Pelangi Diujung Senja

Pelangi Diujung Senja
Harapan terakhir


__ADS_3

Setelah


sampai di tempat acara, mereka pun langsung masuk ke dalam ruangan. Tak lama


kemudian, acara pun dimulai. Disana terdapat banyak sekali orang. Bu Titin pun


juga ada disana. Dia yang melihat Safa pun langsung melambaikan tangannya


berharap Safa melihatnya.


Acara


mulai tegang ketika pembawa acara akan menyebutkan pemenang dari lomba


tersebut. Safa hanya ingin mendapatkan juara, meski ia bukan juara pertamanya.


Safa slalu berdoa dalam hatinya, ia juga slalu membayangkan wajah Ayahnya yang


tersenyum padanya itu. Sesekali Safa meneteskan air matanya itu.


‘’


Untuk juara 3 diraih oleh, Andrea Haqiqi. ‘’


Semuapun


bertepuk tangan mendengarkan siapa juara ketiga tersebut. Juara ketiga itu


langsung maju ke depan dan mendapatka pialanya. Ia pun menyampaikan sepatah dua


patah kata kemenangannya. Kini giliran juara dua yang akan diumumkan.


‘’


Untuk juara 2 diraih oleh, Seva Maharani. ‘’


Juara


kedua pun juga sama teknisinya seperti juara ketiga. Safa pun langsung kacau


pikirannya, ia bahkan tak beranggapan kalau dia akan mendapatkan juara pertama.


Harapannya pun pupus setelah mendengarkan nama dari juara kedua itu.


‘’


Ya Allah ini tinggal juara pertama. Apakah namaku yang akan disebut ? ‘’ tanya


Safa dalam hatinya yang gelisah itu


‘’


Untuk juara yang paling kita tunggu – tunggu adalah juara pertama yang diraih


oleh, ‘’


Semua


menjadi tegang ketika pembawa acara akan menyebutkan nama juara pertamanya.


Safa slalu berdoa berharap namanya yang disebut sebut itu.


‘’


Oleh Nisafa Arafah. ‘’


Sontak


Safa yang mendengar namanya disebut itu langsung sujud syukur ditempat. Safa


merasa bahagia ketika pembawa acara mengatakan hal itu. Ibu yang melihat


kemenangan anaknyapun bangga dan tersenyum lalu mengucapkan syukur. Safa maju


ke depan dan mendapatka piala tersebut. Safa pun menyampaikan kata


kemenangannya itu.


‘’


Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. ‘’ jawab semua orang yang ada ditempat itu


‘’

__ADS_1


Alhamdulillah saya mendapatkan juara pertama, piala ini saya berikan pada sosok


yang saya sangat cintai, sosok yang slalu menginspirasi saya, sosok yang


mungkin mengekang saya demi kebaikan saya, sosok itu adalah almarhum Ayah saya.


Mungkin dia tidak ada disini untuk melihat kemenangan saya ini. Tapi saya


yakin, mungkin dia sedang tersenyum diatas sana. Kata Ayah, hidup itu harus


dipaksa agar terbiasa. Ayah slalu mengajarkanku untuk bisa dalam segala hal.


Bahkan saya rela mengorbankan apa yang saya suka demi apa yang Ayah saya


inginkan. Saya sayang sama Ayah. ‘’


Semua


yang mendengarkan kata – kata Saf ikut merasakan akan kesedihan dari Safa. Ibu


Safa yang mendengar kata – kata anaknya pun juga meneteskan air mata.


‘’


Sekian dari saya. Wassalamu’alaikum ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. ‘’


Safa


turun daripanggung dan langsung memeluk ibunya itu.


‘’


Ibu juga sangat bangga padamu. ‘’ kata Ibu yang masih terisak dengan tangisnya


itu.


Setelah


acara selesai, mereka pun langsung menuju pulang. Hujan melanda mereka saat tu.


Namun karena Yudha sedang lapar ssat itu maka mereka mampir di rumah makan


‘’


Cie – cie yang dapet piala. ‘’ goda Adel pada Safa


‘’


Alhamdulillah ini juga berkat dari doamu. ‘’


‘’


Aku sebagai sahabatmu sangat bangga akan kemenanganmu ini. Setidaknya aku bisa


pamer pada yang lain kalau aku punya sahabat yang pinter terus nggak gaptek


lagi. ‘’


‘’


Kamu itu maupuji aku atau malah mengejek ? ‘’


‘’


Ya keduanya biar adil. Hehe. ‘’


‘’


Karena ini adalah hari kemenangannya Safa. Ibu bakal traktir kalian makan


sampai kenyang. ‘’


‘’


Alhamdulillah ini hari rejekinya Safa dan juga rejekinya kita. ‘’ kata Yudha


‘’


Kalau gitu kalian silahkan pesan. Makan yang kenyang biar nggak kurus. ‘’ kata


Ibu Safa yang slalu menunjukkan rasa bahagianya itu


Safa

__ADS_1


beruntung masih mempunyai sahabat dan Ibu yang sangat sayang padanya, meski


Ayahnya kini tak ada disampingnya namun Safa akan slalu ingat akan kata – kata


Ayahnya slalu.


‘’


Lalu habis ini kakak mau ngapain ? ‘’


‘’


Aku ingin kuliah di kedokteran, biar aku bisa jadi dokter agar Ayah bisa bangga


sama aku. ‘’


‘’


Nggak mau jadi pencipta puisi atau pembuat novel gitu ? ‘’


‘’


Itu dibuat sampingan saja, lagipula tujuan pertamaku hanya ingin mengikuti


arahan dari Ayah. ‘’


‘’


Wah jadi anak yang baik ya. Tetep jadi seperti ini agar kelak kau bisa menjadi


ibu yang baik bagi anak – anak kita. ‘’


Safa


hanya tetawa mendengar perkataan Ibu.


‘’


Masih lama jangan bilang gituan dulu. ‘’ Kata Ibu yang melarang Yudha berkata


gombal kepada anaknya.


Setelah


makan, mereka pun melaju ke arah rumah. Namun ketika perjalanan pulang, Safa


melihat akan sesuatu hal dan langsung berkata berhenti.


‘’


Eh berhenti dulu. ‘’


Safa


pun keluar dari mobil dan berlari menuju tengah – tengah taman. Safa melihat adanya


pelangi yang berada di waktu senja itu.


‘’


Kenapa kok keluar ? ‘’ tanya Adel


‘’


Lihat itu ada pelangi. Kata Ayah, pelangi itu indah walau hanya sesaat


datangnya. Sedangkan Senja, ia akan datang ketika hari mulai ingin tenggelam


dalam kegelapan. Artinya sebaik atau seburuk apapun pasti akan ada


kekurangannya. Ayah ingin kalau aku jadi dokter, karena ia merasa kalau aku


akan merawatnya saat sakit kelak, padahal saat itu aku tak bisa jika harus


melihat darah, namun Ayah memaksakannya. Paksaan itu adalah kegelapan. Namun


kau tau hany dalam kegelapan lah cahaya bisa terlihat. ‘’


Adel


yang mendengarkan kata Saf pun mencoba memahaminya meski ia tak paham – paham.


Safa duduk dibangku kosong dan memandang ke arah pelangi itu. Seakan – akan


pelangi itu menggambarkan wajah Ayahnya yang sedang tersenyum padanya. Safa


hanya ingin bicara dengan Ayahnya kalau sekarang ia takkan menjadi anak yang

__ADS_1


membantah lagi.


__ADS_2