
Setelah
sampai ditaman, Safa merasa kecewa karena disana tidak ada anak – anak yang
sedang main bola. Lalu Safa dan Adel duduk dibangku yang kosong. Tiba – tiba
hujan datang tanpa adanya mendung, padahal saat itu sinar matahari sedang
sangat terik.
‘’
Eh Fa bener kataku tadi kita bisa hujan – hujan kan. ‘’
‘’
Iya alhamdulillah Del. ‘’
‘’
Eh Fa liat itu ada Yusuf sama Anis di pinggir taman, sepertinya mereka sedang
meneduh deh. ‘’
Safa
yang melihat ke arah yang Adel tunjuk tadi dan disana terdapat Yusuf dengan
Anis yang sedang berdua. Safa pun langsung menarik tangan Adel dan membawanya
mendekati tempat itu secara sembunyi – sembunyi tanpa Yusuf mengetahui
keberadaannya itu. Safa terus melihat ke arah mereka dengan rasa yang seakan
dunia ingin menghancurkannya lagi. Ingin rasanya Safa mendekat dan bertanya,
namun hatinya mulai menyiut ketika Safa ingin melakukannya. Safa berusaha
menenangkan hatinya itu.
‘’
Eh Fa kamu cemburu nggak sih ? ‘’ tanya Adel lirih
‘’
Ya itu pasti lah. Masa ada cewek yang liat orang yang ia suka sama cewek lain.
Sahabatnya pula. ‘’
‘’
Kalau gitu kita samperin aja. ‘’
‘’
Eh jangan, nanti bakal jadi runyam. ‘’
‘’
Nggak papa kok. ‘’
Adel
pun langsung menarik tangan Safa dari tempat persembunyiannya saat itu. Safa
yang ditarik tangannya pun berusaha untuk melawan agar Adel tak mendekatkannya
pada Yusuf dan Anis.
‘’
Assalamu’alaikum. ‘’ salam Adel
‘’
Wa’alaikumsalam. Eh ada Adel sama Safa. Kok kalian bisa ada disini ? ‘’
__ADS_1
‘’
Iya kita tadi kehujanan ditaman. ‘’
Safa
hanya terdiam dan slalu menundukkan pandangannya itu, ia takut jika Yusuf
mengetahui ekspresinya saat itu. Adel yang melihat Safa pun langsung memanggil
Yusuf untuk mengatakan sesuatu padanya. Mereka berdua pun sedang berbicara ,
namun Adel seketika terdengar suara nya cukup keras, sepertinya ia sedang marah
pada Yusuf. Lalu mereka berdua pun datang dengan Yusuf yang memasang ekspresi
gugup.
‘’
Hm, gini langsung aja aku nggak suka basa – basi ya. Sebenernya Yusuf itu suka
sama siapa ? ‘’
Yusuf
hanya terdiam dan tak menjawab
‘’
Anis, kamu itu suka sama Yusuf atau tidak ? ‘’
Anis
pun hanya diam dan tak menjawab.
‘’
Kenapa semua berpura – pura membisu. Apa pertanyaanku ini hanya angin yang
lewat saja. Ayo jawab. ‘’ kata Adel yang mulai marah
Safa
‘’
Nih anak nekad banget. Ngapain tanya hal ini coba. ‘’ Kata Safa dalam hatinya
‘’
Ayo Su Nis jawab. ‘’
‘’
Iya aku suka sama Yusuf, dari dulu aku suka sama dia, tapi karna Safa juga suka
Yusuf makanya aku nggak bilang ke Safa. ‘’
‘’
Kenapa kamu nggak bilang dan baru sekarang bilangnya ? ‘’
‘’
Iya sekarang karna kamu sudah dengan Yudha lantas aku mendekati Yusuf. Dulu aku
memang bodoh nggak bilang ke kamu. ‘’
‘’
Kalau kamu bilang dari dulu aku nggak bakal punya perasaan yang lebih pada
Yusuf Nis. ‘’
‘’
Saat aku mulai melupakan Yusuf dan mulai menyukai Yudha, namun Yudha malah
__ADS_1
sukanya sama kamu. Apa kamu tau perasaanku Fa ? ketika aku menemukan orang yang
aku mulai cintai namun slalu orang tersebut cintanya ke kamu. ‘’
Setelah
mengatakan itu pun Anis langsung pergi tanpa menghiraukan panggilan dari Yusuf
yang terus memanggilnya itu.
‘’
Nis kamu mau kemana ! ‘’ teriak Yusuf namun Anis Yang tak menghiraukannya
‘’
Lalu bagaimana denganmu ? ‘’ tanya Adel pada Yusuf
‘’
Aku kecewa kalian giniin Anis. ‘’
‘’
Trus kamu nggak mikir kalau aku juga kecewa sama kamu ? maumu itu apa sih,
bicara sekarang. Aku siap apapun keputusanmu nanti. ‘’
‘’
Kamu itu kenapa Fa ? aku suka kamu karna kamu itu dulu orangnya memiliki
pemikiran yang cuek bahkan malu saat ada orang yang mengajakmu bicara. Namun
kamu sudah berubah Fa. ‘’
‘’
Lalu maumu itu apa ? kalau kamu mau melepaskan aku, ya lepasin aja. Tapi maaf
Suf aku mungkin mempunyai waktu yang cukup lama buat ngelupain kamu. ‘’
‘’
Loh kenapa aku mau ngelepasin kamu ? aku sukanya sama kamu bukan Anis tapi
kenapa kamu nggak peka akan hal itu. ‘’
‘’
Itu bukan keahlianku buat peka dengan apa yang kamu lakuin. Aku hanya bisa menilai
seseorang dengan tingkah lakunya bukan karna kode yang kamu berikan. ‘’
‘’
Oh kalau gitu terserahmu Fa kamu mau ngapain aja kamu bebas. ‘’
‘’
Jadi benar kamu mau ngelepasin aku tanpa memperjuangkan aku ? ‘’
‘’
Kamu nggak tau Fa gimana rasanya memendam rasa yang selama ini aku tutupin ke
kamu. Aku udah suka ke kamu saat kelas 7, aku bahkan sudah kenal kamu saat itu
juga, dimana kamu yang tersenyum menyapaku pagi – pagi saat disekolah. Apa kamu
udah tau tentangku saat itu ? belum, karna kamu kenal aku saat kita kelas 9
kan. ‘’
Safa
hanya menunduk berusaha untuk menahan air matanya itu. Tiba – tiba Safa mulai
__ADS_1
mundur dan badannya terkena air hujan lagi.