuju sekolahnya dengan kobaran semangat yang membara. Hari ini dia banyak


pelajaran bahwa hidup itu harus dengan usaha lalu bersyukur.Safa bakal ingat dengan


yang dikatakan nenek itu.


‘’


Aku mungkin hanya rumput. Namun bukankah kambing lebih suka dengan rumput

__ADS_1


daripada bunga ? lagipula bunga untuk dipetik lalu dibuang. Berbeda dengan


rumput yang dipetik dulu baru diberikan kepada kambing, dimana kambing akan


menjadi gemuk dan berkembabg biak menjadi banyak. Ternyata rumput lebih


bermanfaat daripada bunga. ‘’


Gumam


Safa dalam hatinya yang sedang memperjuangkan masa depannya saat ini. Safa


terus akan giat agar cita – citanya dapat tergapai dan mampu membanggakan kedua


orang tuanya bahkan orang yang menyayanginya itu. Safa berharap dia bisa kuliah


lalu mendapatkan gelar dokter agar apa yang Ayahnya inginkan bisa tercapai dan


bangga akan dirinya itu.


Beberapa


hari telah berlalu. Ujian Safa lancar sesuai dengan harapan Safa. Setidaknya


usahanya akan membuahkan hasil yang memuaskan baginya itu. Ini adalah hari


terakhir Safa ujian dan ia senang sekali, setidaknya hatinya merasa sedikit


lega dengan hal itu.


‘’


Eh Fa alhamdulillah ujiannya udah selesai ya. ‘’


‘’


Iya Del alhamdulillah semoga kita dapat lulus semuanya. ‘’


‘’


Aamiin Ya Allah. ‘’


‘’


Gimana kalau nanti kita pergi ke taman yang deket desa mu itu. Disana baru saja


buka kedai es krim. Nanti aku traktir deh. ‘’


‘’


Alhamdulillah dapat rejeki hari ini. Ayuk ayuk. Tapi aku nanti ganti baju dulu


ya. ‘’


‘’


Iya nanti aku jempu kamu pakai motor deh. ‘’


‘’


Oke siap bos. ‘’


Safa


pun menuju parkiran dan mengambil sepedanya yang ada disana. Safa kaget ketika


yang ada didekat sepedanya adalah Yudha.


‘’


Assalamu’alaikum kak. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. Kok kamu ada disini ? bukannya adik kelas libur ya. ‘’


‘’


Iya aku mau ucapin selamat kepada kakak. ‘’


‘’


Kan hasilnya belum keluar. ‘’


‘’


Selamat kalau ini ujian terakhir kakak di SMA kan. ‘’


‘’


Iya makasih. ‘’


‘’


kakak habis ini maungapain ? ‘’


‘’


Mau pulang. ‘’


‘’


Maksut ku sehabis pulang mau kemana ? ‘’


‘’


Oh, aku ada janji sama Adel mau pergi. ‘’


‘’


Aku ikut. ‘’


‘’


Eh, jangan. Ini acaranya cewek. ‘’


‘’


Ya udah kalau gitu. ‘’


Safa


pun hanya tersenyum dan mengayuh sepeda pergi meninggalkan Yudha yang ada


disana. Safa bergegas menuju rumah dan ganti baju karna takut Adel nanti sudah


sampai dirumah duluan.


‘’


Nduk mau kemana ? ‘’ tanya Ibu pada Safa


‘’


Safa mau minta ijin buat makan es krim yang ada dideket taman sama Adel kok Bu.


‘’


‘’


Ya udah kalau gitu hati – hati ya. ‘’


‘’


Iya bu. Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. ‘’


Safa


pun langsung naik motornya Adel dan melaju menuju kedai yang dikatakan Adel


tadi yaitu kedai es krim yang ada di dekat desanya Safa. Bahkan Safa tidak tau


kalau ada kedai baru disekitar taman tersebut. Adel yang rumahnya jauh saja


bisa lebih tau daripadapa Safa yang rumahnya dekat.

__ADS_1


__ADS_2