
Setelah
sampai di tempat acara, mereka pun langsung masuk ke dalam ruangan. Tak lama
kemudian, acara pun dimulai. Disana terdapat banyak sekali orang. Bu Titin pun
juga ada disana. Dia yang melihat Safa pun langsung melambaikan tangannya
berharap Safa melihatnya.
Acara
mulai tegang ketika pembawa acara akan menyebutkan pemenang dari lomba
tersebut. Safa hanya ingin mendapatkan juara, meski ia bukan juara pertamanya.
Safa slalu berdoa dalam hatinya, ia juga slalu membayangkan wajah Ayahnya yang
tersenyum padanya itu. Sesekali Safa meneteskan air matanya itu.
‘’
Untuk juara 3 diraih oleh, Andrea Haqiqi. ‘’
Semuapun
bertepuk tangan mendengarkan siapa juara ketiga tersebut. Juara ketiga itu
langsung maju ke depan dan mendapatka pialanya. Ia pun menyampaikan sepatah dua
patah kata kemenangannya. Kini giliran juara dua yang akan diumumkan.
‘’
Untuk juara 2 diraih oleh, Seva Maharani. ‘’
Juara
kedua pun juga sama teknisinya seperti juara ketiga. Safa pun langsung kacau
pikirannya, ia bahkan tak beranggapan kalau dia akan mendapatkan juara pertama.
Harapannya pun pupus setelah mendengarkan nama dari juara kedua itu.
‘’
Ya Allah ini tinggal juara pertama. Apakah namaku yang akan disebut ? ‘’ tanya
Safa dalam hatinya yang gelisah itu
‘’
Untuk juara yang paling kita tunggu – tunggu adalah juara pertama yang diraih
oleh, ‘’
Semua
menjadi tegang ketika pembawa acara akan menyebutkan nama juara pertamanya.
Safa slalu berdoa berharap namanya yang disebut sebut itu.
‘’
Oleh Nisafa Arafah. ‘’
Sontak
Safa yang mendengar namanya disebut itu langsung sujud syukur ditempat. Safa
merasa bahagia ketika pembawa acara mengatakan hal itu. Ibu yang melihat
kemenangan anaknyapun bangga dan tersenyum lalu mengucapkan syukur. Safa maju
ke depan dan mendapatka piala tersebut. Safa pun menyampaikan kata
kemenangannya itu.
‘’
Assalamu’alaikum. ‘’
‘’
Wa’alaikumsalam. ‘’ jawab semua orang yang ada ditempat itu
‘’
__ADS_1
Alhamdulillah saya mendapatkan juara pertama, piala ini saya berikan pada sosok
yang saya sangat cintai, sosok yang slalu menginspirasi saya, sosok yang
mungkin mengekang saya demi kebaikan saya, sosok itu adalah almarhum Ayah saya.
Mungkin dia tidak ada disini untuk melihat kemenangan saya ini. Tapi saya
yakin, mungkin dia sedang tersenyum diatas sana. Kata Ayah, hidup itu harus
dipaksa agar terbiasa. Ayah slalu mengajarkanku untuk bisa dalam segala hal.
Bahkan saya rela mengorbankan apa yang saya suka demi apa yang Ayah saya
inginkan. Saya sayang sama Ayah. ‘’
Semua
yang mendengarkan kata – kata Saf ikut merasakan akan kesedihan dari Safa. Ibu
Safa yang mendengar kata – kata anaknya pun juga meneteskan air mata.
‘’
Sekian dari saya. Wassalamu’alaikum ‘’
‘’
Wa’alaikumsalam. ‘’
Safa
turun daripanggung dan langsung memeluk ibunya itu.
‘’
Ibu juga sangat bangga padamu. ‘’ kata Ibu yang masih terisak dengan tangisnya
itu.
Setelah
acara selesai, mereka pun langsung menuju pulang. Hujan melanda mereka saat tu.
Namun karena Yudha sedang lapar ssat itu maka mereka mampir di rumah makan
‘’
Cie – cie yang dapet piala. ‘’ goda Adel pada Safa
‘’
Alhamdulillah ini juga berkat dari doamu. ‘’
‘’
Aku sebagai sahabatmu sangat bangga akan kemenanganmu ini. Setidaknya aku bisa
pamer pada yang lain kalau aku punya sahabat yang pinter terus nggak gaptek
lagi. ‘’
‘’
Kamu itu maupuji aku atau malah mengejek ? ‘’
‘’
Ya keduanya biar adil. Hehe. ‘’
‘’
Karena ini adalah hari kemenangannya Safa. Ibu bakal traktir kalian makan
sampai kenyang. ‘’
‘’
Alhamdulillah ini hari rejekinya Safa dan juga rejekinya kita. ‘’ kata Yudha
‘’
Kalau gitu kalian silahkan pesan. Makan yang kenyang biar nggak kurus. ‘’ kata
Ibu Safa yang slalu menunjukkan rasa bahagianya itu
Safa
__ADS_1
beruntung masih mempunyai sahabat dan Ibu yang sangat sayang padanya, meski
Ayahnya kini tak ada disampingnya namun Safa akan slalu ingat akan kata – kata
Ayahnya slalu.
‘’
Lalu habis ini kakak mau ngapain ? ‘’
‘’
Aku ingin kuliah di kedokteran, biar aku bisa jadi dokter agar Ayah bisa bangga
sama aku. ‘’
‘’
Nggak mau jadi pencipta puisi atau pembuat novel gitu ? ‘’
‘’
Itu dibuat sampingan saja, lagipula tujuan pertamaku hanya ingin mengikuti
arahan dari Ayah. ‘’
‘’
Wah jadi anak yang baik ya. Tetep jadi seperti ini agar kelak kau bisa menjadi
ibu yang baik bagi anak – anak kita. ‘’
Safa
hanya tetawa mendengar perkataan Ibu.
‘’
Masih lama jangan bilang gituan dulu. ‘’ Kata Ibu yang melarang Yudha berkata
gombal kepada anaknya.
Setelah
makan, mereka pun melaju ke arah rumah. Namun ketika perjalanan pulang, Safa
melihat akan sesuatu hal dan langsung berkata berhenti.
‘’
Eh berhenti dulu. ‘’
Safa
pun keluar dari mobil dan berlari menuju tengah – tengah taman. Safa melihat adanya
pelangi yang berada di waktu senja itu.
‘’
Kenapa kok keluar ? ‘’ tanya Adel
‘’
Lihat itu ada pelangi. Kata Ayah, pelangi itu indah walau hanya sesaat
datangnya. Sedangkan Senja, ia akan datang ketika hari mulai ingin tenggelam
dalam kegelapan. Artinya sebaik atau seburuk apapun pasti akan ada
kekurangannya. Ayah ingin kalau aku jadi dokter, karena ia merasa kalau aku
akan merawatnya saat sakit kelak, padahal saat itu aku tak bisa jika harus
melihat darah, namun Ayah memaksakannya. Paksaan itu adalah kegelapan. Namun
kau tau hany dalam kegelapan lah cahaya bisa terlihat. ‘’
Adel
yang mendengarkan kata Saf pun mencoba memahaminya meski ia tak paham – paham.
Safa duduk dibangku kosong dan memandang ke arah pelangi itu. Seakan – akan
pelangi itu menggambarkan wajah Ayahnya yang sedang tersenyum padanya. Safa
hanya ingin bicara dengan Ayahnya kalau sekarang ia takkan menjadi anak yang
__ADS_1
membantah lagi.